<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105</id><updated>2012-02-15T23:50:29.122-08:00</updated><title type='text'>soe-soe-soe-soe.blogspot.com</title><subtitle type='html'>campur-campur, serba-serbi, gado-gado, dan sekedar coret-coretan</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default?start-index=101&amp;max-results=100'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>101</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5291653985339574918</id><published>2010-06-02T19:20:00.000-07:00</published><updated>2010-06-02T19:29:49.393-07:00</updated><title type='text'>Membangun Kepribadian Islami</title><content type='html'>Manusia adalah makhluk yang paling sempurna dan paling mulia  dibanding dengan makhluk-makhluk Allah lainnya. Allah SWT berfirman, &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak Adam, Kami angkut  mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rezki dari yang  baik-baik dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan  yang sempurna atas  kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan&lt;/em&gt;.” (QS. Al Isra: 70)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Urgensi Kepribadian Islami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menjadi pribadi yang Islami   merupakan suatu hal yang sangat  diperhatikan  dalam agama Islam. Hal ini karena Islam itu tidak hanya   ajaran normatif yang hanya diyakini dan dipahami tanpa diwujudkan dalam  kehidupan nyata, tapi Islam memadukan dua hal  antara keyakinan dan  aplikasi, antara norma dan perbuatan , antara keimanan dan amal saleh.  Oleh sebab itulah ajaran yang diyakini dalam Islam harus tercermin dalam  setiap tingkah laku, perbuatan dan sikap pribadi-pribadi muslim.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Memang, setiap jiwa yang dilahirkan dalam keadaan fitrah. Tapi bukan  berarti kesucian dari lahir itu meniadakan upaya untuk membangun dan  menjaganya, justru karena telah diawali dengan fitrah itulah, jiwa  tersebut harus dijaga dan dirawat kesuciannya dan selanjutnya dibangun  agar menjadi pribadi yang islami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Ruang Lingkung Kepribadian Islami&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sebagai berikut:&lt;strong&gt;  &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;A. Ruhiyah (Ma’nawiyah)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aspek ruhiyah adalah aspek yang harus mendapatkan perhatian khusus  oleh setiap muslim. Sebab ruhiyah menjadi motor utama sisi lainnya, hal  ini bisa kita simak dalam firman Allah SWT di Surat Asy-Syams : 7-10&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt; “Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah  mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketaqwaannya. Sungguh  sangat beruntung orang yang mensucikannya dan sungguh merugilah orang  yang mengotorinya,”&lt;/em&gt;&lt;em&gt; (QS. Asy Syams: 7-10). &lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dan dalam surat Al Hadid ayat 16:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Belumkah datang waktunya untuk orang-orang yang beriman untuk  tunduk hati mereka berdzikir kepada Allah dan kepada kebenaran yang  telah turun kepada mereka dan janganlah mereka seperti orang-orang yang  sebelumnya telah diturunkan Alkitab di dalamnya, kemudian berlalulah  masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras, dan  kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik ” QS. Al-&lt;/em&gt;Hadid:16).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ayat-ayat di atas memberikan pelajaran kepada kita akan pentingnya  untuk senantiasa menjaga ruhiyah, kerugian yang besar bagi orang yang  mengotorinya dan peringatan keras agar kita meninggalkan amalan yang  bisa mengeraskan hati. Bahkan tarbiyah ruhiyah adalah dasar dari seluruh  bentuk tarbiyah, menjadi pendorong untuk beramal saleh dan dia juga  memperkokoh jiwa manusia dalam menyikapi berbagai problematika  kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aspek-aspek yang sangat  terkait dengan ma’nawiyah seseorang adalah:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aspek Aqidah&lt;/span&gt;.   Ruhiyah yang baik      akan melahirkan aqidah yang lurus dan kokoh, dan  sebaliknya ruhiyah  yang lemah bisa menyebabkan lemahnya      aqidah.  Padahal aqidah adalah suatu keyakinan yang akan mewarnai sikap dan       tingkah laku seseorang. Oleh sebab itu kalau ingin aqidahnya terbangun       dengan baik maka ruhiyahnya harus dikokohkan. Jadi ruhiyah menempati       posisi yang sangat penting dalam kehidupan seorang muslim karena  dia akan mempengaruhi      bangunan aqidahnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aspek akhlaq&lt;/span&gt;.  Akhlaq adalah bukti tingkah laku dari nilai yang      diyakini  seseorang. Akhlaq merupakan bagian penting dari keimanan. Akhlaq       juga salah satu tolok ukur       kesempurnaan iman seseorang. Terawatnya  ruhiyah akan membuahkan      bagusnya akhlaq seseorang. Allah swt dalam  beberapa ayat senantiasa      menggandengkan antara iman dengan berbuat  baik. Rasulullah saw pun ketika      ditanya tentang siapakah yang  paling baik imannya ternyata jawab      Rasulullah saw adalah yang baik  akhlaqnya (“&lt;em&gt;ahsanuhum      khuluqan”)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;أي المؤمنين افضل إيمانا ؟ قال احسنهم خلقا. رواه ابو  داود والترمذى والنسائ والحاكم.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Mukmin mana yang paling baik imannya? Jawab Rasulullah ” yang  paling baik akhlaqnya” (HR. Abu Daud, Tirmidzi dan Nasa’i)&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bahkan diutusnya Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam-  pun  untuk menyempurnakan akhlaq manusia sehingga menjadi akhlaq yang islami&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;َ                             إًَِنما بعثت لأتمم مكا  رم الأخلاق&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tolok ukur dan patokan baik dan tidaknya akhlaq adalah al-Qur’an.  Itulah sebabnya akhlaq keseharian  Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa  sallam- merupakan cerminan dari Al-Qur’an yang beliau yakini. Hal ini  terbukti dari jawaban Aisyah ra ketika ditanya tentang bagaimana akhlaq  Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam-  , jawab beliau “&lt;em&gt;Akhlaq  Rasulullah –shallallâhu `alaihi wa sallam-  adalah al-Qur’an.&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;كان خلقه القرآن&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Aspek tingkah laku&lt;/span&gt;.  Tingkah laku adalah cerminan dari akhlaq yang      melekat pada diri  seseorang….&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;B.  Fikriyah (‘Aqliyah)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kepribadian Islami juga ditentukan oleh sejauh mana kokoh dan  tidaknya aspek fikriyah. Kejernihan fikrah, kekuatan akal seseorang akan  memunculkan  amalan, kreativitas dan akan lebih dirasa daya manfaat  seseorang untuk orang lain. Fikrah yang dimaksud meliputi:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;a. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Wawasan keislaman&lt;/span&gt;.  Sebagai seorang muslim menjadi keniscayaan bagi dia untuk memperluas  wawasan keislaman. Sebab dengan wawasan keislaman akan memperkokoh  keyakinan keimanan dan daya manfaat diri untuk orang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;b. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Pola pikir islami&lt;/span&gt;.  Pola pikir islami juga harus dibangun dalam diri seorang muslim. Semua  alur berpikir seorang muslim harus mengarah dan bersumber pada satu  sumber yaitu kebenaran dari Allah swt. Islam sangat menghargai kerja  pikir ummatnya. Di dalam al-Qur’an pun sering kita jumpai ayat ayat yang  menganjurkan untuk berpikir: “&lt;em&gt;afala ta’qiluun, afala tatafakkaruun,  la’allakum ta’qiluun, la’allakum tadzakkaruun,”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;افلا تعقلون ,أفلا تذكرون, افلا تتفكرون, لعلكم  تعقلون,لعلكم تذكرون&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seorang muslim harus senantiasa menggunakan daya pikirnya. Allah  mewujudkan fenomena alam untuk dipikirkan, beraneka macamnya tingkah  laku manusia sampai adanya aneka pemikiran dan pemahaman manusia  hendaknya menjadi pemikiran seorang muslim. Tetapi satu hal yang tidak  boleh dilupakan adalah bahwa tujuan berpikir tidak lain adalah untuk  meningkatkan keimanan kita kepada Allah –subhânahu wa ta`âlâ- bukan  sebaliknya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;c. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Disiplin (tepat) dan  tetap (tsabat)      dalam berislam&lt;/span&gt;. Sungguh kehidupan ini tidak  terlepas dari ujian, rintangan dan tantangan serta hambatan. Ujian  tersebut tidak akan berakhir sebelum nafasnya berakhir. Oleh sebab  itulah untuk menghadapinya perlu &lt;em&gt;tsabat&lt;/em&gt; dalam berpegang pada  syariat Allah swt.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini  (ajal).”&lt;/em&gt; (QS. Al-Hijr: 99)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di surat Ali Imran: 102 Allah SWT menjelaskan,&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Wahai orang-orang yang beriman bertaqwalah kamu sebenar-benar  taqwa. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan jangan sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan  beragama Islam.” &lt;/em&gt;(QS. Ali Imran: 102)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Begitu pentingnya tsabat dijalan Allah, sampai Rasulullah  –shallallâhu `alaihi wa sallam-  mengajarkan do’a kepada ummatnya,  sebagai berikut:&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;اللهم يا مقلب القلوب ثبت قلوبنا على دينك  (رواه  الترمذى)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Wahai Dzat yang membolak-balikkan hati, kokohkanlah hati-hati  kami untuk tetap berada pada agamaMu “&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;C. &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;Amaliyah (Harokiyah)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di antara sisi yang harus dibangun pada pribadi muslim adalah sisi  amaliyahnya. Amaliyah harakiah yang merubah kehidupan seorang mukmin  menjadi lebih baik. Hal ini penting sebab amaliyah adalah satu di antara  tiga tuntutan iman dan Islam seseorang. Tiga tuntutan tersebut adalah: &lt;em&gt;al-iqror  bil- lisan&lt;/em&gt; (ikrar dengan lisan), &lt;em&gt;at-tashdiq bil-qalb&lt;/em&gt; (  meyakini dengan hati), dan  &lt;em&gt;al-amal bil jawarih&lt;/em&gt; (beramal dengan  seluruh anggota badan). Jadi tidak cukup seseorang menyatakan beriman  tanpa mewujudkan apa yang diyakininya dalam bentuk amal yang nyata.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Maka katakanlah “beramallah kamu niscaya Allah dan RasulNya  serta orang-orang beriman akan melihat amalanmu itu. Dan kamu akan  dikembalikan kepada Allah yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata,  lalu diberitakanNya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.” (&lt;/em&gt;QS.  at-Taubah: 105)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Umat Islam dituntut oleh Allah –subhânahu wa ta`âlâ- untuk menunaikan  sejumlah amal, baik yang bersifat individual maupun yang kolektif  bahkan  kewajiban yang sistemik. Kewajiban individual  akan lebih  khusyu’ dan lebih baik pelaksanaannya jika ditunjang dengan sistem yang  kondusif. Shalat, puasa , zakat dan haji misalnya akan lebih baik dan  lebih khusyu’ kalau dilaksanakan di tengah suasana yang aman tenteram  dan kondusif. Apalagi kewajiban yang bersifat sistemik seperti dakwah,  amar ma’ruf nahi mungkar, jihad dsb, mutlak memerlukan  ketersediaan  perangkat sistem yang memungkinkan terlaksananya amal tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pentingnya amaliyah harakiah dalam kehidupan seorang mukmin laksana  air. Semakin banyak air bergerak dan mengalir semakin jernih dan semakin  sehat air tersebut.  Demikian juga seorang muslim semakin banyak amal  baiknya, akan semakin banyak daya untuk membersihkan dirinya, sebab  amalan yang baik bisa menjadi penghapus dosa. Simaklah QS. Huud: 114&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang)  dan pada bagian permulaan malam, sesungguhnya perbuatan yang baik itu  menghapuskan perbuatan yang buruk (dosa), itulah peringatan bagi  orang-orang yang ingat”. &lt;/em&gt;(QS. Huud: 114)&lt;em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada sedikitnya tiga alasan kenapa seorang harus beramal:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;1. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kewajiban diri pribadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai hamba Allah tentunya harus menyadari bahwa dirinya diciptakan  bukan untuk hal yang sia-sia. Baik jin dan manusia Allah ciptakan untuk  tujuan yang amat mulia yaitu untuk beribadah, menghamba kepada Allah  –subhânahu wa ta`âlâ-. Amalan adalah bentuk refleksi dari rasa  penghambaan diri kepada Dzat yang mencipta.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Dan tidak Aku ciptakan jin dan manusia kecuali agar mereka  beribadah” &lt;/em&gt;(QS. Adz Dzaariyaat: 56)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Di samping itu pertanggungjawaban di depan mahkamah Allah nanti  bersifat individu. Setiap individu akan merasakan balasan amalan diri  pribadinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Dan bahwasanya manusia tiada memperoleh selain apa yang telah  diusahakannya&lt;/em&gt;.&lt;em&gt;Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan  diperlihatkan kepadanya. &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Kemudian akan diberi balasan kepadanya  dengan balasan yang paling sempurna” (QS. an-Najm: 39-41).&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;2. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kewajiban terhadap  keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Keluarga adalah lapisan kedua dalam pembentukan ummat. Lapisan ini  akan memiliki pengaruh yang kuat baik dan rusaknya sebuah ummat. Oleh  sebab itulah seseorang dituntut  untuk beramal karena terkait dengan  kewajiban dia membentuk keluarga yang Islami, sebab tidak akan terbentuk  masyarakat yang baik tanpa melalui pembentukan keluarga yang baik dan  islami.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;“&lt;em&gt;Hai orang-orang yang beriman peliharalah dirimu dan keluargamu  dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu”&lt;/em&gt; (QS.  At-Tahrim :6)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setiap muslim seharusnya mampu membentuk keluarga yang berkhidmat  untuk Islam, seluruh anggota keluarga terlibat dalam amal islami di  seluruh bidang kehidupan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;3. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;Kewajiban terhadap  dakwah. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Beramal haraki bagi seorang muslim bukan hanya atas tuntutan  kewajiban diri dan keluarganya saja, akan tetapi juga karena tuntutan  dakwah. Islam tidak hanya menuntut seseorang saleh secara individu tapi  juga saleh secara sosial.&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“&lt;/em&gt;&lt;em&gt;dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan,  sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain.  mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar,  mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat pada Allah dan  Rasul-Nya. mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; Sesungguhnya Allah  Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.&lt;/em&gt;” (QS. At-Taubah:71)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru  kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang  munkar merekalah orang-orang yang beruntung.” &lt;/em&gt;(QS. Ali Imran: 104)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ma’ruf adalah segala perbuatan yang mendekatkan kita kepada Allah;  sedangkan Munkar ialah segala perbuatan yang menjauhkan kita dari  pada-Nya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga di dalam surat Fushshilat ayat 33:&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang  menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata:  “Sesungguhnya aku Termasuk orang-orang yang menyerah diri?” &lt;/em&gt;(QS.  Fushshilat: 33) /&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sumber : dakwatuna.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allahu a’lam.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5291653985339574918?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5291653985339574918/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/06/membangun-kepribadian-islami.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5291653985339574918'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5291653985339574918'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/06/membangun-kepribadian-islami.html' title='Membangun Kepribadian Islami'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-3747882342817448461</id><published>2010-04-16T02:35:00.000-07:00</published><updated>2010-04-16T04:36:58.744-07:00</updated><title type='text'>Hidayah Melalui Anakku</title><content type='html'>Sahibul hikayat dalam kisah ini adalah warga Madinah Nabawiyah, ia  menuturkan sebagai berikut, “Aku adalah seorang pemuda umur 37 tahun,  telah berkeluarga dengan beberapa anak. Aku telah banyak melakukan yang  diharamkan Allah. Jarang sekali shalat berjamaah, kecuali pada  momen-momen tertentu saja, sekadar formalitas di mata orang lain. Hal  itu disebabkan karena aku merasa sebagai orang jahat. Setan selalu  mengikatku setiap saat. Anakku berumur 7 tahun, namanya Marwan, ia tuli  dan bisu, tetapi ia telah banyak mereguk nilai-nilai keimanannya dari  istriku. &lt;p&gt;Pada suatu malam aku dan Marwan sedang berada di rumah, aku mulai  merencanakan apa yang akan aku lakukan malam ini bersama teman-teman,  dan di mana lokasinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Saat itu selepas shalat Maghrib, dengan bahasa isyarat anakku  mengatakan sesuatu, aku sangat paham kalau dia mengingatkan diriku untuk  shalat, “Mengapa Bapak tidak shalat?” begitu kira-kira yang ingin  dikatakannya. Kemudian ia mengangkat kedua tangannya ke langit,  lagi-lagi dengan isyarat ia mengultimatum bahwa Allah akan melihatku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Terkadang aku kepergok anakku sedang berbuat kemunkaran, aku takjub  dengan bahasa isyaratnya, ia menangis di depanku, lalu aku segera  merangkulnya, tapi ia lari dariku, ia segera lari ke tempat wudhu, lalu  datang kembali menghampiriku seraya memberi isyarat agar jangan pergi  dahulu, tiba-tiba ia shalat di depanku kemudian ia bangun dan bergegas  mengambil mushaf dan meletakkannya di hadapanku, lalu ia membukanya  dengan hanya sekali buka, kemudian jari telunjuknya menunjuk kepada  salah satu ayat dalam surat  Maryam :&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;يَاأَبَتِ إِنِّي أَخَافُ أَنْ يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِنَ  الرَّحْمَنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَانِ وَلِيًّا&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa  azab dari Tuhan yang Maha pemurah, maka kamu menjadi kawan bagi setan.”&lt;/em&gt;  (QS. Maryam: 45)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Setelah itu anakku langsung menangis, dan aku pun spontan ikut  menangis, lalu ia bangun dan&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S8hLqptm-rI/AAAAAAAAAWU/x1Kug5iH9_w/s1600/anak-shalat.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 250px; height: 180px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S8hLqptm-rI/AAAAAAAAAWU/x1Kug5iH9_w/s320/anak-shalat.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5460697744310467250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; mengusap air mataku, kemudian ia mencium  kepala dan tanganku, dan lagi-lagi dengan bahasa isyarat ia berkata  kepadaku, &lt;em&gt;“Wahai ayahku shalatlah sebelum engkau dimasukkan ke dalam  liang lahat, dan engkau akan menuai azab.”&lt;/em&gt; Demi Allah aku sangat  takut dan gemetar, tak ada yang mengetahui keadaanku saat itu kecuali  Allah, aku segera bangun, aku seperti orang bingung keluar masuk kamar,  sementara Marwan, anakku, terus menguntit sambil terus menatapku dengan  tatapan yang aneh, lalu ia berkata, “Ayo, ayah ke masjid Besar!”  maksudnya masjid Nabawy. “Tidak ah, ke masjid dekat rumah saja” bujukku  kepadanya. Anakku tetap bersikeras mengajak ke Masjid Nabawy, aku pun  segera menggandeng tangannya menuju masjid Nabawy, aku masih takut dan  gemetar, sementara anakku seperti tidak berhenti sekejap pun menatapku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesampainya di masjid Nabawy, aku segera menuju Raudah yang saat itu  telah penuh sesak dengan manusia menjelang shalat Isya. Pada saat shalat  Isya aku mendengar sang Imam membaca salah satu ayat berikut :&lt;/p&gt; &lt;p class="arabic"&gt;يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لَا تَتَّبِعُوا  خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ وَمَنْ يَتَّبِعْ خُطُوَاتِ الشَّيْطَانِ فَإِنَّهُ  يَأْمُرُ بِالْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَلَوْلَا فَضْلُ اللَّهِ  عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ مَا زَكَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ أَبَدًا وَلَكِنَّ  اللَّهَ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengikuti langkah-  langkah setan. barangsiapa yang mengikuti langkah-langkah setan, maka  sesungguhnya setan itu menyuruh mengerjakan perbuatan yang keji dan yang  mungkar. Sekiranya tidaklah karena kurnia Allah dan rahmat-Nya kepada  kamu sekalian, niscaya tidak seorang pun dari kamu bersih (dari  perbuatan-perbuatan keji dan mungkar itu) selama-lamanya, tetapi Allah  membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya. Dan Allah Maha mendengar lagi  Maha Mengetahui.”&lt;/em&gt; (QS. An Nuur: 21)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku tak mampu menguasai gelora jiwaku, aku tak kuasa menahan  tangisku, aku menangis dan Marwan pun ikut menangis karena mendengar  tangisku, di tengah shalat Marwan mengeluarkan sapu tangan dari saku  bajuku lalu mengusap air mataku. Selepas shalat aku masih tetap  menangis, sementara Marwan terus mengusap air mataku, tidak terasa aku  telah bersimpuh di masjid Nabawy selama satu jam penuh, sehingga anakku  berkata, “Sudahlah Ayah…, jangan takut!” Kami pun bergegas pulang ke  rumah, malam  itu terasa malam yang paling indah dalam hidupku, aku  seperti dilahirkan kembali ke dunia, istriku pun kemudian hadir di  dekatku, juga anak-anakku. Kami semua menumpahkan tangis, meski  anak-anakku yang lain tidak mengerti apa yang terjadi. Lalu Marwan  berkata, “Ayah tadi shalat di Masjid Nabawy.” Kulihat istriku gembira  karena buah tarbiyahnya terbukti.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aku ceritakan kepada istriku apa yang telah dilakukan Marwan  terhadapku, aku katakan kepadanya, “Demi Allah aku ingin tanya kepadamu,  apakah engkau telah mendikte Marwan membuka Mushaf dan menunjuk salah  satu ayat dalam surat Maryam yang ditunjukkan kepadaku?” Tetapi istriku  bersumpah “demi Allah” sampai tiga kali. Kemudian istriku berucap,  “Alhamdulillah atas segala hidayah ini.” Malam itu adalah malam yang  paling berkesan. Sejak saat itu aku pun tidak pernah tinggal shalat  berjamaah di masjid. Dan aku mulai memisahkan diri dari teman-teman  burukku dan telah merasakan kelezatan iman. Seandainya Anda melihatku  saat itu Anda akan dapat melihat hal itu dari wajahku.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak peristiwa itu hidupku terasa bahagia, penuh cinta dan harmonis  antara aku, istri, dan anak-anakku, khususnya anakku Marwan yang tuli  dan bisu. Cintaku sangat besar kepadanya. Bagaimana tidak! Dari kedua  tangannyalah tersuguhkan kepadaku hidayah Allah SWT.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Akhukum Abu Marwan&lt;br /&gt;Madinah Al-Munawwarah&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disadur dari kitab &lt;em&gt;Al-‘Aiduna ilallah&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; [ sumber : Dakwatuna.com ]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-3747882342817448461?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/3747882342817448461/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/04/hidayah-melalui-anakku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3747882342817448461'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3747882342817448461'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/04/hidayah-melalui-anakku.html' title='Hidayah Melalui Anakku'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S8hLqptm-rI/AAAAAAAAAWU/x1Kug5iH9_w/s72-c/anak-shalat.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-6023826098739269031</id><published>2010-03-12T01:19:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:24:38.228-08:00</updated><title type='text'>Apakah Dia Jodohku ???</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oIQzsYVUI/AAAAAAAAAV0/zyfnMWM2_GM/s1600-h/ustad-cinta.jpg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 149px; height: 138px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oIQzsYVUI/AAAAAAAAAV0/zyfnMWM2_GM/s320/ustad-cinta.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447675784105317698" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Urusan Jodoh itu ditangan Allah SWT, nah lalu bagaimana cara  mengenali jodoh dalam islam. Tips ini berguna bagi anda yang sedang  mencari jodoh dari ustad cinta, Restu Sugiharto. Menurut ustad ini .. &lt;p&gt;Tanda jodoh dalam Islam itu adalah “3M”. Apa itu?&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Siapa yang paling bisa &lt;strong&gt;Memaklumi&lt;/strong&gt;, &lt;strong&gt;Memaafkan  &lt;/strong&gt;dan &lt;strong&gt;Memotivasi &lt;/strong&gt;kita ke arah yang lebih baik  Insya Allah itu jodoh kita&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jadi kalau mau mencari jodoh, carilah yang bisa melakukan 3M diatas  supaya hubungan cinta dapat langgeng dan tidak tercerai berai alias  cerai. Jadi jodoh itu jangan berdasarkan nafsu (ganteng, kaya, dsb) tapi  haruslah berdasarkan Islam (kuat aqidahnya, rajin ibadah dan indah  akhlaknya).&lt;span id="more-815"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Menurut Ustad yang juga dikenal sebagai pakar perjodohan dan pemilik  pengajian Mujahadah Cinta Keluarga,  jika cinta itu menurut Islam maka  cinta itu datangnya dari Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Stttttttt! Jangan percaya ama ramalan jodoh atau cinta monyet. Karena itu bukan jodoh yang sesungguhnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cukup ingat 3M diatas supaya kamu benar-benar mendapatkan Jodoh  menurut Islam yang dapat membahagiakan dalam hidupmu kelak. Mencari  jodoh berdasarkan Islam. Insya Allah akan membahagiakan hidupmu baik  dunia maupun akhirat.&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; (copy paste/soe-soe)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-6023826098739269031?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/6023826098739269031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/03/apakah-dia-jodohku.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6023826098739269031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6023826098739269031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/03/apakah-dia-jodohku.html' title='Apakah Dia Jodohku ???'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oIQzsYVUI/AAAAAAAAAV0/zyfnMWM2_GM/s72-c/ustad-cinta.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-1862463286365266580</id><published>2010-02-26T03:17:00.000-08:00</published><updated>2010-03-12T01:45:29.385-08:00</updated><title type='text'>PERKAWINAN SEBUAH FITRAH KEMANUSIAAN</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oMv2lbfJI/AAAAAAAAAWM/FC7os-xJf_g/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="float: right; margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 195px; height: 260px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oMv2lbfJI/AAAAAAAAAWM/FC7os-xJf_g/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447680715503926418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Agama Islam adalah agama fithrah, dan manusia diciptakan Alloh Subhanahu wa Ta'ala cocok dengan fitrah ini, karena itu Alloh Subhanahu wa Ta'ala menyuruh manusia menghadapkan diri ke agama fithrah agar tidak terjadi penyelewengan dan penyimpangan. Sehingga manusia berjalan di atas fithrahnya. Perkawinan adalah fitrah kemanusiaan, maka dari itu Islam menganjurkan untuk nikah, karena nikah merupakan gharizah insaniyah (naluri kemanusiaan). Bila gharizah ini tidak dipenuhi dengan jalan yang sah yaitu perkawinan, maka ia akan mencari jalan-jalan syetan yang banyak menjerumuskan ke lembah hitam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Firman Alloh Subhanahu wa Ta'ala , yang artinya: "Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama (Allah); (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus; tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui". (QS: Ar-Ruum: 30).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;A. Islam Menganjurkan Nikah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Islam telah menjadikan ikatan perkawinan yang sah berdasarkan Al-Qur'an dan As-Sunnah sebagai satu-satunya sarana untuk memenuhi tuntutan naluri manusia yang sangat asasi, dan sarana untuk membina keluarga yang Islami. Penghargaan Islam terhadap ikatan perkawinan besar sekali, sampai-sampai ikatan itu ditetapkan sebanding dengan separuh agama. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata, telah bersabda Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam, yang artinya: "Barangsiapa menikah, maka ia telah melengkapi separuh dari agamanya. Dan hendaklah ia bertaqwa kepada Allah dalam memelihara yang separuhnya lagi". (HR: Thabrani dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;B. Islam Tidak Menyukai Membujang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan untuk menikah dan melarang keras kepada orang yang tidak mau menikah. Anas bin Malik radliyallahu 'anhu berkata: "Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kami untuk nikah dan melarang kami membujang dengan larangan yang keras". Dan beliau bersabda yang artinya: "Nikahilah perempuan yang banyak anak dan penyayang. Karena aku akan berbangga dengan banyaknya umatku dihadapan para Nabi kelak di hari kiamat". (HR: Ahmad dan di shahihkan oleh Ibnu Hibban).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oMO2aIK1I/AAAAAAAAAWE/w0jwOLZTudw/s1600-h/nocouplebeforeakad.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oMO2aIK1I/AAAAAAAAAWE/w0jwOLZTudw/s320/nocouplebeforeakad.jpg_320_320_0_9223372036854775000_0_1_0.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5447680148520840018" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pernah suatu ketika tiga orang shahabat datang bertanya kepada istri-istri Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam tentang peribadatan beliau, kemudian setelah diterangkan, masing-masing ingin meningkatkan peribadatan mereka. Salah seorang berkata: Adapun saya, akan puasa sepanjang masa tanpa putus. Dan yang lain berkata: Adapun saya akan menjauhi wanita, saya tidak akan kawin selamanya .... Ketika hal itu didengar oleh Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, beliau keluar seraya bersabda, yang artinya: "Benarkah kalian telah berkata begini dan begitu, sungguh demi Allah, sesungguhnya akulah yang paling takut dan taqwa di antara kalian. Akan tetapi aku berpuasa dan aku berbuka, aku shalat dan aku juga tidur dan aku juga mengawini perempuan. Maka barangsiapa yang tidak menyukai sunnahku, maka ia tidak termasuk golonganku". (HR: Bukhari dan Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang mempunyai akal dan bashirah tidak akan mau menjerumuskan dirinya ke jalan kesesatan dengan hidup membujang. Kata Syaikh Hussain Muhammad Yusuf: "Hidup membujang adalah suatu kehidupan yang kering dan gersang, hidup yang tidak mempunyai makna dan tujuan. Suatu kehidupan yang hampa dari berbagai keutamaan insani yang pada umumnya ditegakkan atas dasar egoisme dan mementingkan diri sendiri serta ingin terlepas dari semua tanggung jawab".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang membujang pada umumnya hanya hidup untuk dirinya sendiri. Mereka membujang bersama hawa nafsu yang selalu bergelora, hingga kemurnian semangat dan rohaninya menjadi keruh. Mereka selalu ada dalam pergolakan melawan fitrahnya, kendatipun ketaqwaan mereka dapat diandalkan, namun pergolakan yang terjadi secara terus menerus lama kelamaan akan melemahkan iman dan ketahanan jiwa serta mengganggu kesehatan dan akan membawanya ke lembah kenistaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi orang yang enggan menikah baik itu laki-laki atau perempuan, maka mereka itu sebenarnya tergolong orang yang paling sengsara dalam hidup ini. Mereka itu adalah orang yang paling tidak menikmati kebahagiaan hidup, baik kesenangan bersifat sensual maupun spiritual. Mungkin mereka kaya, namun mereka miskin dari karunia Alloh.&lt;br /&gt;Islam menolak sistem ke-rahib-an karena sistem tersebut bertentangan dengan fitrah kemanusiaan, dan bahkan sikap itu berarti melawan sunnah dan kodrat Alloh Subhanahu wa Ta'ala yang telah ditetapkan bagi makhluknya. Sikap enggan membina rumah tangga karena takut miskin adalah sikap orang jahil (bodoh), karena semua rezeki sudah diatur oleh Alloh Subhanahu wa Ta'ala sejak manusia berada di alam rahim, dan manusia tidak bisa menteorikan rezeki yang dikaruniakan Alloh Subhanahu wa Ta'ala, misalnya ia berkata: "Bila saya hidup sendiri gaji saya cukup, tapi bila punya istri tidak cukup ?!".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkataan ini adalah perkataan yang batil, karena bertentangan dengan ayat-ayat Alloh Subhanahu wa Ta'ala dan hadits-hadits Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam. Alloh Subhanahu wa Ta'ala memerintahkan untuk kawin, dan seandainya mereka fakir pasti Alloh akan membantu dengan memberi rezeki kepadanya. Alloh Subhanahu wa Ta'ala menjanjikan suatu pertolongan kepada orang yang nikah, dalam firman-Nya, yang artinya: "Dan kawinkanlah orang-orang yang sendirian di antara kamu dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahayamu yang laki-laki dan perempuan. Jika mereka miskin Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Maha Luas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui". (QS: An-Nur: 32).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasululloh shallallahu 'alaihi wa sallam menguatkan janji Alloh itu dengan sabdanya, yang artinya: " Ada tiga golongan manusia yang berhak Alloh tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka, dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya". (HR: Ahmad 2: 251, Nasa'i, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits No. 2518, dan Hakim 2: 160 dari shahabat Abu Hurairah radliyallahu 'anhu).&lt;br /&gt;Ibnu Mas'ud radliyallahu 'anhu pernah berkata: "Jika umurku tinggal sepuluh hari lagi, sungguh aku lebih suka menikah daripada aku harus menemui Allah sebagai seorang bujangan". (Tuhfatul 'Arus hal. 20).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Sumber Rujukan: Berbagai Sumber dari Al-Qur'an dan As Sunnah serta Kitab-Kitab Hadits)&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-1862463286365266580?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/1862463286365266580/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/02/perkawinan-sebuah-fitrah-kemanusiaan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1862463286365266580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1862463286365266580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/02/perkawinan-sebuah-fitrah-kemanusiaan.html' title='PERKAWINAN SEBUAH FITRAH KEMANUSIAAN'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/S5oMv2lbfJI/AAAAAAAAAWM/FC7os-xJf_g/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-8509271155756627536</id><published>2010-02-11T01:04:00.000-08:00</published><updated>2010-02-11T01:33:14.947-08:00</updated><title type='text'>Mendidik Anak Secara Islam</title><content type='html'>&lt;h3 style="font-family: georgia; font-weight: bold;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;em&gt;Menurut perspektif Islam, pendidikan kanak-kanak ialah proses  mendidik, mengasuh dan melatih rohani dan jasmani mereka berteraskan  nilai-nilai baik yang bersumberkan Al-Quran, Hadis dan pendapat serta  pengalaman para ulama. Ia bertujuan melahirkan ” Insan Rabbani” yang  beriman, bertakwa dan beramal soleh.&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:arial;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Falsafah pendidikan sebenarnya menekankan aspek rohani dan jasmani,  sesuai dengan kejadian manusia itu sendiri yaang terdiri daripada roh  dan jasad. Ianya melibatkan beberapa peringkat, bermula dari dalam  kandungan sehinggalah ia lahir dan menjadi dewasa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Membentuk Dunia Kanak-kanak.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebelum anak-anak dilahirkan, ibubapa menyediakan tempat yang sesuai  untuk membesarkan anak dengan sebaik-baiknya. Ini bermakna dunia  kanak-kanak setelah dilahirkan ialah rumah ibubapa itu sendiri. Untuk  mencapai kesempurnaan hidup kanak-kanak, ibu-bapa perlu membentuk  suasana harmoni dan bercirikan keislaman dalam kehidupan rumahtangga  terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Jika pasangan suami isteri menghayati nilai-nilai keislaman dalam  kehidupan rumahtangganya, mudahlah ia mendidik anak-anaknya dengan  benih-benih Islam. Sebaliknya, jika pasangan suami isteri gagal  menerapkan nilai-nilai Islam dan mengekalkan kerukunan rumahtangga,  sukarlah bagi mereka mentarbiyah anak-anak mengikut acuan dan budaya  hidup Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Atas itulah Rasulullah S.A.W mengingatkan bakal-bakal suami agar  memilih bakal isteri yang mempunyai kesungguhan dan penghayataan agama,  bukan kerana paras rupa, keturunan atau harta semata-mata. Sabda  Rasulullah yang bermaksud:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: georgia;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em&gt;“wanita dikahwini kerana empat perkara, iaitu kerana hartanya,  keturunannya, kecantikannya dan agamanya. Maka pilihlah yang beragama  kerana ia menguntungkan kamu(lebih utama)”&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Ketika Anak Dalam Kandungan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Proses pendidikan mula berlaku ketika bayi masih berada dalam  kandungan ibunya. Pendidikan pada peringkat ini lebih bercorak  kerohanian, iaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagi ibu-ibu yang mengandung digalakkan supaya memper-banyakkan  bacaan Al-Quran terutama surah Yusuf, Mariam, Luqman dan At-Taubah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ibu hendaklah sentiasa berdoa kepada Allah S.W.T agar anak yang  bakal dilahirkan itu nanti menjadi seorang anak yang soleh, berilmu,  beriman, bertakwa dan berakhlak mulia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ibu bapa hendaklah mendapat rezeki daripada sumber yang halal supaya  benih yang bakal dilahirkan itu nanti datang daripada darah daging yang  halal.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ibu hendaklah makan makanan yang berzat dan sentiasa menjaga  kesihatan tubuh badannya. Kebersihan diri hendaklah diutamakan bagi  menjamin kesihatan anak-anak dalam kandungan. Faktor kesihatan amat  dititik beratkan oleh Islam sehingga Islam memberikan kelonggaran kepada  ibu yang mengandung untuk berbuka puasa sekiranya merasakan puasa itu  menjejaskan kesihatan diri dan anaknya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Ketika mengandung, ibu perlulah menyesuaikan diri dengan perubahan  perubahan yang berlaku kepada dirinya. Pada waktu begini sememangnya  keadaan ibu agak berbeza dari waktu – waktu biasa, terutamanya bagi ibu  yang bakal melahirkan anak yang pertama. Mungkin selera makannya hilang,  perasaan agak terganggu(sensitif) dan hatinya boleh berdebar-debar  kerana bayi dalam kandungannya itu adalah sebahagian daripada dirinya.  Ketika ini para suami hendaklah lebih memahami keadaan isteri serta  memberi dorongan yang kuat kepadanya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Setelah Anak Dilahirkan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Setelah anak dilahirkan, hendaklah segera diazankan telinga kanannya  dan diiqamatkan telinga kirinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Abu Rafi meriwayatkan sebuah hadis yang bermaksud:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em style="font-family: georgia;"&gt;” Aku melihat sendiri Rasulullah S.A.W mengazankan Hasan B. Ali  pada telinganya ketika ia baru dilahirkan oleh Fatimah r.a”&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt;  &lt;/span&gt;(Riwayat Abu Daud dan Termizi)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sebagai suapan yang pertama, sunat bayi disuapkan dengan manisan  seperti madu dan kurma. Abu Musa Al Asyari r.a. dalam sebuah riwayat  mengatakan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em style="font-family: georgia;"&gt;“Isteriku melahirkan seorang anak. Bayi itu ku bawa kepada  Rasulullah S.A.W.. Baginda menamakannya Ibrahim, kemudiannya disuap  dengan buah kurma(yang telah dilumatkan) setelah itu baginda mendoakan  keberkatan baginya lalu bayi itu diserahkan kembali kepadaku”.&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt; (Riwayat Bukhari dan Muslim)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada hari ketujuh kelahirannya, ibu bapa disunatkan bersedekah dengan  melakukan ibadah aqiqah untuk anaknya. Seekor kambing bagi anak  perempuan dan dua ekor kambing bagi anak lelaki. Rambutnya pula sunat  dicukur keseluruhannya supaya kepalanya bersih, otaknya cergas dan  rambut barunya tumbuh dengan subur dan sihat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Sabda Rasulullah S.A.W yang bermaksud:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;em style="font-family: georgia;"&gt;“Setiap anak yang baru dilahirkan bergantung kepada aqiqahnya.  Hendaklah diaqiqahkan dengan menyembelih kambing pada hari ke tujuh,  diberi nama pada hari itu dan dicukur kepalanya”.&lt;/em&gt;&lt;span style="font-family: georgia;"&gt; &lt;/span&gt;( Riwayat Abu  Daud, Termizi dan Nasa)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Bagi ibu yang menyusukan anak, ia perlu makan makanan yang halal,  bersih, dan berzat. Ketika menyusukan anak, hatinya hendaklah selalu  mendoakan kejayaan anaknya. Ketika hendak tidur, dodoikan (lagukan)  dengan kalimah memuji Allah dan Rasulnya seperti nasyid dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Apabila anak sudah mulai pandai bercakap, hendaklah membiasakannya  dengan percakapan yang baik-baik seperti selawat, zikir dan lain-lain  perkataan yang seumpamanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;Umur antara 5 hingga 7 tahun.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Pada peringkat umur antara 5-7 tahun, memerlukan teknik pendidikan  yang lebih luas dan menyeluruh. Pengisian antara keperluan rohani dan  jasmani perlu didedahkan serentak dan diseimbangkan. Teknik pembelajaran  dan pengajaran perlu menggunakan kaedah yang sesuai kerana kanak-kanak  biasanya akan belajar(mengikut) berdasarkan pemerhatian iaitu apa yang  dilakukan oleh individu disekelilingnya terutama ahli keluarganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Menurut pandangan Islam, pada peringkat ini anak-anak wajar  didedahkan dengan latihan menulis, membaca, mengira dan berbahasa.  Pendidikan yang wajar didedahkan pada peringkat ini ialah bab ibadah dan  akhlak. Misalnya kanak-kanak yang baru meningkat umur mumayyiz  hendaklah dilatih mendirikan sembahyang. Seterusnya adab-adab yang mulia  hendaklah mula diterapkan dalam bentuk latihan amali seperti:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol style="font-family: lucida grande;font-family:courier new;" &gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mendidik anak supaya taat dan beradab kepada kedua ibubapanya;  timbulkan kesedaran kepada mereka bahawa pengorbanan ibubapa terhadapnya  adalah amat besar dan mereka perlu bersyukur kerana menjadi anak yang  masih mempunyai kedua ibubapa. Ini dapat mengeratkan hubungan mesra,  rasa kasih sayang antara ahli keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar anak supaya taat dan beradab kepada guru dan orang yang  lebih tua daripadanya; guru merupakan orang yang bertanggungjawab  mendidik dan menyampaikan ilmu manakala orang yang lebih tua adalah  orang yang lebih berpengalaman dan berpengetahuan daripadanya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar anak bercakap atau bergaul dengan baik; anak-anak hendaklah  dilatih bercakap benar, sopan santun dan mengucapkan perkataan yaang  baik-baik. Kanak-kanak biasanya begitu sensitif dengan pendengarannya,  ia mudah terikut-ikut dengan apa yang didengarnya. Sebab itu jika  ibubapa mahu menegur atau memarahi mereka, hendaklah menggunakan bahasa  yang paling sopan bukannya dengan bahasa yang kesat, kasar dan keras.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar anak-anak adab bergaul dengan rakan-rakan; anak-anak harus  dinasihatkan agar tidak berbangga atau meninggi diri di hadapan rakan  sebayanya, jangan sekali-kali menyakiti atau mengambil hak orang lain .&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar anak adab makan minum yang baik; sifat atau sikap yang  tidak sopan seperti gelojoh ketika makan hendaklah ditegah, sebaliknya  anak-anak dilatih dulu dengan adab-adab makan seperti mencuci tangan,  duduk dengan sopan serta berdoa sebelum dan sesudah makan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar anak adab berpakaian; pakaian yang dipilih hendaklah  menutup aurat dan bukan untuk menunjuk-nunjuk kepada orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar adab dan bangun daripada tidur; sebaiknya hendaklah  mengadap qiblat, membersihkan diri sebelum dan selepas bangun daripada  tidur.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Mengajar anak adab masuk dan keluar tandas, anak-anak perlu diajar  cara membuang air kecil/besar dan cara masuk ke dalam tandas seperti  membaca doa, menutup kepala,membelakangkan qiblat dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-family: lucida grande;font-family:arial;font-size:130%;"  &gt;Anak-anak merupakan amanah Allah yang perlu dididik dengan sebaiknya  sejak ia kecil lagi supaya apabila besar kelak menjadi anak yang soleh  dan sentiasa taat kepada kedua ibubapanya. Mereka ibarat kain putih dan  ibubapa lah yang berperanan mencorak dan melukiskannya dengan  warna-warna menarik yang menjadi amalan dan cara hidup Islam. &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[soe-soe / copy paste]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-8509271155756627536?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/8509271155756627536/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/02/mendidik-anak-secara-islam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/8509271155756627536'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/8509271155756627536'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/02/mendidik-anak-secara-islam.html' title='Mendidik Anak Secara Islam'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-6683997057556770390</id><published>2010-01-04T23:09:00.000-08:00</published><updated>2010-01-04T23:12:53.602-08:00</updated><title type='text'>Mencari Kesegaran Hati</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh : Muhammad Nuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;“Agama ini kokoh dan kuat. Masukilah dengan lunak, dan jangan sampai timbul kejenuhan dalam beribadah kepada Rabbmu.” (Al-Baihaqi)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Maha Suci Allah yang mempergilirkan siang dan malam. Kehidupan pun menjadi dinamis, seimbang, dan berkesinambungan. Ada hamba-hamba Allah yang menghidupkan siang dan malamnya untuk senantiasa dekat dengan Yang Maha Rahman dan Rahim. Tapi, tidak sedikit yang akhirnya menjauh, dan terus menjauh.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;strong&gt;Seperti halnya tanaman, ruhani butuh siraman&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Sekuat apa pun sebatang pohon, tidak akan pernah bisa lepas dari ketergantungan dengan air. Siraman air menjadi energi baru buat pohon. Dari energi itulah pohon mengokohkan pijakan akar, meninggikan batang, memperbanyak cabang, menumbuhkan daun baru, dan memproduksi buah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Seperti itu pula siraman ruhani buat hati manusia. Tanpa kesegaran ruhani, manusia cuma sebatang pohon kering yang berjalan. Tak ada keteduhan, apalagi buah yang bisa dimanfaatkan. Hati menjadi begitu kering. Persis seperti ranting-ranting kering yang mudah terbakar.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Allah swt. memberikan teguran khusus buat mereka yang beriman. Dalam surah Al-Hadid ayat 16, Yang Maha Rahman dan Rahim berfirman, “&lt;em&gt;Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka). Janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka. Lalu, hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Hati buat orang-orang yang beriman adalah ladang yang harus dirawat dan disiram dengan zikir. Dari zikirlah, ladang hati menjadi hijau segar dan tumbuh subur. Akan banyak buah yang bisa dihasilkan. Sebaliknya, jika hati jauh dari zikir; ia akan tumbuh liar. Jangankan buah, ladang hati seperti itu akan menjadi sarang ular, kelabang dan sebagainya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Hamba-hamba Allah yang beriman akan senantiasa menjaga kesegaran hatinya dengan lantunan zikrullah. Seperti itulah firman Allah swt. dalam surah Ar-Ra’d ayat 28. “&lt;em&gt;(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allahlah hati menjadi tenteram.&lt;/em&gt;“&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Rasulullah saw. pernah memberi nasihat, “Perumpamaan orang yang berzikir kepada Rabbnya dan yang tidak, seumpama orang hidup dan orang mati.” (Bukhari dan Muslim)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;strong&gt;Siapapun kita, ada masa lengahnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Manusia bukan makhluk tanpa khilaf dan dosa. Selalu saja ada lupa. Ketika ruhani dan jasad berjalan tidak seimbang, di situlah berbagai kealpaan terjadi. Saat itulah, pengawasan terhadap nafsu menjadi lemah.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Imam Ghazali mengumpamakan nafsu seperti anak kecil. Apa saja ingin diraih dan dikuasai. Ia akan terus menuntut. Jika dituruti, nafsu tidak akan pernah berhenti.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Pada titik tertentu, nafsu bisa menjadi dominan. Bahkan sangat dominan. Nafsu pun akhirnya memegang kendali hidup seseorang. Nalar dan hatinya menjadi lumpuh. Saat itu, seorang manusia sedang menuhankan nafsunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Allah swt. berfirman, “&lt;em&gt;Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat berdasarkan ilmu-Nya dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya dan meletakkan tutupan atas penglihatannya&lt;/em&gt;.” (Al-Jatsiyah: 23)&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;strong&gt;Seburuk apapun seorang muslim, ada pintu kebaikannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Seperti halnya manusia lain, seorang muslim pun punya nafsu. Bedanya, nafsu orang yang beriman lebih terkendali dan terawat. Namun, kelengahan bisa memberikan peluang buat nafsu untuk bisa tampil dominan. Dan seorang hamba Allah pun melakukan dosa.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Dosa buat seorang mukmin seperti kotoran busuk. Dan shalat serta istighfar adalah di antara pencuci. Kian banyak upaya pencucian, kotoran pun bisa lenyap: warna dan baunya.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Allah swt. berfirman dalam surah Ali Imran ayat 133 hingga135. “&lt;em&gt;Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa….Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah. Lalu, memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? &lt;/em&gt;&lt;em&gt;Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.&lt;/em&gt;“&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Khilaf buat hamba Allah seperti mata air yang tersumbat. Dan zikrullah adalah pengangkat sumbat. Ketika zikrullah terlantun dan tersiram dalam hati, air jernih pun mengalir, menyegarkan wadah hati yang pernah kering.&lt;/p&gt;&lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;&lt;strong&gt;Sekecil Apapun kebaikan dan keburukan, ada ganjarannya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Satu hal yang bisa menyegarkan kesadaran ruhani adalah pemahaman bahwa apa pun yang dilakukan manusia akan punya balasan. Di dunia dan akhirat. Dan di akhirat ada balasan yang jauh lebih dahsyat.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Firman Allah swt., “&lt;em&gt;Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan siapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.&lt;/em&gt;” (Al-Zilzaal: 7-8)&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;Pemahaman inilah yang senantiasa membimbing hamba Allah untuk senantiasa beramal. Keimanannya terpancar melalui perbuatan nyata. Lantunan zikirnya hidup dalam segala keadaan.&lt;/p&gt; &lt;p style="margin: 6pt 0in;"&gt;“&lt;em&gt;(Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), ‘Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka&lt;/em&gt;.” (Ali Imran: 191)&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; sumber :&lt;/span&gt; &lt;strong&gt;dakwatuna.com &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-6683997057556770390?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/6683997057556770390/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/01/oleh-muhammad-nuh-agama-ini-kokoh-dan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6683997057556770390'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6683997057556770390'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2010/01/oleh-muhammad-nuh-agama-ini-kokoh-dan.html' title='Mencari Kesegaran Hati'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5633401242867827214</id><published>2009-12-30T21:40:00.000-08:00</published><updated>2009-12-30T21:58:02.215-08:00</updated><title type='text'>Janjimu Adalah Utangmu</title><content type='html'>&lt;span class="postedby"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Muhammad Nuh  &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;“Hai orang-orang yang beriman penuhilah akad-akad itu.” (Al-Maidah: 1) &lt;p&gt;Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Segala perilakunya terjaga dari kekurangan dan keburukan. Sepak terjangnya memberi manfaat buat lingkungan sekitarnya. Pepohonan hijau lestari dalam kekuasaannya. Hewan-hewan tak terzalimi dengan tangan-tangan mukmin itu. Dan manusia sekitar merasa senang dengan kehadirannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Siapapun, yang di langit dan di bumi, akan menaruh simpati pada seorang mukmin sejati. Hampir tak satu pun buah amal yang dihasilkan muncul sia-sia. Tak ada yang mentah bergetah. Dan tak ada yang busuk berbau. Ucapannya begitu menyejukkan telinga yang mendengar. Dan janjinya begitu terpelihara.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa beraninya seorang manusia yang mengobral janji. Seolah, tak pernah ada pertanggungjawaban dari janji yang ia sebar. Padahal, tak satu pun janji yang keluar dari lisan seorang kecuali sebuah utang yang harus dibayar. Seberapa besar dan sekecil apa pun, janji akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh mulia baginda Rasulullah saw yang terkenal dengan sifat Al-Amin. Siapa pun yang pernah bergaul dengan beliau akan merasa puas, aman, dan hormat. Tak sekali pun Rasul mulia itu berdusta, walau dalam canda. Tak pernah terucap janji dari lisan beliau kecuali tertunaikan dengan sempurna. Tak ada satu amanah pun terpikul di pundak beliau, melainkan terlaksana memuaskan. Semuanya bergulir lancar, tanpa cacat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tak sedikit manusia yang lupa, lalai. Kesibukan duniawi telah menelantarkan seribu satu janji yang pernah terucap. Badai ambisi dan obsesi telah menenggelamkan semua kerikil janji: besar dan kecil. Kasih sayang Allalah yang telah menghidupkan kesadaran hamba Allah akan janji-janji mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Betapa banyak janji yang telah terucap dari mulut seorang manusia. Ada janji-janji pasti yang terikrar sejalan dengan rute hidup yang telah ditempuh seorang anak Adam: janji pada Allah, jamaah dan dakwah, janji sebagai seorang yang mengemban amanah, sebagai suami atau isteri, sebagai orang tua kepada anak-anak, dan sebagai anggota masyarakat. Ada juga janji-janji lain yang lahir bersamaan dengan pergaulan sesama manusia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;1. Janji pada Allah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sudahkah kita tunaikan janji kita pada Allah swt. Ucapan dua persaksian seorang mukmin kepada Allah dan Rasul adalah janji. Bahwa, tidak ada &lt;em&gt;ilah&lt;/em&gt; selain Allah. Dan Muhammad sebagai utusan Allah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benarkah persaksian sakral itu telah kita jaga dengan seluruh kesungguhan. Masihkah kita menjadikan tuhan-tuhan lain selain Allah. Adakah hal lain yang lebih kita takuti selain Allah. Adakah hal lain yang lebih kita cintai selain Allah. Adakah hal lain yang lebih kita ikuti aturannya selain aturan Allah swt. Sudahkah kita letakkan sosok teladan bagi diri kita pada Rasulullah saw. Atau, ada idola-idola lain yang dengan penuh keridhaan tertancap kuat dalam hati kita yang paling dalam. Benarkah ungkapan cinta dan pengorbanan kita buat Allah dan RasulNya hanya sekadar hiasan bibir. Ungkapan yang sering terdengar, tapi berat dalam pembuktian.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kita pun sering berucap janji lain pada Allah. Saat shalat, ada janji terucap. Tak kurang dari tujuh belas kali janji itu mengalir dari lidah kita. “Hanya kepadaMu kami menyembah, dan hanya kepadaMu kami memohon pertolongan.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Benarkah? Benarkah seluruh diri kita secara khusyuk tunduk dalam ibadah hanya pada Allah. Benarkah hati kita hadir dengan seluruh keikhlasan pada Allah. Hanya karena dan untuk Allah. Atau, masih ada bayang-bayang lain selain Allah. Bagaimana mungkin seorang hamba Allah bisa menuntut terkabulnya doa secara sempurna, sementara nilai ibadahnya hanya separuh. Sebagian buat Allah, dan sisanya tercecer ke hal-hal lain: ingin dibilang saleh, dipuji, dihormati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2. Janji pada Jamaah dan Dakwah&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagian besar sahabat ada yang telah berjanji setia pada Rasulullah. Janji setia atau &lt;em&gt;bai’ah&lt;/em&gt; itu menjadi pagar yang senantiasa menjaga kelurusan jalan dakwah yang mereka tempuh. Kala tarikan-tarikan kepentingan duniawi mulai menggiring mereka ke jalan lain, janji &lt;em&gt;bai’ah&lt;/em&gt; itu menjadi ingatan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Mungkin, ada di antara kita yang sudah berjanji setia untuk istiqamah dalam jalan dakwah. Sungguh, janji setia itu adalah utang. Kalau ia tertunaikan dengan baik, kebaikan itu akan berpulang pada pelaku itu sendiri. Dan jika terkhianati, buruknya pengkhianatan itu pun akan berbalik pada sang pelaku. Semoga, Allah menjauhi kita dari jalan tempuh yang kedua itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Allah swt mengabadikan peristiwa &lt;em&gt;bai’ah&lt;/em&gt; nan penuh makna itu dalam surah Al-Fath ayat 10. “Sesungguhnya orang-orang yang berjanji setia kepada kamu sesungguhnya mereka berjanji setia kepada Allah. Tangan Allah di atas tangan mereka, maka barangsiapa yang melanggar janji maka akibat pelanggaran itu akan menimpa dirinya sendiri dan barangsiapa menepati janjinya kepada Allah maka Allah akan memberinya pahala yang besar.”&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;3. Janji pada Isteri &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berhati-hatilah buat mereka yang sudah menikah. Secara sadar dan disaksikan orang banyak, para suami telah menyatakan sebuah janji. Bahwa, mereka akan mempergauli isteri-isteri mereka dengan cara yang baik. Dan tidak akan lalai dari pemberian nafkah kepada isteri, baik yang lahir maupun batin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itulah janji pada isteri. Suatu saat, Allah swt yang juga diatasnamakan dalam janji itu akan minta pertanggungjawaban para suami. Sudahkah para suami menepati janji itu. Adakah ucapan itu benar-benar janji yang bermakna tinggi. Atau, hanya sekadar basa-basi formalitas. Dan akan terlupakan dalam hiruk-pikuk rutinitas kehidupan berumah tangga.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada saatnya, nilai janji seorang suami menjadi luntur dengan gerusan romantisme cinta sesaat. Itulah mungkin, kenapa ada seorang suami yang tega-teganya menelantarkan tanggungjawab sebagai suami hanya karena kebutuhan sesaat. Semoga Allah swt senantiasa menguatkan hati hamba-hamba Allah yang amanah dengan isterinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;4. Janji pada Anak&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seringkali, seorang ayah atau ibu memberikan janji karena ingin mengalihkan perhatian anak. Mereka tidak sadar, kalau semua ucapan janji itu terekam kuat oleh anak. Ada anak yang berani menuntut. Tapi, tidak sedikit anak yang memendam kecewa. Suatu yang oleh orang tua remeh, padahal buat anak teramat besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dari situlah, anak-anak belajar tentang janji. Seberapa suci dan tingginya sebuah janji sangat bergantung pada kepentingan. Anak-anak menyimpulkan bahwa janji hanya permainan. Bisa ditepati, bisa juga tidak. Tergantung pada kepentingan yang berjanji. Jika kepentingannya sudah terpenuhi, janji tinggallah janji: hanya ucapan basa-basi. Kelak, anak-anak akan mewariskan tabiat buruk itu.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sungguh beruntung orang-orang yang beriman. Yaitu, mereka yang senantiasa menjaga amanah dan janji yang telah terutangkan. Maha Benar Allah dalam firmanNya pada surah Al-Fath ayat 10. “Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman. (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya… Dan orang-orang yang memelihara amanah-amanah (yang dipikulnya) dan janjinya.” &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;[sumber : dakwatuna]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5633401242867827214?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5633401242867827214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/12/janjimu-adalah-utangmu.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5633401242867827214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5633401242867827214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/12/janjimu-adalah-utangmu.html' title='Janjimu Adalah Utangmu'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-7870614694676075919</id><published>2009-12-03T22:20:00.000-08:00</published><updated>2009-12-04T01:45:25.844-08:00</updated><title type='text'>Orang Tua dan Anak</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Book Antiqua;font-size:130%;"  &gt;&lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Seorang anak tentu kadang kala berbuat    sesuatu yang tidak sesuai dengan pandangan orang tuanya. Bilamana perbuatannya    ini sering dilakukan, maka anak tersebut dikatakan sebagai anak nakal.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SxjaBHlNitI/AAAAAAAAAVs/i725aYXuUw8/s1600-h/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 217px; height: 121px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SxjaBHlNitI/AAAAAAAAAVs/i725aYXuUw8/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5411314665035500242" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sebagai seorang anak kecil yang alam    pikirannya masih sangat sederhana, tentunya sering mendapatkan teguran dari    orang tuanya. Terlebih-lebih seorang anak yang nakal tentu akan mendapatkan    hukuman yang lebih berat.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 102); font-weight: bold;"&gt;Semua orang tumbuh dari bayi, lalu menjadi    anak kecil, dan hingga sekarang. &lt;/span&gt;Sewaktu sebagai seorang anak kecil yang    mempunyai orang-tua, tentu pernah mengalami dihukum oleh orang-tua, pengasuh,    atau guru. Walaupun kadang kala bagi anak kecil tersebut merasa bahwa    perbuatannya tidak salah, tetapi mengapa orang-tuanya melarangnya bahkan    menghukumnya. Si anak kecil ingin berontak, tetapi apa daya karena takut    dihukum lebih berat lagi. &lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Sungguh suatu keadaan yang ironis, bagi diri    anak kecil ini. Dirinya merasa akan mendapatkan kesenangan dengan melakukan    perbuatannya, tetapi akhirnya hukuman menyakitkan yang didapatnya. &lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Dirinya hanya harus menerima mentah-mentah    nasehat orang tua bahwa dirinya dihukum demi kebaikannya sendiri, tetapi    sebenarnya dirinya tidak tahu apa maksud kebaikan bagi dirinya. &lt;/span&gt;Yang diketahui    bahwa orang-tuanya hanya melarang untuk melakukan lagi perbuatan yang    menyenangkan itu. Inilah suatu proses belajar dan mengajar yang umum    berlangsung sejak lampau hingga sekarang.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sebagai seorang anak kecil yang sering    merasakan sakitnya hukuman dari orang-tua, walaupun kadang kala pada awalnya    masih merasa bingung karena tidak memahami apa sebabnya dilarang. &lt;/span&gt;Akhirnya    hanya dapat menangis menahan sakitnya hukuman. &lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Rasa bingung, benci, kesal, dan takut    bercampur aduk dipikirannya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dirinya merasa ketidak adilan sebagai anak kecil    yang tidak dapat melakukan apa yang disukainya, sedangkan orang tua dapat    melakukan apa saja tanpa ada yang menghukumnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Memahami alam pikiran anak kecil yang masih    polos dan sederhana, walaupun mereka kadang kala tidak mengetahui akibat dari    perbuatannya karena ketidak-tahuannya. Harus kita akui bahwa mereka mencari    kebahagiaan dan kesenangan terbaik sebatas jangkauan alam pikirannya, tetapi    apa yang terbaik bagi menurut pandangan mereka bukanlah yang terbaik bagi    orang tua. Orang tua mempunyai pengalaman dan pengetahuan yang lebih luas,    sehingga mereka mengetahui kekeliruan pandangan dari para anak kecil.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Demikian pula para mahluk yang melakukan    perbuatannya untuk mencari kebahagiaan dan kesenangan sesuai alam pikirannya    masing-masing. Para orang dewasa berpikir bahwa perbuatan dan perkataannya    adalah terbaik baginya, tetapi sadarkah mereka bahwa yang baik bagi mereka    belum tentu yang terbaik menurut menurut Yang Maha Kuasa. Sadarkah para orang    dewasa, jangan-jangan kita berkelakuan seperti anak kecil dimata para mahluk    suci lainnya. Atau bahkan sebagai anak nakal, dimata Yang Maha Kuasa.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Sadarkah para orang tua bahwa ada suatu    berkah yang sangat luar biasa bagi seluruh orang tua, pengasuh, dan guru. &lt;/span&gt;   Dimana seorang anak kecil, walaupun kerap kali mendapat hukuman. Anak kecil    itu dapat melupakannya. &lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Bayangkan bilamana setiap orang masih    mengingat segala hukuman yang diterimanya sewaktu kecil. Bila mereka tidak    melupakannya, tentu semua orang akan ingat berapa banyak ayah, ibu, pengasuh,    dan guru mereka telah menghukum mereka. Sangat sedikit sekali kejadian yang    dapat diingatnya dan tersimpan dihatinya, bila tidak tentu semua orang akan    dendam terhadap orang tua, pengasuh, dan guru mereka.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Bersyukurlah para orang tua bahwa anak-anak    tidak dipengaruhi oleh ikatan pikiran yang kuat, sehingga segalanya dapat    diterima dan terlupakan.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Bila anak menghukium orang tua walau hanya sekali    saja, berapa lama pikiran ini mengikutinya ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;"Orang tua memarahi anaknya beratus-ratus    kali, tetapi tidak ada pikiran yang membekas. Anak memarahi orang tua sekali    saja, tetapi berjuta-juta goresan terpahat dalam pikirannya."&lt;/p&gt;   &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Yang Maha Kuasa tidak akan menghukum anaknya    yang paling nakal sekalipun. Tetapi dengan maha pengasih yang luar biasa, Yang    Maha Kuasa selalu mengirim para pembimbing kebenaran sepanjang masa. Para    membimbing kebenaran sebagai penuntun bagi manusia agar sadar bahwa    kebahagiaan yang mereka cari selama ini bukanlah kebahagiaan sejati, mereka    hanya mengejar kebahagiaan semu dan tidak abadi yang tidak dapat menolong    diakhir hidupnya.&lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal" align="justify"&gt;Manusia kerap kali mengingkari Yang Maha    Kuasa, tetapi sungguh suatu berkah bagi para mahluk bahwa Yang Maha Penciptaa    selalu melimpahkan cinta, kasih , yang tanpa batas kepada manusia tiada hentinya.   &lt;/p&gt;      &lt;p class="Normal"&gt;Lihatlah bukankan setiap saat matahari tetap bersinar    menerangi dunia. Inilah bukti yang sangat sederhana tetapi sangat disayangkan    manusia tidak lagi memahami kebenarannya. Jangankan bersyukur atas berkah Yang    Maha Kuasa menciptakan terang, berterima kasihpun tidak terpikir. Manusia    lebih cenderung menganggap bahwa sudah menjadi tugas alamiah matahari untuk    menerangi dunia.&lt;/p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-7870614694676075919?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/7870614694676075919/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/12/orang-tua-dan-anak.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/7870614694676075919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/7870614694676075919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/12/orang-tua-dan-anak.html' title='Orang Tua dan Anak'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SxjaBHlNitI/AAAAAAAAAVs/i725aYXuUw8/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-7665130154721319347</id><published>2009-11-22T16:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-23T17:46:32.308-08:00</updated><title type='text'>Generasi Baru Abad 21: Generasi Platinum</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwnfwNC0GnI/AAAAAAAAAVc/mTGQguh0nK8/s1600/shockedkidzatpcsmlb2.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 306px; height: 320px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwnfwNC0GnI/AAAAAAAAAVc/mTGQguh0nK8/s320/shockedkidzatpcsmlb2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5407098846863170162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ketika masyarakat masih terpana dengan kehadiran generasi Y (Milenium), mereka tidak menyadari akan munculnya sebuah calon generasi baru yang lahir pada abad ke-21 yang lebih canggih dari generasi Y. Merekalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Generasi Platinum&lt;/span&gt;, yang lahir sesudah tahun 2000. Seperti apakah ciri-ciri, kesukaan, sikap, aspirasi mereka? Faktor-faktor dan kejadian-kejadian apa saja yang membentuk kepercayaan dan tingkah laku mereka?&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Psikolog dari Universitas Paramadina, Alzena Masykouri, kepada ANTARA News mengatakan bahwa generasi itu lahir di masa keterbukaan teknologi, keterbukaan cara berpikir, keterbukaan berperilaku, serta ketersediaan sarana pendidikan yang jauh lebih baik dibandingkan dengan generasi-generasi sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Penamaan sebagai Generasi Platinum oleh para pakar dunia sebetulnya cuma istilah saja, untuk membedakan generasi ini dari sebelumnya. Platinum sendiri mengacu pada sesuatu yang mewah dan elegan,” kata dia.&lt;br /&gt;Dikatakannya, &lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;pada awalnya, hidup generasi yang &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;disebut Baby Boomers&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; Generasi itu merupakan kelompok masyarakat yang hidup setelah Perang Dunia II yaitu antara 1946 dan 1964. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Generasi ini diberi nama &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Baby Boomer&lt;/span&gt;s karena pada rentang waktu generasi ini hidup, terjadi peningkatan jumlah kelahiran di seluruh dunia.&lt;/span&gt; Anak-anak yang terlahir di generasi ini merupakan golongan masyarakat yang mulai mengenal televisi dengan beragam acara yang berbeda-beda, seperti Perang Vietnam, pembunuhan John F Kennedy, Martin Luther King Jr, dan Robert F. Kennedy. Golongan masyarakat ini mengenal musik, sebagian besar adalah Rock n Roll, sebagai cara untuk mengekpresikan identitas generasi mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selanjutnya, lahir Generasi X yang lahir antara tahun 1965 hingga 1980.&lt;/span&gt; A&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;nak-anak yang lahir pada generasi ini tumbuh dengan video games dan MTV, dan menghabiskan masa remajanya di tahun 80-an.&lt;/span&gt; Anak-anak remaja generasi X memiliki ciri-ciri, kurang optimistis terhadap masa depan, sinis, skeptis, tidak lagi menghormati nilai-nilai dan lembaga tradisional, serta tidak memiliki rasa hormat kepada orang tua mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Di awal 90-an,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;media menampilkan Generasi X secara fisik sebagai generasi yang senang memakai kemeja flannel, suka menyendiri, banyak tindikan di tubuh, dan lebih memilih bekerja di restoran. &lt;/span&gt;Generasi Y, atau yang lebih dikenal sebagai Generasi Millennium, tumbuh seiring dengan banyak kejadian yang mengubah dunia, di antaranya berkembangnya komunikasi massa, serta internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terminologi Generasi Y diberikan kepada anak-anak yang lahir dari tahun 1981 – 1995. Anak-anak remaja yang lahir pada generasi ini harus merasakan tingginya biaya pendidikan dibandingkan generasi sebelumnya. Generasi ini cenderung menuntut, tidak sabar, serta buruk dalam berkomunikasi dengan sesama. Survei yang pernah dilakukan menunjukkan bahwa generasi ini memiliki kemampuan mengeja dan bahasa yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Generasi Y yang telah bekerja menunjukkan sikap yang cuek dan senantiasa bertentangan dengan peraturan kantor. Namun, generasi ini boleh dipuji untuk energi dan semangat bekerjanya yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Apakah generasi berhenti sampai di sini?&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;Bagaimana dengan anak-anak yang lahir sesudahnya, yang lahir dengan segala ketersediaan sarana serta kemajuan teknologi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Ya, inilah anak-anak Generasi Platinum.&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Generasi Platinum adalah terminologi yang diberikan kepada anak-anak yang lahir pada tahun 2000 ke atas atau awal abad ke-21,” kata dia. Menurut Masykouri, jika diamati anak-anak kelahiran tahun 2000 memiliki karakter unik yang lebih ekspresif dan eksploratif selaras dengan arah perkembangan zaman.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bila diamati,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kata dia,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);"&gt;anak-anak Generasi Platinum memiliki kemampuan yang tinggi dalam mengakses dan mengakomodir informasi sehingga mereka memiliki kesempatan lebih banyak dan terbuka untuk mengembangkan dirinya.&lt;/span&gt; Kelak, mereka pun dapat menggunakan potensinya untuk bertahan hidup. Bahkan juga menjadi manusia yang berkualitas dan produktif. Generasi sebelumnya memang sudah memiliki tingkat literasi teknologi yang tinggi, namun mereka hanya sebatas sebagai pengguna saja. Generasi Platinum adalah golongan yang memiliki orientasi sekaligus kemampuan berkarya sehingga dapat berperan sebagai produsen, kreator, ataupun inisiator.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Sesungguhnya ini tidak hanya untuk aspek teknologi saja, tetapi juga dalam setiap aspek kehidupan,”&lt;/span&gt; kata dia. Namun, kata Masykouri, jika ditelaah anak yang lahir pada abad ke-21 adalah hasil `produksi` orang tua (lahir di tahun 70-an), yaitu generasi yang sudah memiliki keinginan untuk mengoptimalkan potensinya. Orang tua mereka adalah umumnya orang-orang yang berpendidikan tinggi.&lt;br /&gt;Alhasil, kemunculan generasi yang berbeda tak lepas dari pengaruh orangtuanya yang memiliki pandangan terbuka, dan lebih mudah menerima perubahan, terutama teknologi. Sementara itu, Ketua Jurusan Sosiologi FISIP Universitas Indonesia (UI) Dr. Paulus Wirutomo mengatakan bahwa pemisahan generasi tidak bisa dipakemkan karena meliputi banyak aspek seperti kondisi sosial, ekonomi, termasuk informasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, perkembangan generasi bisa saja terjadi jika terjadi fenomena sosial yang mewabah artinya tidak dilihat dari lingkup yang kecil.&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;“Karakter manusia di setiap generasi tidak berbeda jauh karena manusia dibekali dengan kemampuan adaptasti. Namun ada perkembangan generasi. Yang membedakan individu di setiap generasi ialah `life skills` yang dimiliki,”&lt;/span&gt; kata Paulus Wirutomo. Hal senada dikemukakan sosiolog dari UI Drs Johannes Frederik Warouw MA. Dia mengatakan bahwa wajar terjadinya generasi pada setiap zaman akibat nilai baru dan nilai lama atau modifikasi kedua nilai itu. Setiap generasi, kata dia, pasti memiliki karakteristik manusia yang berbeda karena mereka selalu berhadapan dengan pandangan yang berbeda pula.&lt;br /&gt;“Perkembangan itu wajar, tetapi keberadaannya perlu diawasi berkaitan dengan nilai. Karena, bila tidak diawasi bisa jadi malah menghancurkan nilai-nilai yang sudah ada,” katanya menambahkan. (*) Ditulis Oleh Yuri Alfrin Aladdin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.antara.co.id/&lt;br /&gt;image: http://img129.imageshack.us/img129/4880/shockedkidzatpcsmlb2.jpg&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-7665130154721319347?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/7665130154721319347/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/generasi-baru-abad-21-generasi-platinum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/7665130154721319347'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/7665130154721319347'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/generasi-baru-abad-21-generasi-platinum.html' title='Generasi Baru Abad 21: Generasi Platinum'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwnfwNC0GnI/AAAAAAAAAVc/mTGQguh0nK8/s72-c/shockedkidzatpcsmlb2.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-8224767014874659576</id><published>2009-11-21T19:44:00.000-08:00</published><updated>2009-11-22T21:12:36.276-08:00</updated><title type='text'>Dampak Pergaulan Bebas Bagi Remaja</title><content type='html'>&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Remaja adalah masa peralihan dari kanak-kanak ke dewasa&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Para ahli pendidikan sependapat bahwa remaja adalah mereka yang berusia antara 13 tahun sampai dengan 18 tahun. &lt;/span&gt;Seorang remaja sudah tidak lagi dapat dikatakan sebagai kanak-kanak, namun masih belum cukup matang untuk dapat dikatakan dewasa. Mereka sedang mencari pola hidup yang paling sesuai baginya dan inipun sering dilakukan melalui metode coba-coba walaupun melalui banyak kesalahan. Kesalahan yang dilakukan sering menimbulkan kekhawatiran serta perasaan yang tidak menyenangkan bagi lingkungan dan orangtuanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Generasi muda adalah tulang punggung bangsa,&lt;/span&gt; yang diharapkan di masa depan mampu meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa ini agar lebih baik. Dalam mempersiapkan generasi muda juga sangat tergantung kepada kesiapan masyarakat yakni dengan keberadaan budayanya. Termasuk didalamnya tentang pentingnya memberikan filter tentang perilaku-perilaku yang negatif, yang antara lain; minuman keras, mengkonsumsi obat terlarang, sex bebas, dan lain-lain yang dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit HIV/AIDS.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Sekarang ini zaman globalisasi.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Remaja harus diselamatkan dari globalisasi. Karena globalisasi ini ibaratnya kebebasan dari segala aspek. &lt;/span&gt;Sehingga banyak kebudayaan-kebudayaan yang asing yang masuk. Sementara tidak cocok dengan kebudayaan kita. Sebagai contoh kebudayaan &lt;i&gt;free sex&lt;/i&gt; itu tidak cocok dengan kebudayaan kita. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="FI"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swi3ZglH1FI/AAAAAAAAAU8/t0RwhPk1_Rs/s1600/images.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 205px; height: 166px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swi3ZglH1FI/AAAAAAAAAU8/t0RwhPk1_Rs/s320/images.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406773001528530002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pada saat ini, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;kebebasan bergaul sudah sampai pada tingkat yang menguatirkan.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Para remaja dengan bebas dapat bergaul antar jenis. Tidak jarang dijumpai pemandangan di tempat-tempat umum, para remaja saling berangkulan mesra tanpa memperdulikan masyarakat sekitarnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;Mereka sudah mengenal istilah pacaran sejak awal masa remaja. Pacar, bagi mereka, merupakan salah satu bentuk gengsi yang membanggakan. Akibatnya, di kalangan remaja kemudian terjadi persaingan untuk mendapatkan pacar.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengertian pacaran dalam era globalisasi informasi ini sudah sangat berbeda dengan pengertian pacaran 15 tahun yang lalu.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Akibatnya, di jaman ini banyak remaja yang putus sekolah karena hamil. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Oleh karena itu, dalam masa pacaran, anak hendaknya diberi pengarahan tentang idealisme dan kenyataan. Anak hendaknya ditumbuhkan kesadaran bahwa kenyataan sering tidak seperti harapan kita, sebaliknya harapan tidak selalu menjadi kenyataan. Demikian pula dengan pacaran. Keindahan dan kehangatan masa pacaran sesungguhnya tidak akan terus berlangsung selamanya.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dalam memberikan pengarahan dan pengawasan terhadap remaja yang sedang jatuh cinta, orangtua hendaknya bersikap seimbang,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 51, 0);"&gt;seimbang antar pengawasan dengan kebebasan. Semakin muda usia anak, semakin ketat pengawasan yang diberikan tetapi anak harus banyak diberi pengertian agar mereka tidak ketakutan dengan orangtua yang dapat menyebabkan mereka berpacaran dengan sembunyi-sembunyi.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Apabila usia makin meningkat, orangtua dapat memberi lebih banyak kebebasan kepada anak. Namun, tetap harus dijaga agar mereka tidak salah jalan. Menyesali kesalahan yang telah dilakukan sesungguhnya kurang bermanfaat.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;Penyelesaian masalah dalam pacaran membutuhkan kerja sama orangtua dengan anak. Misalnya, ketika orangtua tidak setuju dengan pacar pilihan si anak. Ketidaksetujuan ini hendaknya diutarakan dengan bijaksana. Jangan hanya dengan kekerasan dan kekuasaan. Berilah pengertian sebaik-baiknya. Bila tidak berhasil, gunakanlah pihak ketiga untuk menengahinya. Hal yang paling penting di sini adalah adanya komunikasi dua arah antara orangtua dan anak. &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Orangtua hendaknya menjadi sahabat anak. &lt;/span&gt;Orangtua hendaknya selalu menjalin dan menjaga komunikasi dua arah dengan sebaik-baiknya sehingga anak tidak merasa takut menyampaikan masalahnya kepada orangtua.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153); font-weight: bold;"&gt;Dalam menghadapi masalah pergaulan bebas antar jenis di masa kini, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;orangtua hendaknya memberikan bimbingan pendidikan seksual secara terbuka, sabar, dan bijaksana kepada para remaja. Remaja hendaknya diberi pengarahan tentang kematangan seksual serta segala akibat baik dan buruk dari adanya kematangan seksual. &lt;/span&gt;Orangtua hendaknya memberikan teladan dalam menekankan bimbingan serta pelaksanaan latihan kemoralan. Dengan memiliki latihan kemoralan yang kuat, remaja akan lebih mudah menentukan sikap dalam bergaul. Mereka akan mempunyai pedoman yang jelas tentang perbuatan yang boleh dilakukan dan perbuatan yang tidak boleh dikerjakan. Dengan demikian, mereka akan menghindari perbuatan yang tidak boleh dilakukan dan melaksanakan perbuatan yang harus dilakukan.&lt;span style="color:black;"&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berdasarkan penelitian di berbagai kota besar di Indonesia, sekitar 20 hingga 30 persen remaja mengaku pernah melakukan hubungan seks.&lt;/span&gt; Celakanya, perilaku seks bebas tersebut berlanjut hingga menginjak ke jenjang perkawinan. Ancaman pola hidup seks bebas remaja secara umum baik di pondokan atau kos-kosan tampaknya berkembang semakin serius. Pakar seks juga specialis Obstetri dan Ginekologi Dr. Boyke Dian Nugraha di Jakarta mengungkapkan, dari tahun ke tahun data remaja yang melakukan hubungan seks bebas semakin meningkat. &lt;/span&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;Dari sekitar lima persen pada tahun 1980-an, menjadi dua puluh persen pada tahun 2000. Kisaran angka tersebut, kata Boyke, dikumpulkan dari berbagai penelitian di beberapa kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Surabaya, Palu dan Banjarmasin. Bahkan di pulau Palu, Sulawesi Tenggara, pada tahun 2000 lalu tercatat remaja yang pernah melakukan hubungan seks pranikah mencapai 29,9 persen. &lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swi4m-dRGhI/AAAAAAAAAVU/Th5EgRJbLDc/s1600/1.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 175px; height: 169px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swi4m-dRGhI/AAAAAAAAAVU/Th5EgRJbLDc/s320/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406774332398574098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelompok remaja yang masuk ke dalam penelitian tersebut rata-rata berusia 17-21 tahun,&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;dan umumnya masih bersekolah di tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) atau mahasiswa. Namun dalam beberapa kasus juga terjadi pada anak-anak yang duduk di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). T&lt;/span&gt;ingginya angka hubungan seks pranikah di kalangan remaja erat kaitannya dengan meningkatnya jumlah aborsi saat ini, serta kurangnya pengetahuan remaja akan reproduksi sehat. &lt;span style="font-style: italic; font-weight: bold;"&gt;Jumlah aborsi saat ini tercatat sekitar 2,3 juta, dan 15-20 persen diantaranya dilakukan remaja.&lt;/span&gt; Hal ini pula yang menjadikan tingginya angka kematian ibu di Indonesia, menjadikan Indonesia sebagai negara yang angka kematian ibunya tertinggi di seluruh Asia Tenggara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="FI" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;Dari sisi kesehatan, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;perilaku seks bebas bisa menimbulkan berbagai gangguan. Diantaranya, terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Selain tentunya kecenderungan untuk aborsi, juga menjadi salah satu penyebab munculnya anak-anak yang tidak diinginkan.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;Keadaan ini juga bisa dijadikan bahan pertanyaan tentang kualitas anak tersebut, apabila ibunya sudah tidak menghendaki. Seks pranikah, lanjut Boyke juga bisa meningkatkan resiko kanker mulut rahim. Jika hubungan seks tersebut dilakukan sebelum usia 17 tahun, risiko terkena penyakit tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali lipat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sekuat-kuatnya mental seorang remaja untuk tidak tergoda pola hidup seks bebas, kalau terus-menerus mengalami godaan dan dalam kondisi sangat bebas dari kontrol, tentu suatu saat akan tergoda pula untuk melakukannya.&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(153, 0, 0);"&gt;Godaan semacam itu terasa lebih berat lagi bagi remaja yang memang benteng mental dan keagamaannya tidak begitu kuat. &lt;/span&gt;Saat ini untuk menekankan jumlah pelaku seks bebas-terutama di kalangan remaja-bukan hanya membentengi diri mereka dengan unsur agama yang kuat, juga dibentengi dengan pendampingan orang tua dan selektivitas dalam memilih teman-teman. Karena ada kecenderungan remaja lebih terbuka kepada teman dekatnya ketimbang dengan orang tua sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span  lang="SV" style="color:black;"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selain itu, &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;sudah saatnya di kalangan remaja diberikan suatu bekal pendidikan kesehatan reproduksi di sekolah-sekolah, namun bukan pendidikan seks secara vulgar.&lt;/span&gt; &lt;span style="color: rgb(204, 0, 0);"&gt;Pendidikan Kesehatan Reproduksi di kalangan remaja bukan hanya memberikan pengetahuan tentang organ reproduksi, tetapi bahaya akibat pergaulan bebas, seperti penyakit menular seksual dan sebagainya. &lt;/span&gt;Dengan demikian, anak-anak remaja ini bisa terhindar dari percobaan melakukan seks bebas.&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; Dalam keterpurukan dunia remaja saat ini, anehnya banyak orang tua yang cuek bebek saja terhadap perkembangan anak-anaknya. Kini tak sedikit orang tua dengan alasan sibuk karena termasuk tipe &lt;/span&gt;“&lt;span style="" lang="SV"&gt;jarum super” alias jarang di rumah suka pergi; lebih senang menitipkan anaknya di babby sitter. Udah gedean dikit di sekolahin di sekolah yang mahal tapi miskin nilai-nilai agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 153);"&gt;Acara televisi begitu berjibun dengan tayangan yang bikin ‘gerah’, Video klip lagu dangdut saja, saat ini makin berani pamer aurat dan adegan-adegan yang bikin dek-dekan jantung para lelaki. Belum lagi tayangan film yang bikin otak remaja teracuni dengan pesan sesatnya.&lt;/span&gt; Ditambah lagi, maraknya tabloid dan majalah yang memajang gambar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(204, 0, 0);"&gt;sekwilda”,&lt;/span&gt; alias sekitar wilayah dada; dan gambar &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style="color: rgb(204, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;bupati”,&lt;/span&gt; alias buka paha tinggi-tinggi. Konyolnya, pendidikan agama di sekolah-sekolah ternyata tidak menggugah kesadaran remaja untuk kritis dan inovatif.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sumber : karyaabdulrauf.blogspot.com [coipy paste / soe-soe]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-8224767014874659576?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/8224767014874659576/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/dampak-pergaulan-bebas-bagi-remaja.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/8224767014874659576'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/8224767014874659576'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/dampak-pergaulan-bebas-bagi-remaja.html' title='Dampak Pergaulan Bebas Bagi Remaja'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swi3ZglH1FI/AAAAAAAAAU8/t0RwhPk1_Rs/s72-c/images.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5942045015901538967</id><published>2009-11-20T16:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-21T03:45:04.415-08:00</updated><title type='text'>Misteri Air Zam-Zam</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfKQFQaYRI/AAAAAAAAAUM/9EOwOUtIMcw/s1600/zam-3.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 303px; height: 203px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfKQFQaYRI/AAAAAAAAAUM/9EOwOUtIMcw/s320/zam-3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406512255319302418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Selama ini kita mengenal sumur Zamzam dari buku-buku agama. Namun sebenarnya ada sisi ilmiah saintifiknya juga looh. Cabang ilmu geologi yang mempelajari tentang air adalah hydrogeologi. Sedikit cerita Pra-Islam, atau sebelum kelahiran Nabi Muhammad, diawali dengan kisah Isteri dari Nabi Ibrahim, Siti Hajar, yang mencari air untuk anaknya yang cerita selanjutnya bisa ditanyakan ke Wak haji ya…:-) Sumur ini kemudian tidak banyak atau bahkan tidak ada ceritanya, sehingga sumur ini dikabarkan hilang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumur Zam-zam yang sekarang ini kita lihat adalah sumur yang digali oleh Abdul Muthalib kakeknya Nabi Muhammad. Sehingga saat ini, dari “ilmu persumuran” maka sumur Zam-zam termasuk kategori sumur gali (Dug Water Well).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Dimensi dan Profil Sumur Zam-zam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sumur ini memiliki kedalaman sekitar 30.5 meter. Hingga kedalaman 13.5 meter teratas menembus lapisan alluvium Wadi Ibrahim. Lapisan ini merupakan lapisan pasir yang sangat berpori. Lapisan ini berisi batupasir hasil transportasi dari lain tempat. Mungkin saja dahulu ada lembah yang dialiri sungai yang saat ini sudah kering. Atau dapat pula merupakan dataran rendah hasil runtuhan atau penumpukan hasil pelapukan batuan yang lebih tinggi topografinya&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mata air zamzam&lt;/span&gt;,&lt;br /&gt;Dibawah lapisan alluvial Wadi Ibrahim ini terdapat setengah meter (0.5 m) lapisan yang sangat lulus air (permeable). Lapisan yang sangat lulus air inilah yang merupakan tempat utama keluarnya air-air di sumur Zam-zam.&lt;div class="entry"&gt;&lt;div class="snap_preview"&gt;Kedalaman 17 meter kebawah selanjutnya, sumur ini menembus lapisan batuan keras yang berupa batuan beku Diorit. Batuan beku jenis ini (Diorit) memang agak jarang dijumpai di Indonesia atau di Jawa, tetapi sangat banyak dijumpai di Jazirah Arab. Pada bagian atas batuan ini dijumpai rekahan-rekahan yang juga memiliki kandungan air. Dulu ada yang menduga retakan ini menuju laut Merah. Tetapi tidak ada (barangkali saja saya belum menemukan) laporan geologi yang menunjukkan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari uji pemompaan sumur ini mampu mengalirkan air sebesar 11 – 18.5 liter/detik, hingga permenit dapat mencapai 660 liter/menit atau 40 000 liter per jam. Celah-celah atau rekahan ini salah satu yang mengeluarkan air cukup banyak. Ada celah (rekahan) yang memanjang kearah hajar Aswad dengan panjang 75 cm denga ketinggian 30 cm, juga beberapa celah kecil kearah Shaffa dan Marwa.    &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keterangan geometris lainnya, celah sumur dibawah tempat Thawaf 1.56 m, kedalaman total dari bibir sumur 30 m, kedalaman air dari bibir sumur = 4 m, kedalaman mata air 13 m, Dari mata air sampai dasar sumur 17 m, dan diameter sumur berkisar antara 1.46 hingga 2.66 meter.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Air hujan sebagai sumber berka&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;Kota Makkah terletak di lembah, menurut SGS (Saudi Geological Survey) luas cekungan yang mensuplai sebagai daerah tangkapan ini seluas 60 Km2 saja, tentunya tidak terlampau luas sebagai sebuah cekungan penadah hujan. Sumber air Sumur Zam-zam terutama dari air hujan yang turun di daerah sekitar Makkah.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumur ini secara hydrologi hanyalah sumur biasa sehingga sangat memerlukan perawatan. Perawatan sumur ini termasuk menjaga kualitas higienis air dan lingkungan sumur serta menjaga pasokan air supaya mampu memenuhi kebutuhan para jamaah haji di Makkah. Pembukaan lahan untuk pemukiman di seputar Makkah sangat ditata rapi untuk menghindari berkurangnya kapasitas sumur ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfMayOe3XI/AAAAAAAAAUU/DqgxFxCbRMA/s1600/zam-6.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 300px; height: 225px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfMayOe3XI/AAAAAAAAAUU/DqgxFxCbRMA/s320/zam-6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406514638212750706" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Gambar disamping memperlihatkan lokasi sumur Zamzam yang terletak ditengah lembah yang memanjang. Masjidil haram berada di bagian tengah diantara perbukitan-perbukitan disekitarnya. Luas area tangkapan yang hanya 60 Km persegi ini tentunya cukup kecil untuk menangkap air hujan yang sangat langka terjadi di Makkah, sehingga memerlukan pengawasan dan pemeliharaan yang sangat khusus.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sumur Zamzam ini, sekali lagi dalam pandangan (ilmiah) hidrogeologi , hanyalah seperti sumur gali biasa. Tidak terlalu istimewa dibanding sumur-sumur gali lainnya. Namun karena sumur ini bermakna religi, maka perlu dijaga. Banyak yang menaruh harapan pada air sumur ini karena sumur ini dipercaya membawa berkah. Ada yang menyatakan sumur ini juga bisa kering kalau tidak dijaga. Bahkan kalau kita tahu kisahnya sumur ini diketemukan kembali oleh Abdul Muthalib (kakeknya Nabi Muhammad SAW) setelah hilang terkubur 4000 tahun (?).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dahulu diatas sumur ini terdapat sebuah bangunan dengan luas 8.3 m x 10.7 m = 88.8 m2. Antara tahun 1381-1388 H bangunan ini ditiadakan untuk memperluas tempat thawaf. Sehingga tempat untuk meminum air zamzam dipindahkan ke ruang bawah tanah. Dibawah tanah ini disediakan tempat minum air zam-zam dengan sejumlah 350 kran air (220 kran untuk laki-laki dan 130 kran untuk perempuan), ruang masuk laki perempuan-pun dipisahkan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini bangunan diatas sumur Zam-Zam yang terlihat gambar diatas itu sudah tidak ada lagi, bahkan tempat masuk ke ruang bawah tanah inipun sudah ditutup. Sehingga ruang untuk melakukan ibadah Thawaf menjadi lebih luas. Tetapi kalau anda jeli pas Thawaf masih dapat kita lihat ada tanda dimana sumur itu berada. Sumur itu terletak kira-kira 20 meter sebelah timur dari Ka’bah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Monitoring dan pemeliharaan sumur Zamzam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah jamaah ke Makkah tiga puluh tahun lalu hanya 400 000 pertahun (ditahun 1970-an), terus meningkat menjadi lebih dari sejuta jamaah pertahun di tahun 1990-an, Dan saat ini sudah lebih dari 2.2 juta. Tentunya diperlukan pemeliharaan sumur ini yang merupakan salah satu keajaiban dan daya tarik tersendiri bagi jamaah haji.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfM4FA_61I/AAAAAAAAAUc/ILcGHSluz18/s1600/zam-7.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 300px; height: 139px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfM4FA_61I/AAAAAAAAAUc/ILcGHSluz18/s320/zam-7.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406515141472676690" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pemerintah Saudi tentunya tidak dapat diam pasrah saja membiarkan sumur ini dipelihara oleh Allah melalui proses alamiah. Namun pemerintah Arab Saudi yang sudah moderen saat ini secara ilmiah dan saintifik membentuk sebuah badan khusus yang mengurusi sumur Zamzam ini. Sepertinya memang Arab Saudi juga bukan sekedar percaya saja dengan menyerahkan ke Allah sebagai penjaga, namun justru sangat meyakini manusialah yang harus memelihara berkah sumur ini.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada tahun 1971 dilakukan penelitian (riset) hidrologi oleh seorang ahli hidrologi dari Pakistan bernama Tariq Hussain and Moin Uddin Ahmed. Hal ini dipicu oleh pernyataan seorang doktor di Mesir yang menyatakan air Zamzam tercemar air limbah dan berbahaya untuk dikonsumsi. Tariq Hussain (termasuk saya dari sisi hidrogeologi) juga meragukan spekulasi adanya rekahan panjang yang menghubungkan laut merah dengan Sumur Zam-zam, karena Makkah terletak 75 Kilometer dari pinggir pantai. Menyangkut dugaan doktor mesir ini, tentusaja hasilnya menyangkal pernyataan seorang doktor dari Mesir tersebut, tetapi ada hal yang lebih penting menurut saya yaitu penelitian Tariq Hussain ini justru akhirnya memacu pemerintah Arab Saudi untuk memperhatikan Sumur Zamzam secara moderen. Saat ini banyak sekali gedung-gedung baru yang dibangun disekitar Masjidil Haram, juga banyak sekali terowongan dibangun disekitar Makkah, sehingga saat ini pembangunannya harus benar-benar dikontrol ketat karena akan mempengaruhi kondisi hidrogeologi setempat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Badan Riset sumur Zamzam yang berada dibawah SGS (Saudi Geological Survey) bertugas untuk:&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;* Memonitor dan memelihara untuk menjaga jangan sampai sumur ini kering.&lt;br /&gt;* Menjaga urban disekitar Wadi Ibrahim karena mempengaruhi pengisian air.&lt;br /&gt;* Mengatur aliran air dari daerah tangkapan air (recharge area).&lt;br /&gt;* Memelihara pergerakan air tanah dan juga menjaga kualitas melalui bangunan kontrol.&lt;br /&gt;* Meng-upgrade pompa dan dan tangki-tangki penadah.&lt;br /&gt;* Mengoptimasi supplai dan distribusi airZam-zam &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Perkembangan perawatan sumur Zamzam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dahulu kala, zamzam diambil dengan gayung atau timba, namun kemudian dibangunlah pompa air pada tahun 1373 H/1953 M. Pompa ini menyalurkan air dari sumur ke bak penampungan air, dan diantaranya juga ke kran-kran yang ada di sekitar sumur zamzam.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Uji pompa (pumping test) telah dilakukan pada sumur ini, pada pemompaan 8000 liters/detik selama lebih dari 24 jam memperlihatkan permukaan air sumur dari 3.23 meters dibawah permukaan menjadi 12.72 meters dan kemudian hingga 13.39 meters. Setelah itu pemompaan dihentikan permukaan air ini kembali ke 3.9 meters dibawah permukaan sumur hanya dalam waktu 11 minut setelah pompa dihentikan. Sehingga dipercaya dengan mudah bahwa akifer yang mensuplai air ini berasal dari beberapa celah (rekahan) pada perbukitan disekitar Makkah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Banyak hal yang sudah dikerjakan pemerintah Saudi untuk memelihara Sumur ini antara lain dengan membentuk badan khusus pada tahun 1415 H (1994). dan saat ini telah membangun saluran untuk menyalurkan air Zam-zam ke tangki penampungan yang berkapasitas 15.000 m3, bersambung dengan tangki lain di bagian atas Masjidil Haram guna melayani para pejalan kaki dan musafir. Selain itu air Zam-zam juga diangkut ke tempat-tempat lain menggunakan truk tangki diantaranya ke Masjidil Nabawi di Madinah Al-Munawarrah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Saat ini sumur ini dilengkapi juga dengan pompa listrik yang tertanam dibawah (electric submersible pump). Kita hanya dapat melihat foto-fotonya saja seperti diatas. Disebelah kanan ini adalah drum hidrograf, alat perekaman perekaman ketinggian muka air sumur Zamzam (Old style drum hydrograph used for recording levels in the Zamzam Well).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;Kandungan mineral&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tidak seperti air mineral yang umum dijumpai, air Zamzam in memang unik mengandung elemen-elemen alamiah sebesar 2000 mg perliter. Biasanya air mineral alamiah (hard carbonated water) tidak akan lebih dari 260 mg per liter. Elemen-elemen kimiawi yang terkandng dalam air Zamzam dapat dikelompokkan menjadi&lt;br /&gt;Yang pertama, positive ions seperti misal sodium (250 mg per litre), calcium (200 mg per litre), potassium (20 mg per litre), dan magnesium (50 mg per litre).&lt;br /&gt;Kedua, negative ions misalnya sulphur (372 mg per litre), bicarbonates (366 mg per litre), nitrat (273 mg per litre), phosphat (0.25 mg per litre) and ammonia (6 mg per litre).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="font-weight: bold; text-align: justify;"&gt;Molekul air zam zam&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kandungan-kandungan elemen-elemen kimiawi inilah yang menjadikan rasa dari air Zamzam sangat khas dan dipercaya dapat memberikan khasiat khusus. Air yang sudah siap saji yang bertebaran disekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi di Madinah merupakan air yang sudah diproses sehingga sangat aman dan segar diminum, ada yang sudah didinginkan dan ada yang sejuk (hangat). Namun konon prosesnya higienisasi ini tidak menggunakan proses kimiawi untuk menghindari perubahan rasa dan kandungan air ini. [copy pasti / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;    &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5942045015901538967?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5942045015901538967/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/misteri-air-zam-zam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5942045015901538967'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5942045015901538967'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/misteri-air-zam-zam.html' title='Misteri Air Zam-Zam'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SwfKQFQaYRI/AAAAAAAAAUM/9EOwOUtIMcw/s72-c/zam-3.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-3013387366653257059</id><published>2009-11-20T05:37:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T16:55:08.811-08:00</updated><title type='text'>Motivasi Renungan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swc4f76YAqI/AAAAAAAAAT0/Vd2rXgq5CB0/s1600/picture.jpg"&gt;&lt;img style="cursor: pointer; width: 503px; height: 274px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swc4f76YAqI/AAAAAAAAAT0/Vd2rXgq5CB0/s320/picture.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5406351998991205026" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;S&lt;span style="font-size:100%;"&gt;elamat Hari Raya Idul Adha - semoga kita2 semakin berkenan dihadapan-Nya. Semoga kita tidak hanya menqurbankan hewan-hewan spt kambing &amp;amp; sapi di hari yang suci ini, tapi kita mau menqurbankan juga “kehewanian” dalam diri kita. Tidaklah penting menqurbankan hewan2 spt kambing &amp;amp; sapi. Tapi lebih penting untuk menqurbankan kehewanian dalam diri kita..&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Bila kehewanian dalam diri kita masih “buas” dan “tidak terkendali”, sudah pasti cepat atau lambat, kita akan mencelakan orang lain. Bila kehewanian dalam diri kita masih kuat, sudah pasti kita cenderung akan berbuat hal-hal yang hewani.. Kata2 ini adalah untuk saya.. karena saya menyadari ada “kehewanian”dalam diri saya..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Jika Anda bukan, Anda pasti tidak akan tersinggung, bila Anda masih hewani, berarti kita adalah teman. Semoga Anda2 tidak tersinggung. Dan semoga Kita mau bersama2 berjihad untuk menjinakkan “kehewanian” dalam diri kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;Terima Kasih .. :peace:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;sumber : &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-size:100%;" &gt;forumbebas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-3013387366653257059?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/3013387366653257059/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/motivasi-renungan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3013387366653257059'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3013387366653257059'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/motivasi-renungan.html' title='Motivasi Renungan'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Swc4f76YAqI/AAAAAAAAAT0/Vd2rXgq5CB0/s72-c/picture.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-3865963863682818043</id><published>2009-11-20T05:20:00.000-08:00</published><updated>2009-11-20T16:33:18.911-08:00</updated><title type='text'>Kisah Nabi Ismail</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sampai Nabi Ibrahim yang berhijrah meninggalkan Mesir bersama Sarah, isterinya  dan Hajar, dayangnya di tempat tujuannya di Palestin. Ia telah membawa pindah  juga semua binatang ternaknya dan harta miliknya yang telah diperolehinya  sebagai hasil usaha niaganya di Mesir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Al-Bukhari meriwayatkan daripada Ibnu Abbas r.a.berkata:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Pertama-tama yang menggunakan setagi {setagen} ialah Hajar ibu Nabi Ismail  tujuan untuk menyembunyikan kandungannya dari Siti Sarah yang telah lama  berkumpul dengan Nabi Ibrahim a.s. tetapi belum juga hamil. tetapi  walaubagaimana pun juga akhirnya terbukalah rahsia yang disembunyikan itu dengan  lahirnya Nabi Ismail a.s. Dan sebagai lazimnya seorang isteri sebagai Siti Sarah  merasa telah dikalahkan oleh Siti Hajar sebagai seorang dayangnya yang diberikan  kepada Nabi Ibrahim a.s. Dan sejak itulah Siti Sarah merasakan bahawa Nabi  Ibrahim a.s. lebih banyak mendekati Hajar karena merasa sgt gembira dengan  puteranya yang tunggal dan pertama itu, hal ini yang menyebabkan permulaan ada  keratakan dalam rumahtangga Nabi Ibrahim a.s. sehingga Siti Sarah merasa tidak  tahan hati jika melihat Siti Hajar dan minta pada Nabi Ibrahim a.s. supaya  menjauhkannya dari matanya dan menempatkannya di lain tempat.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Utk sesuatu hikmah yang belum diketahui dan disadari oleh Nabi Ibrahim Allah  s.w.t. mewahyukan kepadanya agar keinginan dan permintaan Sarah isterinya  dipenuhi dan dijauhkanlah Ismail bersama Hajar ibunya dan Sarah ke suatu tempat  di mana yang ia akan tuju dan di mana Ismail puteranya bersama ibunya akan di  tempatkan dan kepada siapa akan ditinggalkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Maka dengan tawakkal kepada Allah berangkatlah Nabi Ibrahim meninggalkan rumah  membawa Hajar dan Ismail yang diboncengkan di atas untanya tanpa tempat tujuan  yang tertentu. Ia hanya berserah diri kepada Allah yang akan memberi arah kepada  binatang tunggangannya. Dan berjalanlah unta Nabi Ibrahim dengan tiga hamba  Allah yang berada di atas punggungnya keluar kota masuk ke lautan pasir dan  padang terbuka di mana terik matahari dengan pedihnya menyengat tubuh dan angin  yang kencang menghembur-hamburkan debu-debu pasir.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;I&lt;strong&gt;smail dan Ibunya Hajar Ditingalkan di  Makkah &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Setelah berminggu-minggu berada dalam perjalanan jauh yang memenatkan tibalah  pada akhirnya Nabi Ibrahim bersama Ismail dan ibunya di Makkah kota suci dimana  Kaabah didirikan dan menjadi pujaan manusia dari seluruh dunia. di tempat di  mana Masjidil Haram sekarang berada, berhentilah unta Nabi Ibrahim mengakhiri  perjalanannya dan disitulah ia meninggalkan Hajar bersama puteranya dengan hanya  dibekali dengan serantang bekal makanan dan minuman sedangkan keadaan sekitarnya  tiada tumbuh-tumbuhan, tiada air mengalir, yang terlihat hanyalah batu dan pasir  kering . Alangkah sedih dan cemasnya Hajar ketika akan ditinggalkan oleh Ibrahim  seorang diri bersama dengan anaknya yang masih kecil di tempat yang sunyi senyap  dari segala-galanya kecuali batu gunung dan pasir. Ia seraya merintih dan  menangis, memegang kuat-kuat baju Nabi Ibrahim memohon belas kasihnya, janganlah  ia ditinggalkan seorang diri di tempat yang kosong itu, tiada seorang manusia,  tiada seekor binatang, tiada pohon dan tidak terlihat pula air mengalir,  sedangkan ia masih menanggung beban mengasuh anak yang kecil yang masih menyusu.  Nabi Ibrahim mendengar keluh kesah Hajar merasa tidak tergamak meninggalkannya  seorang diri di tempat itu bersama puteranya yang sangat disayangi akan tetapi  ia sedar bahwa apa yang dilakukan nya itu adalah kehendak Allah s.w.t. yang  tentu mengandungi hikmat yang masih terselubung baginya dan ia sedar pula bahawa  Allah akan melindungi Ismail dan ibunya dalam tempat pengasingan itu dan segala  kesukaran dan penderitaan. Ia berkata kepada Hajar :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;"Bertawakkallah kepada Allah yang telah menentukan kehendak-Nya, percayalah  kepada kekuasaan-Nya dan rahmat-Nya. Dialah yang memerintah aku membawa kamu ke  sini dan Dialah yang akan melindungi mu dan menyertaimu di tempat yang sunyi  ini. Sesungguh kalau bukan perintah dan wahyunya, tidak sesekali aku tergamak  meninggalkan kamu di sini seorang diri bersama puteraku yang sangat ku cintai  ini. Percayalah wahai Hajar bahwa Allah Yang Maha Kuasa tidak akan melantarkan  kamu berdua tanpa perlindungan-Nya. Rahmat dan barakah-Nya akan tetap turun di  atas kamu untuk selamanya, insya-Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mendengar kata-kata Ibrahim itu segeralah Hajar melepaskan genggamannya pada  baju Ibrahim dan dilepaskannyalah beliau menunggang untanya kembali ke Palestin  dengan iringan air mata yang bercurahan membasahi tubuh Ismail yang sedang  menetak. Sedang Nabi Ibrahim pun tidak dapat menahan air matanya keetika ia  turun dari dataran tinggi meninggalkan Makkah menuju kembali ke Palestin di mana  isterinya Sarah dengan puteranya yang kedua Ishak sedang menanti. Ia tidak  henti-henti selama dalam perjalanan kembali memohon kepada Allah perlindungan,  rahmat dan barakah serta kurniaan rezeki bagi putera dan ibunya yang  ditinggalkan di tempat terasing itu. Ia berkata dalam doanya: " Wahai Tuhanku!  Aku telah tempatkan puteraku dan anak-anak keturunannya di dekat rumah-Mu {  Baitullahil Haram } di lembah yang sunyi dari tanaman dan manusia agar mrk  mendirikan solat dan beribadat kepada-Mu. Jadikanlah hati sebahagian manusia  cenderung kepada mrk dan berilah mrk rezeki dari buah-buahan yang lazat,  mudah-mudahan mrk bersyukur kepada-Mu."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Mata Air Zamzam &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sepeninggal Nabi Ibrahim tinggallah Hajar dan puteranya di tempat yang terpencil  dan sunyi itu. Ia harus menerima nasib yang telah ditakdirkan oleh Allah atas  dirinya dengan kesabaran dan keyakinan penuh akan perlindungan-Nya. Bekalan  makanan dan minuman yang dibawanya dalam perjalanan pada akhirnya habis dimakan  selama beberapa hari sepeninggalan Nabi Ibrahim. Maka mulailah terasa oleh Hajar  beratnya beban hidup yang harus ditanggungnya sendiri tanpa bantuan suaminya. Ia  masih harus meneteki anaknya, namun air teteknya makin lama makin mengering  disebabkan kekurangan makan .Anak yang tidak dapat minuman yang memuaskan dari  tetek ibunya mulai menjadi cerewet dan tidak henti-hentinya menangis. Ibunya  menjadi panik, bingung dan cemas mendengar tangisan anaknya yang sgt menyayat  hati itu. Ia menoleh ke kanan dan ke kiri serta lari ke sana ke sini mencari  sesuap makanan atau seteguk air yang dpt meringankan kelaparannya dan meredakan  tangisan anaknya, namun sia-sialah usahanya. Ia pergi berlari harwalah menuju  bukit Shafa kalau-kalau ia boleh mendapatkan sesuatu yang dapat menolongnya  tetapi hanya batu dan pasir yang didapatnya disitu, kemudian dari bukit Shafa ia  melihat bayangan air yang mengalir di atas bukit Marwah dan larilah ia  berharwahlah ke tempat itu namun ternyata bahawa yang disangkanya air adalha  fatamorangana {bayangan} belaka dan kembalilah ke bukit Shafa karena mendengar  seakan-akan ada suara yang memanggilnya tetapi gagal dan melesetlah dugaannya.  Demikianlah maka karena dorongan hajat hidupnya dan hidup anaknya yang sangat  disayangi, Hajar mundar-mundir berlari sampai tujuh kali antara bukit Shafa dan  Marwah yang pada akhirnya ia duduk termenung merasa penat dan hampir berputus  asa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diriwayatkan bahawa selagi Hajar berada dalam keadaan tidak berdaya dan hampir  berputus asa kecuali dari rahmat Allah dan pertolongan-Nya datanglah kepadanya  malaikat Jibril bertanya: " Siapakah sebenarnya engkau ini?" " Aku adalah hamba  sahaya Ibrahim". Jawab Hajar. " Kepada siapa engkau dititipkan di sini?" tanya  Jibril. " Hanya kepad Allah" , jawab Hajar.Lalu berkata Jibril: " Jika demikian,  maka engkau telah dititipkan kepada Dzat Yang Maha Pemurah Lagi Maha Pengasih,  yang akan melindungimu, mencukupi keperluan hidupmu dan tidak akan mensia-siakan  kepercayaan ayah puteramu kepada-Nya."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kemudian diajaklah Hajar mengikuti-nya pergi ke suatu tempat di mana Jibril  menginjakkan telapak kakinya kuat-kuat di atas tanah dan segeralah memancur dari  bekas telapak kaki itu air yang jernih dengan kuasa Allah .Itulah dia mata air  Zamzam yang sehingga kini dianggap keramat oleh jemaah haji, berdesakan  sekelilingnya bagi mendapatkan setitik atau seteguk air daripadanya dan kerana  sejarahnya mata air itu disebut orang " Injakan Jibril ".&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Alngkah gembiranya dan lega dada Hajar melihat air yang mancur itu. Segera ia  membasahi bibir puteranya dengan air keramat itu dan segera pula terlihat wajah  puteranya segar kembali, demikian pula wajah si ibu yang merasa sgt bahagia  dengan datangnya mukjizat dari sisi Tuhan yang mengembalikan kesegaran hidup  kepadanya dan kepada puteranya sesudah dibayang-bayangi oleh bayangan mati  kelaparan yang mencekam dada.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mancurnya air Zamzam telah menarik burung-burung berterbangan mengelilingi  daerah itu menarik pula perhatian sekelompok bangsa Arab dari suku Jurhum yang  merantau dan sedang berkhemah di sekitar Makkah. Mereka mengetahui dari  pengalaman bahwa di mana ada terlihat burung di udara, nescaya dibawanya  terdapat air, maka diutuslah oleh mrk beberapa orang untuk memeriksa kebenaran  teori ini. Para pemeriksa itu pergi mengunjungi daerah di mana Hajar berada,  kemudian kembali membawa berita gembira kepada kaumnya tentang mata air Zamzam  dan keadaan Hajar bersama puteranya. Segera sekelompok suku Jurhum itu  memindahkan perkhemahannya ke tempat sekitar Zamzam ,dimana kedatangan mrk  disambut dengan gembira oleh Hajar karena adanya sekelompok suku Jurhum di  sekitarnya, ia memperolehi jiran-jiran yang akan menghilangkan kesunyian dan  kesepian yang selama ini dirasakan di dalam hidupnya berduaan dengan puteranya  saja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hajar bersyukur kepada Allah yang dengan rahmatnya telah membuka hati  orang-orang itu cenderung datang meramaikan dan memecahkan kesunyian lembah di  mana ia ditinggalkan sendirian oleh Ibrahim.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;Nabi Ismail Sebagai Qurban  &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Ibrahim dari masa ke semasa pergi ke Makkah untuk mengunjungi dan menjenguk  Ismail di tempat pengasingannya bagi menghilangkan rasa rindu hatinya kepada  puteranya yang ia sayangi serta menenangkan hatinya yang selalu rungsing bila  mengenangkan keadaan puteranya bersama ibunya yang ditinggalkan di tempat yang  tandus, jauh dari masyarakat kota dan pengaulan umum.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi  bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah  satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah , maka perintah yang diterimanya dalam  mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung  memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang  dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan  didambakan ,seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah  dapat dimanfaatkan oleh si ayah , seorang putera yang diharapkan menjadi  pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan  qurban dan harus direnggut nyawa oelh tangan si ayah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Namun ia sebagai seorang Nabi, pesuruh Allah dan pembawa agama yang seharusnya  menjadi contoh dan teladan bagi para pengikutnya dalam bertaat kepada Allah  ,menjalankan segala perintah-Nya dan menempatkan cintanya kepada Allah di atas  cintanya kepada anak, isteri, harta benda dan lain-lain. Ia harus melaksanakan  perintah Allah yang diwahyukan melalui mimpinya, apa pun yang akan terjadi  sebagai akibat pelaksanaan perintah itu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sungguh amat berat ujian yang dihadapi oleh Nabi Ibrahim, namun sesuai dengan  firman Allah yang bermaksud: " Allah lebih mengetahui di mana dan kepada siapa  Dia mengamanatkan risalahnya." Nabi Ibrahim tidak membuang masa lagi, berazam  {niat} tetap akan menyembelih Nabi Ismail puteranya sebagai qurban sesuai dengan  perintah Allah yang telah diterimanya.Dan berangkatlah serta merta Nabi Ibrahim  menuju ke Makkah untuk menemui dan menyampaikan kepada puteranya apa yang Allah  perintahkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Nabi Ismail sebagai anak yang soleh yang sgt taat kepada Allah dan bakti kepada  orang tuanya, ketika diberitahu oleh ayahnya maksud kedatangannya kali ini tanpa  ragu-ragu dan berfikir panjang berkata kepada ayahnya: " Wahai ayahku!  Laksanakanlah apa yang telah diperintahkan oleh Allah kepadamu. Engkau akan  menemuiku insya-Allah sebagai seorang yang sabar dan patuh kepada perintah. Aku  hanya meminta dalam melaksanakan perintah Allah itu , agar ayah mengikatku  kuat-kuat supaya aku tidak banyak bergerak sehingga menyusahkan ayah, kedua agar  menanggalkan pakaianku supaya tidak terkena darah yang akan menyebabkan  berkurangnya pahalaku dan terharunya ibuku bila melihatnya, ketiga tajamkanlah  parangmu dan percepatkanlah perlaksanaan penyembelihan agar menringankan  penderitaan dan rasa pedihku, keempat dan yang terakhir sampaikanlah salamku  kepada ibuku berikanlah kepadanya pakaian ku ini untuk menjadi penghiburnya  dalam kesedihan dan tanda mata serta kenang-kenangan baginya dari putera  tunggalnya." Kemudian dipeluknyalah Ismail dan dicium pipinya oleh Nabi Ibrahim  seraya berkata: " Bahagialah aku mempunyai seorang putera yang taat kepada  Allah, bakti kepada orang tua yang dengan ikhlas hati menyerahkan dirinya untuk  melaksanakan perintah Allah."&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saat penyembelihan yang mengerikan telah tiba. Diikatlah kedua tangan dan kaki  Ismail, dibaringkanlah ia di atas lantai, lalu diambillah parang tajam yang  sudah tersedia dan sambil memegang parang di tangannya, kedua mata nabi Ibrahim  yang tergenang air berpindah memandang dari wajah puteranya ke parang yang  mengilap di tangannya, seakan-akan pada masa itu hati beliau menjadi tempat  pertarungan antara perasaan seorang ayah di satu pihak dan kewajiban seorang  rasul di satu pihak yang lain. Pada akhirnya dengan memejamkan matanya, parang  diletakkan pada leher Nabi Ismail dan penyembelihan di lakukan . Akan tetapi apa  daya, parang yang sudah demikian tajamnya itu ternyata menjadi tumpul dileher  Nabi Ismail dan tidak dapat berfungsi sebagaimana mestinya dan sebagaimana  diharapkan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Kejadian tersebut merupakan suatu mukjizat dari Allah yang menegaskan bahwa  perintah pergorbanan Ismail itu hanya suatu ujian bagi Nabi Ibrahim dan Nabi  Ismail sampai sejauh mana cinta dan taat mereka kepada Allah. Ternyata keduanya  telah lulus dalam ujian yang sangat berat itu. Nabi Ibrahim telah menunjukkan  kesetiaan yang tulus dengan pergorbanan puteranya. untuk berbakti melaksanakan  perintah Allah sedangkan Nabi Ismail tidak sedikit pun ragu atau bimbang dalam  memperagakan kebaktiannya kepada Allah dan kepada orang tuanya dengan  menyerahkan jiwa raganya untuk dikorbankan, sampai-sampai terjadi seketika  merasa bahwa parang itu tidak lut memotong lehernya, berkatalah ia kepada  ayahnya: " Wahai ayahku! Rupa-rupanya engkau tidak sampai hati memotong leherku  karena melihat wajahku, cubalah telangkupkan aku dan laksanakanlah tugasmu tanpa  melihat wajahku." Akan tetapi parang itu tetap tidak berdaya mengeluarkan  setitik darah pun dari daging Ismail walau ia telah ditelangkupkan dan dicuba  memotong lehernya dari belakang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0); font-family: courier new;font-family:Tahoma;font-size:10;"  &gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dalam keadaan bingung dan sedih hati, karena gagal dalam usahanya menyembelih  puteranya, datanglah kepada Nabi Ibrahim wahyu Allah dengan firmannya: " Wahai  Ibrahim! Engkau telah berhasil melaksanakan mimpimu, demikianlah Kami akan  membalas orang-orang yang berbuat kebajikkan ." Kemudian sebagai tebusan ganti  nyawa Ismail telah diselamatkan itu, Allah memerintahkan Nabi Ibrahim  menyembelih seekor kambing yang telah tersedia di sampingnya dan segera dipotong  leher kambing itu oleh beliau dengan parang yang tumpul di leher puteranya  Ismail itu. Dan inilah asal permulaan sunnah berqurban yang dilakukan oleh umat  Islam pada tiap hari raya Aidiladha di seluruh pelosok dunia. [copy paste / soe-soe]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-3865963863682818043?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/3865963863682818043/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kisah-nabi-ismail.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3865963863682818043'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3865963863682818043'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kisah-nabi-ismail.html' title='Kisah Nabi Ismail'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-6903322104307003366</id><published>2009-11-09T20:53:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T21:34:06.669-08:00</updated><title type='text'>Kenakalan Remaja Atau Kenakalan Orang Tua</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svj7EGzc-FI/AAAAAAAAATc/oyNK-Cy3aiI/s1600-h/ribut.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 235px; height: 144px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svj7EGzc-FI/AAAAAAAAATc/oyNK-Cy3aiI/s320/ribut.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402343800995379282" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Akhir-akhir ini fenomena kenakalan remaja makin meluas. Bahkan hal ini sudah terjadi sejak dulu. Para pakar psikolog selalu mengupas masalah yang tak pernah habis-habisnya ini. Kenakalan Remaja, seperti sebuah lingkaran hitam yang tak pernah putus. Sambung menyambung dari waktu ke waktu, dari masa ke masa, dari tahun ke tahun dan bahkan dari hari ke hari semakin rumit. Masalah kenalan remaja merupakan masalah yang kompleks terjadi di berbagai kota di Indonesia. Sejalan dengan arus modernisasi dan teknologi yang semakin berkembang, maka arus hubungan antar kota-kota besar dan daerah semkain lancar, cepat dan mudah. Dunia teknologi yang semakin canggih, disamping memudahkan dalam mengetahui berbagai informasi di berbagai media, disisi lain juga membawa suatu dampak negatif yang cukup meluas diberbagai lapisan masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenakalan remaja biasanya dilakukan oleh remaja-remaja yang gagal dalam menjalani proses-proses perkembangan jiwanya, baik pada saat remaja maupun pada masa kanak-kanaknya. Masa kanak-kanak dan masa remaja berlangsung begitu singkat, dengan perkembangan fisik, psikis, dan emosi yang begitu cepat. Secara psikologis, kenakalan remaja merupakan wujud dari konflik-konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun remaja para pelakunya. Seringkali didapati bahwa ada trauma dalam masa lalunya, perlakuan kasar dan tidak menyenangkan dari lingkungannya, maupun trauma terhadap kondisi lingkungannya, seperti kondisi ekonomi yang membuatnya merasa rendah diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengatasi kenakalan remaja, berarti menata kembali emosi remaja yang tercabik-cabik itu. Emosi dan perasaan mereka rusak karena merasa ditolak oleh keluarga, orang tua, teman-teman, maupun lingkungannya sejak kecil, dan gagalnya proses perkembangan jiwa remaja tersebut. Trauma-trauma dalam hidupnya harus diselesaikan, konflik-konflik psikologis yang menggantung harus diselesaikan, dan mereka harus diberi lingkungan yang berbeda dari lingkungan sebelumnya. Pertanyaannya : tugas siapa itu semua ? Orang tua-kah ? Sedangkan orang tua sudah terlalu pusing memikirkan masalah pekerjaan dan beban hidup lainnya. Saudaranya-kah ? Mereka juga punya masalah sendiri, bahkan mungkin mereka juga memiliki masalah yang sama. Pemerintah-kah ? Atau siapa ? Tidak gampang untuk menjawabnya. Tetapi, memberikan lingkungan yang baik sejak dini, disertai pemahaman akan perkembangan anak-anak kita dengan baik, akan banyak membantu mengurangi kenakalan remaja. Minimal tidak menambah jumlah kasus yang ada." (sumber Whandi.net/1 jan 1970).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenakalan remaja, merupakan salah si anak? atau orang tua? Karena ternyata banyak orang tua yang tidak dapat berperan sebagai orang tua yang seharusnya. Mereka hanya menyediakan materi dan sarana serta fasilitas bagi si anak tanpa memikirkan kebutuhan batinnya. Orang tua juga sering menuntut banyak hal tetapi lupa untuk memberikan contoh yang baik bagi si anak. Sebenarnya kita melupakan sesuatu ketika berbicara masalah kenakalan remaja, yaitu hukum kausalitas. Sebab, dari kenakalan seorang remaja selalu dikristalkan menuju faktor eksternal lingkungan yang jarang memerhatikan faktor terdekat dari lingkungan remaja tersebut dalam hal ini orangtua. Kita selalu menilai bahwa banyak kasus kenakalan remaja terjadi karena lingkungan pergaulan yang kurang baik, seperti pengaruh teman yang tidak benar, pengaruh media massa, sampai pada lemahnya iman seseorang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika kita berbicara mengenai iman, kita mempersoalkan nilai dan biasanya melupakan sesuatu, yaitu pengaruh orangtua. Didikan orangtua yang salah bisa saja menjadi faktor sosiopsikologis utama dari timbulnya kenakalan pada diri seorang remaja. Apalagi jika kasus negatif menyerang orangtua si remaja, seperti perselingkuhan, perceraian, dan pembagian harta gono-gini. Mungkin kita perlu mengambil istilah baru, kenakalan orangtua.&lt;br /&gt;Orang tua, sering lupa bahwa prilakunya berakibat pada anak-anaknya. Karena kehidupan ini tidak lepas dari contek-menyontek prilaku yang pernah ada. Bisa juga karena ada pembiaran terhadap perilaku yang mengarah pada kesalahan, sehingga yang salah menjadi kebiasaan. Para orang tua jangan berharap anaknya menjadi baik, jika orang tuanya sendiri belum menjadi baik. Sebenarnya nurani generasai ingin menghimbau â€œJangan ajari kami selingkuh, jangan ajari kami ngomong jorok, tidak jujur, malas belajar, malas beribadah, terlalu mencintai harta belebihan dan lupa kepada Sang Pencipta, yaitu Allah.â€�&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tulisan ini mencoba mengajak merenung bagi kita para orangtua, bahwa kenakalan tak selalu identik dengan remaja, tapi justru banyak kenakalan yang dilakukan oleh para orangtua (di rumah, di masyarakat, dan di pemerintahan) yang akhirnya juga menjadi inspirasi remaja untuk berbuat nakal. Menyedihkan memang! (sumber O. Solihin)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenakalan orangtua dalam ikatan keluarga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Contohnya seperti :&lt;br /&gt;Suka berkata-kata kasar, suka menghujat atau memaki, mengajari anak untuk melakukan perlawanan ketika anak diganggu orang lain, suka menyakiti anak secara fisik dan psikis, merokok seenaknya di depan anak-anak, dl (masalah akhlak).&lt;br /&gt;Mengabaikan pelaksanaan syariat, sholat misalnya, banyak juga kita orang tua yang mengabaikan sholat, melalaikan sholat, bahkan tidak pernah sholat, membiarkan anak-anak gadisnya tidak menutup aurat, membiarkan anak-anaknya bergaul bebas (pacaran), membiarkan anak-anaknya minum-minuman keras, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Kenakalan orangtua di masyarakat&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;Contohnya seperti :&lt;br /&gt;Menciptakan suasana yang tidak produktif (bapak-bapaknya), misalnya waktu pagi, siang dan malam suka nongkrong sambil main gaple, atau main catur, walau tidak pakai uang, ini sama saja artinya tidak menjaga kehormatan diri, apalagi kehormatan keluarganya (istri dan anak-anaknya)? Sedangkan yang ibu-ibunya suka ngumpul sambil berghibah atau memfitnah, menghambur-hamburkan uang dengan gaya hidup yang konsumtif yaitu belanja di mall atau supermarket, bergaya hidup mewah.&lt;br /&gt;Menyediakan sarana kemaksiatan, ini misalnya, jadi bandar narkoba, jadi bandar judi, menyediakan tempat hiburan (diskotik).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidik yang lalai, ini bisa kita lihat di sekolah atau di kampus, padahal lembaga pendidikan adalah tempat yang aman untuk menimba ilmu pengetahuan atau belajar, tapi kenyataannya banyak pendidik yang memberikan contoh yang tidak baik terhadap anak didiknya, misalnya melakukan perbuatan asusila, menganiaya anak didiknya secara fisik, menjual ilmu demi keuntungan materi atau sering melakukan dosa pendidikan.&lt;br /&gt;Menjadi pemilik media massa (baik cetak maupun elektronik: koran, majalah, tabloid, radio, televisi, dan juga internet) yang â€˜hobiâ€™ menampilkan bacaan, gambar dan tontonan yang merusak akhlak (pornografi, kekerasan, dan seks bebas) yang berlindung atas nama bisnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kenakalan orangtua di pemerintahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Contohnya seperti :&lt;br /&gt;Suka korupsi, mengambil kebijakan menaikkan biaya pendidikan, menaikkan harga BBM, mahalnya biaya kesehatan, suka membuat janji-janji tapi lalu melupakannya, suka melakukan pungli atau suap menyuap.&lt;br /&gt;Suka melanggengkan kemaksiatan, memberi izin untuk usaha prostitusi/lokalisasi, perjudian, tempat diskotik, pabrik minuman keras, dengan dalih besar pemasukannya.&lt;br /&gt;Menutup mata terhadap problem yang diakibatkan usaha prostitusi, perjudian, narkoba, peredaran minuman keras, diskotik, dll.&lt;br /&gt;Menerapkan aturan kehidupan yang tidak benar dan tidak baik, yakni Kapitalisme-Sekularisme (termasuk juga Sosialisme-Komunisme).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah kita uraikan satu persatu petuah atau nasihat-nasihat yang kita berikan sebagai orangtua kepada anak-anak kita padahal kita melakukan dan tidak melakukannya :&lt;br /&gt;Kita melarang anak kita berbicara kasar, padahal kita sering berkata-kata kasar pada anak kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svj6d_KQYQI/AAAAAAAAATU/rzChcftQOdQ/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 190px; height: 141px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svj6d_KQYQI/AAAAAAAAATU/rzChcftQOdQ/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402343146108510466" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;1) Kita melarang anak kita tawuran atau ringan tangan, padahal kita sering menganiaya mereka anak-anak kita secara fisik, kita suka berkelahi di depan anak-anak kita, suka adu jotos di forum terhormat gedung lembaga legislatif ketika bersidang karena merasa tidak sepaham, yang di saksikan anak-anak kita langsung lewat televisi.&lt;br /&gt;2) Kita melarang anak kita berbohong atau jujur, padahal sudah berapa kebohongan yang kita ciptakan kepada anak-anak kita.&lt;br /&gt;3) Kita melarang anak kita mengkonsumsi narkoba, padahal kita sendiri adalah pemakai dan bandar narkoba itu sendiri.&lt;br /&gt;4) Kita melarang anak kita bergaul bebas atau pacaran, padahal kita sendiri juga melakukan hal yang sama bergaul bebas baik dilingkungan masyarakat, maupun lingkungan kantor yang terkenal dengan nama selingkuh.&lt;br /&gt;5) Kita melarang anak-anak kita minum-minuman keras dan berjudi, padahal kita adalah bandar judi dan pemilik pabrik menuman keras serta peminum dan penjudi.&lt;br /&gt;6) Kita melarang anak kita merokok, padahal dirikita sudah sering membakar uang, dengan merokok di depan mata mereka, dan kita juga menjual rokok dan pemilik pabrik rokok.&lt;br /&gt;7) Kita marah ketika anak kita tidak sholat, atau beribadah, padahal kita suka melalaikan bahkan tidak menunaikan kewajiban sholat.&lt;br /&gt;8) Kita menghimbau agar anak-anak kita jangan mengkonsumsi tayangan yang pornografi, padahal dirikita sering menonton tayangan, membaca, mengakses situs-situs porno tersebut, bahkan kitalah yang memiliki media cetak, penulis naskah, membeli media-media pornografi tersebut.&lt;br /&gt;9) Kita melarang anak-anak kita untuk menonton televisi terus menerus, padahal kita pengkonsumsi paling utama siaran televisi sampai tidak tidur.&lt;br /&gt;10) Kita sering menasehati anak-anak kita untuk tidak berghibah atau memfitnah oranglain, padahal dirikitalah yang suka berghibah dan memfitnah itu.&lt;br /&gt;11) Kita marah ketika tahu anak-anak kita sering nongkrong dan keluar malam, padahal kita juga melakukan hal yang sama, terkadang waktu shubuh baru pulang ke rumah.&lt;br /&gt;12) Kita menasehati anak kita agar rajin sekolah, tetapi kita juga malas bekerja, bahkan sering mangkir dari kantor.&lt;br /&gt;13) Kita mengeluhkan mengapa anak kita malas membaca, padahal kita juga sangat jarang memiliki kebiasaan membaca.&lt;br /&gt;14) Kita sering mengajari mereka anak-anak kita untuk tidak melawan kepada orangtuanya, padahal kita dulunya juga suka melawan orangtua kita.&lt;br /&gt;15) Kita marah ketika tahu anak kita suka mencuri, padahal kita sering mencuri uang negara, atau sering mendapatkan rejeki yang tidak halal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan banyak lagi kenakalan-kenakalan yang kita lakukan sebagai orangtua, yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Semoga kita tidak termasuk dan tidak pernah melakukan kenakalan seperti yang diuraikan diatas. Amin. Jadi apa yang salah dengan kenakalan anak atau remaja, tidakkah ia sangat berbanding lurus dengan kenalan kita sebagai orangtua? Wallahuâ€™alam.&lt;br /&gt;[copy paste / soe-soe]&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-6903322104307003366?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/6903322104307003366/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kenakalan-remaja-atau-kenakalan-orang.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6903322104307003366'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6903322104307003366'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kenakalan-remaja-atau-kenakalan-orang.html' title='Kenakalan Remaja Atau Kenakalan Orang Tua'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svj7EGzc-FI/AAAAAAAAATc/oyNK-Cy3aiI/s72-c/ribut.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-2128735151054630458</id><published>2009-11-09T19:47:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T19:52:19.999-08:00</updated><title type='text'>Trik Menghadapi Remaja Berpacaran</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SvjjFFjdwjI/AAAAAAAAATE/tf7FzmwQOcM/s1600-h/love5_1024x768.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 299px; height: 297px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SvjjFFjdwjI/AAAAAAAAATE/tf7FzmwQOcM/s320/love5_1024x768.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402317429560689202" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Saat Anak sudah beranjak remaja, biasanya Bunda memiliki rasa was-was yang berlebihan akan pergaulan anak masa kini yang sangat bebas. Bebas akan gaya pacaran, bebas akan narkoba serta pergaulan seks bebas. Namun jika Bunda mengekang apa yang dilakukan Anak, malah Anak akan menjauh dari Bunda. Agar Bunda lebih rileks dalam memandang hubungan pacaran serta pergaulan remaja Bunda, ada baiknya Bunda melihat tips-tips berikut ini : &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Jangan pernah memaksa anak untuk bercerita tentang pacarnya.&lt;/strong&gt; Jangan pernah memaksa anak untuk bercerita soal pacarnya, ini dilakukan untuk menghindari jarak diantara orangtua dengan anak dan anak akan menjadi tertutup terhadap Bunda. Yang harus Bunda lakukan adalah mendekatkan diri kepada anak dengan menjadi sahabatnya, biarkan anak sampai siap untuk mengatakan sendiri kepada Bunda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Beritahu sisi baik dan jeleknya memiliki seorang pacar.&lt;/strong&gt; Disini peran Bunda sebagai orangtua sekaligus teman untuk anak harus memberitahu sisi baik dan jelek memiliki pacar. Misalnya : untuk memberikan semangat anak untuk berprestasi disekolah, mengajarkan hal-hal yang baik terhadap anak bukan malah jadi prestasi disekolah menjadi menurun, mengajarkan anak menjadi berprilaku tidak sopan kepada orangtua, narkoba, anak malam atau lainnya. Dengan begitu Bunda sebagai orangtua bisa menilai dan memberitahu bahwa dia itu pantas dan cocok jadi pacar kamu atau tidak. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Memilih teman yang baik.&lt;/strong&gt; Kadang saat-saat remaja, pacaran merupakan hal yang wajib atau fardu ain' dilakukan oleh seorang remaja. Beri pemahaman kepada anak jika dia bisa menjadi teman yang baik, maka teman-temannya tidak akan menjauhinya meski dia tidak ikut berpacaran.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;img src="http://seruu.com/images/stories/2009/oktober/keluarga/anak-sekolah.jpg" style="margin: 5px; float: right;" width="244" height="250" /&gt;Orangtua harus mengenal orangtua dari teman sepermainan anak.&lt;/strong&gt; Sebaiknya orangtua harus mengenal Ayah dan Ibu dari teman sepermainan anak, sehingga orangtua bisa saling berbagi informasi tentang perilaku anak. Kenali keluarga teman anak agar kita tahu apakah di rumah teman itu ada pengawasan yang baik dari orangtuanya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Hargai kedatangang pacar anak jika datang kerumah.&lt;/strong&gt; Kalau pacar anak Anda sudah berani datang sendirian ke rumah, hargai keberaniannya. Jangan terus diusir. Toh, lebih baik mereka di rumah daripada keluyuran kemana-mana sehingga sekaligus Bunda bisa mengawasi anak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Waspada jika anak lebih sibuk pacaran ketimbang belajar.&lt;/strong&gt; Jika anak sudah mulai malas untuk belajar dan lebih mementingkan pacaran, sebaiknya Bunda mulai waspada. Ajak mereka bicara dari hati kehati tanpa harus ada kemarahan dan main tangan, misalnya: Ajak bicara tentang masa depan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Yakinkan anak bahwa apapun yang terjadi, orangtua selalu bisa menerima mereka.&lt;/strong&gt; Dengan begitu anak akan lebih terbuka soal dirinya termasuk soal pacarannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bekali anak dengan pendidikan agama dan pengetahuan seputar kesehatan reproduksi. ini dilakukan supaya anak lebih mengeti mana yang baik dan mana yang salah dan juga agar anak bisa mengerti apa yang tengah dihadapi dan resiko yang bisa terjadi. Anak yang terlatih berpikir soal resiko akan lebih siap menjaga dirinya.[ysa] /&lt;span style="font-weight: bold;"&gt; Sumber : seruu.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-2128735151054630458?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/2128735151054630458/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/trik-menghadapi-remaja-berpacaran.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/2128735151054630458'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/2128735151054630458'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/trik-menghadapi-remaja-berpacaran.html' title='Trik Menghadapi Remaja Berpacaran'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SvjjFFjdwjI/AAAAAAAAATE/tf7FzmwQOcM/s72-c/love5_1024x768.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-2207386170906271611</id><published>2009-11-09T19:27:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T19:31:54.959-08:00</updated><title type='text'>Elektronik Menguasai Dunia Remaja</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svjeko4ol0I/AAAAAAAAAS8/fhXHot8JyOg/s1600-h/194737p.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 298px; height: 225px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svjeko4ol0I/AAAAAAAAAS8/fhXHot8JyOg/s320/194737p.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5402312474062526274" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;strong&gt;KOMPAS.com&lt;/strong&gt; - Dengan semakin maraknya peralatan elektronik yang berteknologi tinggi, Andapun semakin dibuat terpukau oleh peralatan - peralatan ini, begitu pula anak Anda yang sekarang sudah tumbuh menjadi seorang remaja. Setiap hari mungkin ia berbicara di telpon bersama teman, SMS seharian, &lt;em&gt;chatting,&lt;/em&gt; bermain &lt;em&gt;game&lt;/em&gt; di PS2, mendengar lagu di &lt;em&gt;ipod&lt;/em&gt;-nya,sibuk dengan &lt;em&gt;iphone&lt;/em&gt;-nya atau berjalan di mal bersama Anda sambil sibuk ber-&lt;em&gt;Blackberry&lt;/em&gt;!&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;Ia bahkan terlihat sedikit cuek dengan kehadiran Anda dan larut dengan teman-teman barunya di Facebook. Bagaimana kalau Anda tidak mencegah semuanya ia akan terlanjur asik dengan dunianya dan tidak lagi berbagi dengan Anda semua problemnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang di dunia remaja sekarang, mungkin jika tidak memiliki telpon selular, laptop, atau bahkan profil di FB dianggap ketinggalan jaman. Anda semakin bingung karena di jaman Anda dulu mungkin tidak ada yang seperti itu (kalaupun ada, tidak sehebat sekarang).&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Tidak mungkin memang untuk mengatakan pada mereka tidak boleh menggunakan barang - barang tersebut, bagi remaja jaman sekarang itu seperti mimpi buruk! Mereka akan menentang mati - matian ide Anda bahkan Anda dianggap orangtua yang "kurang gaul". Untuk itu mari kita lihat kira - kira bagaimana solusinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berada di tempat yang sama dan memiliki lingkungan pergaulan yang sama dengan teman - teman sangatlah penting bagi para remaja. Mereka bagaikan sekelompok orang yang selalu bersama untuk terlihat eksis di dunia mereka.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jika anak Anda tetap mendapat nilai yang baik di sekolah, mengerjakan apa yang Anda minta tanpa harus berdebat, mengerjakan pekerjaan sehari - harinya di rumah, maka mungkin yang terbaik untuk Anda adalah membiarkannya sedikit berada di "dunia"-nya. Setidaknya dia ada saat Anda minta, saat Anda butuh dan dia masih tahu mana yang harus ia prioritaskan. Akan tetapi jika Anda tetap khawatir, mungkin tips ini bisa mengurangi kekhawatiran Anda :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Jika sedang makan malam bersama atau acara keluarga, katakanlah padanya bahwa saat bersama keluarga haruslah fokus untuk keluarga, dilarang ber- SMS ataupun menelpon bersama teman. Buatlah ia mengerti bahwa di meja makan adalah saat Anda sekeluarga bercerita mengenai kegiatan sehari - hari kalian dan saling mengomentari apa yang sedang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Ada baiknya untuk tidak membiarkan anak memiliki komputer sendiri di dalam kamar, selain akan membuat mereka mungkin tidur lebih malam karena keasikan ber-internet, Anda pun bisa mengontrol aktifitas komputer mereka dengan menaruhnya di ruang keluarga atau ruang bersama. Mungkin juga sebaiknya Anda tetapkan peraturan bahwa 1 jam sebelum tidur, mereka harus sudah selesai bermain komputer, dengan begitu mereka akan belajar untuk menghargai waktu tidur, memprioritaskan mana yang penting dan tentu saja menghormati Anda sebagai orangtua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Salah satu cara untuk membatasi pemakaian telpon pada anak remaja Anda yang sedang sibuk di dunianya adalah dengan mengatakan pada dirinya bahwa Anda hanya memberikan jatah tiap bulannya dan jika ia memakai di luar jatahnya maka ia harus membayar sendiri dari uang jajannya agar mereka bertanggung jawab pada pemakaian uangnya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;4. Jangan lupa untuk sekali - sekali mengecek &lt;em&gt;facebook&lt;/em&gt;nya atau blog-nya, pastikan ia tidak menaruh hal - hal yang terlalu pribadi disana. Jika perlu masukkan program untuk membatasi anak Anda melihat situs - situs yang belum saatnya ia lihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga tips ini bisa membantu Anda untuk masuk ke dunia elektroniknya, tetap berkomunikasi dengan dia, mengerti dan memberikan ruang untuk dia bergerak dan berkembang sekaligus mengajarkan ia bertanggung jawab.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;dr.Intan Airlina Febiliawanti&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-2207386170906271611?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/2207386170906271611/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/elektronik-menguasai-dunia-remaja.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/2207386170906271611'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/2207386170906271611'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/elektronik-menguasai-dunia-remaja.html' title='Elektronik Menguasai Dunia Remaja'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/Svjeko4ol0I/AAAAAAAAAS8/fhXHot8JyOg/s72-c/194737p.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5613558160392368321</id><published>2009-11-09T18:41:00.000-08:00</published><updated>2009-11-09T18:43:07.866-08:00</updated><title type='text'>Kehidupan Dunia Malam</title><content type='html'>&lt;div class="post-content"&gt;  &lt;p&gt;Dunia malam bagai pisau bermata dua. Dunia yang satu ini memiliki kekuatan dan beribu misteri. Pertarungan kebaikan dan kesesatan, haq dan bathil sepanjang siang hari sangatlah dahsyat. Pertarungan yang membutuhkan energi yang tidak sedikit. Masing-masing pembela kebenaran dan kesesatan menumpahkan segala daya kemampuan yang dimilikinya.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Ternyata malam lah yang menjadi pusat penghasil energi dan pengumpulnya. Kedua kekuatan yang bertolak belakang hingga hari akhir itu, masing-masing menggunakan jeda malam untuk mengumpulkan tenaga. Untuk bertarung meraih pendukung di esok hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tentu kita ingin meniru dunia malam orang-orang sholeh. Karena kita ingin sholeh dan baik seperti mereka. Kita ingin merenda malam kita yang banyak terkoyak oleh aktifitas yang tidak berguna atau bahkan membahayakan. Padahal malam adalah ghonimah cuma-cuma yang disediakan untuk kita. Kita ingin merasakan hakekat kenikmatan dunia yang maya ini sebagaimana mereka telah merasakan kenikmatan itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tetapi tidak mudah. Sudah sekian lama malam kita datang dan kemudian berlalu. Datang menawarkan intan dan mutiara, tidak lama kemudian pergi dengan kecewa karena kita tidak peduli. Inilah bagian dari resep mereka yang telah berhasil menghiasi malam-malam yang indah itu. Agar ringan mata ini terjaga, kaki ini berdiri sholat, dan kepala ini sujud dihadapan keagungan-Nya.&lt;/p&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt; &lt;strong&gt;Dawud Ath-Tho’i, "Aku ingin sekali dianugerahi kebaikan di waktu malam,”&lt;/strong&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tekad. Itulah makna di balik kata Dawu Ath-Tho’i ini. Selanjutnya ia berkata, “Tidak ada yang lebih aku iri dari seseorang, kecuali ketika dia bisa sholat malam.” Kebaikan apa pun tidak akan sampai kepada kita tanpa tekad yang kuat. Manakah mutiara di dasar lautan dapat diraih tanpa ada tekad baja untuk menyelami dalamnya lautan. Karena kebaikan ini terjal. Karena kebaikan ini sulit. Kawasan terjal dan sulit tidak akan dilalui oleh mereka yang hidup tanpa tekad untuk melaluinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nyala tekad di hati kita harus terus dipompa. Agar sinarnya benar-benar bisa membukakan mata kita yang sedang asyik terpejam. Menguatkan kaki kita untuk melangkah menuju tempat berdua dengan pencipta kita. Apalagi, ini malam hari. Tanpa tekad, malam yang dingin ini lebih nikmat jika kita habiskan di bawah selimut tebal. Lebih segar jika mata kita manjakan sampai esok fajar pagi menyapa.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Membangun tekad seperti membangun sebuah pondasi bangunan. Bangunan tekad ini haruslah tertancap kuat di dasar hati kita. Karena dia akan bisa usang karena waktu. Dan bisa goyah karena terpaan tornado musibah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tekad ini bisa kita tumbuhkan dengan kembali mengingat mahalnya detik-detik yang disediakan Allah. Betapa banyak janji-Nya untuk yang berhasil menghidupkan malamnya dengan ibadah. Mulai janji ampunan, do’a yang cepat terkabul, ruang ketenangan jiwa kita yang lelah oleh dunia, hingga surga yang siap menanti dengan segala kenikmatannya. Setiap detiknya sangat berharga. Detik-detik yang berbeda sama sekali dengan detik di siang hari.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menumbuhkan tekad bisa juga dengan cara mencermati deretan nama besar dalam sejarah Islam. Karena ternyata kebesaran mereka tidak mungkin dilepaskan dari aktifitas malam. Qiyam, tilawah, menangisi dosa, mengingat akhirat, dan do’a-do’a panjang. Itulah yang membuat mereka kemudian besar, selamanya terukir dalam sejarah gemilang.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nuruddin Mahmud Zanki adalah nama besar yang dikenang dalam perang salib. Dia berhasil meruntuhkan kesombongan pasukan salib. Kemenangan demi kemenangan dia raih, Hingga perbincangan antar pasukan salib terjadi. Mereka berkata, “Kemenangan Nuruddin Zanki bukan karena jumlah pasukannya yang lebih banyak. Tapi mempunyai rahasia bersama Tuhan. Dia menang karena do’a dan sholat malamnya. Dia sholat malam dan mengangkat tangannya untuk berdo’a dan Tuhannya mengabulkan permohonannya."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah yang diistilahkan oleh Ibnu Katsir tentang dirinya, “Dia itu kecanduan sholat  malam, puasa banyak, berjihad dengan akidah yang benar.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pantaslah kalau masjid Aqsho bisa diraih kembali. Itulah pemimpinnya, dan inilah panglimanya, Sholahuddin Al-Ayyubi. “Dia selalu menjaga sholatnya dalam jamaah. Selalu menjaga sholat sunah dan jika malam tiba dia sholat malam. Dia juga sangat senang mendengarkan Al Qur’an, lembut hatinya deras air matanya. Jika mendengar Al Qur’an hatinya khusyuk dan matanya menangis sepanjang hari-harinya," jelas Qodhi Bahauddin yang hidup sejaman dengan Sholahuddin.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Satu lagi kisah penaklukan Konstantinopel di tangan pemberani Sultan Muhammad Al Fatih. Sehari sebelum penaklukan, dia menganjurkan pasukannya untuk berpuasa. Dan pada malam harinya, dia sholat malam dan berdo’a bersama tentaranya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga dengan membaca kisah-kisah mereka, ada gerak tekad yang terus mendesak maju. Karena kebesaran mereka tergantung seberapa hidup malam mereka.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;strong&gt;2. Rasulullah, " Sedikitkan makan, karena orang yang paling kenyang di dunia akan menjadi orang paling lapar di akhirat."&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidak banyak makan. Itulah salah satu resep sederhana yang dianjurkan oleh Rasulullah. Paling kenyang di dunia paling lapar di akhirat? Ya, mungkin inilah yang ingin dijelaskan oleh Imam Ghozali dalam pernyataannya, “Janganlah banyak makan karena kalian akan banyak minum dan menyebabkan banyak tidur, akhirnya, kalian banyak menyesal.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Menyesal telah melewatkan saat-saat penting untuk meraih kesuksesan. Menyesal karena telah kehilangan banyak pahala. Menyesal karena di akhirat sangat membutuhkan amal yang banyak untuk menjalani kehidupan yang tiada titiknya. Sementara ladang kebaikan di malam hari telah banyak kita lewatkan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Banyak makan akan membebani perut. Tentunya ini akan menjadi beban yang cukup berat buat mata dan fisik kita. Makan adalah aktifitas yang banyak menuntut tidur setelah itu. Banyak makan juga membuat konsentrasi otak tertuju hanya kepada perut. Jadilah kita seperti yang dikatakan oleh Bakar bin Khunais, “Orang yang sedikit makan menjadi lebih paham terhadap nasehat dan hatinya lebih cepat menuju kelembutan. Sementara banyak makan akan banyak menghilangkan kebaikan.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Sedikit makan adalah kebiasaan baik yang sudah menjadi tradisi orang-orang sholeh sejak dulu. Sejak jaman Bani Israil bahkan. Seperti yang diceritakan oleh Aun bin Abdillah, "Dulu pemimpin Bani Israil berkata saat mereka sedang berbuka puasa, ‘Jangan makan banyak, karena jika kalian makan banyak kalian akan tidur banyak. Jika kalian banyak tidur akan sedikit sholat.’"&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Walaupun dalam sejarah disebutkan bahwa ada sebagian orang besar yang makan banyak tetapi tetap sholat malam. Sufyan Tsauri lah orangnya. Tentang penggabungan dua hal yang bertolak belakang itu Syekh Abdul Qodir Jailani berkata, “Jangan meniru Sufyan dalam masalah banyak makan. Tetapi tirulah dalam banyaknya ibadah. Karena kamu bukan Sufyan. Janganlah kamu terlalu kenyang seperti Sufyan, karena kamu tidak mampu menguasai dirimu seperti halnya Sufyan menguasai dirinya."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dan Sufyan sendirilah yang berkata, “Sedikitkanlah makanmu, akan kalian dapat qiyamullail.” Kalau kita bisa seperti Sufyan, tentu tidak ada larangan. Tetapi jika tidak, jadilah seperti yang dikatakan oleh Syekh Abdul Qodir Jailani.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;strong&gt;3. Ayah Muawiyah bin Qorroh, “Wahai anakku, tidurlah semoga Allah memberimu kebaikan di malam hari."&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Tidur yang benar. Sesuai dengan sunnah Rasulullah. Ajaran Rasullah tentang tata cara tidur bukan saja mendatangkan pahala sebagai amalan sunah, tetapi juga mendatangkan kebaikan berupa mudahnya bangun malam.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Apa yang dikatakan Muawiyah bin Qorroh menceritakan kebiasaan ayahnya yang selalu berkata kepada anak-anaknya bahwa selepas sholat Isya merupakan salah satu tuntunan tidur ala Nabi. Di mana sang ayah melarang anaknya untuk asyik bercengkerama dan menghabiskan malam, hanya dengan berbincang hal yang tidak penting dan tidak bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Setiap kita membutuhkan tidur dalam rentang waktu tertentu. Ketika kurang, tentu rasa kantuk tidak akan beranjak dari mata kita. Apalagi kalau tekad untuk bangun malam hanya setengah-setengah atau tidak ada sama sekali.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Bisa jadi ayah Muawiyah bin Qorroh meniru apa yang diajarkan Aisyah kepada keponakannya, Urwah. Suatu malam dia menginap di ruangan yang tidak jauh dari rumah Aisyah. Malam itu ia asyik berbincang dengan teman-temannya. Aisyah pun menegurnya, “Wahai Urwah, perbincangan apa ini? Aku tidak melihat Nabi tidur sebelum Isya dan ngobrol setelahnya. Kalau beliau tidak tidur sehingga bisa beristirahat, maka beliau sholat untuk mendapatkan banyak keberuntungan."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dalam kesempatan yang lain Aisyah menegurnya dengan redaksi yang lebih mengena, “Hai keponakanku, istirahatkan pencatat amal-mu. Tidak ada obrolan malam kecuali untuk musafir, orang yang tahajud dan pengantin.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya, biarlah malaikat pencatat amal kita istirahat. Bukan karena mereka lelah mencatat. Tetapi kita yang akan kelelahan untuk menanggung catatan itu. Bicara tidak ada maknanya hanya membuang waktu dan berpeluangnya lidah terpeleset, sehingga catatan dosa kita bertambah lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Nabi adalah orang yang hampir tidak pernah lewat malamnya begitu saja. Beliau tentu tahu bagaimana caranya agar selalu mudah bangun malam hari untuk beribadah. Ajaran Nabi seperti tidur miring ke kanan, berwudhu dan berdo’a sebelum tidur bukan saja memiliki kelebihan secara medis, tetapi juga memudahkan kita untuk bangun malam. Untuk menabung pahala dan hidup di dunia ini lebih bahagia dan bermakna.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;strong&gt;4. Abu Utsman, “Abu Hurairah bergiliran dengan istri dan pembantu untuk saling membangunkan.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mencari lingkungan yang mendukung. Lingkungan bisa sangat menentukan. Bisa jadi kita yang dulu berada di lingkungan yang lebih agamis, sering melakukan sholat malam, puasa sunah, tilawah dan ibadah lainnya yang kala itu terasa begitu nikmat. Dan kini semuanya telah pudar atau hilang sama sekali, setelah kita berpindah tempat, Tinggal di tempat yang tidak lagi seindah dulu.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah cerita lengkap Abu Utsman tentang keluarga Abu Hurairah, "Aku bertamu di rumah Abu Hurairah selama tujuh hari. Dan aku lihat dia, istri dan pembantunya membagi malam menjadi tiga. Setelah yang satu selesai sholat membangunkan yang kedua dan seterusnya."&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Itu juga yang dilakukan oleh istri penguasa ketika itu, Nuruddin Zanki. Selain dia, istrinya Khotun binti Atabik juga seseorang yang rajin sholat malam. Pasangan sholeh yang layak membawa negeri menjadi adil dan damai.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Pagi itu Khotun tampak murung. Nuruddin menanyakan sebabnya. Ternyata masalahnya adalah karena dia tidak bangun semalarn dan kehilangan pernik-pernik indahnya malam bersama Tuhannya. Setelah itu, Nuruddin mengangkat seorang pegawai istana khusus untuk memukul genderang buat membangunkan sholat malam. Nuruddin memberi pegawai tersebut gaji yang tinggi.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hari ini, jaman sudah semakin canggih. Segala sarana yang kita gunakan untuk bangun malam sangatlah banyak dan tersedia mudah. Kita tidak perlu lagi membayar orang khusus dengan gaji tinggi untuk membangunkan kita di malam hari, seperti yang dilakukan sang sultan. Kita hanya butuh tekad kuat dan memanfaatkan peralatan canggih untuk membangunkan kita. Sekali lagi, kita hanya butuh tekad.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Namun bisa jadi kita masih merasa keberatan untuk bangun, walau jam telah berdering sekian kali. Maka, mencari lingkungan yang sholeh adalah penting. Lingkungan itu bisa teman, istri, suami atau keluarga lainnya, yang gemar melakukan sholat malam. Dengan hidup bersama mereka, berada di lingkungan yang baik dan mendukung, kita akan terkena imbas membiasakan diri sholat malam. Kita akan menyadari nikmatnya hari-hari sunyi di malam hari jika diisi &lt;em&gt;taqarrub&lt;/em&gt; pada Allah.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;strong&gt;5. Hasan Al Basri, “Kamu diikat oleh dosamu.”&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Mata kita dikatupkan oleh dosa-dosa kita, begitu kira-kira pesan yang ingin diajarkan oleh Imam Hasan kepada kita. Nasehat beliau ini untuk seseorang yang datang padanya dan mengeluhkan tentang dirinya yang sulit bangun malam. "Wahai Hasan Basri, aku mencintai sholat malam dan aku selalu tidur dalam keadaan suci, tetapi mengapa aku tidak bisa juga bangun?" Singkat Imam Hasan menjawab, "Kamu diikat oleh dosamu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dosa di siang hari, membuat kita susah untuk membuka mata, inilah pengalaman pribadi Sufyan Tsauri, “Aku pernah tidak bisa sholat malam selama lima bulan karena satu dosa yang aku lakukan." Temannya bertanya, "Dosa apa itu?” “Aku melihat seseorang menangis dan dalam hati aku berkata, ‘Orang itu menangis hanya untuk dipuji saja,’” jelas Sufyan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Subhanallah, mereka yang sedikit dosanya, tahu dari mana datangnya musibah itu. Tetapi kita yang masih bergumul dengan dosa tidak tahu mengapa sholat malam terasa begitu berat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Allah ridho kepada orang sang tidak bermaksiat pada-Nya di siang hari. Sehingga dia diberikan kesempatan untuk menyambut kehadiran-Nya di langit dunia di malam hari. Saat yang setiap detiknya tidak mungkin dihargai sekedar dengan dunia dan seisinya. Sangat berharga.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Inilah yang ingin dikatakan oleh Ibrahim bin Adham kepada seseorang yang meminta resep agar bisa sholat malam, “Jangan, bermaksiat kepada-Nya di siang hari, niscava Dia akan membangunkanmu di malam hari. Karena kehadiranmu di hadapan-Nya adalah merupakan kemuliaan. Dan orang yang bermaksiat tidak layak mendapatkan kemuliaan itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Ya, itulah bagian dari resep orang-orang besar dalam sejarah manusia dan di sisi Allah. Kekuatan mereka di siang hari untuk mengukir prestasi benar-benar tergantung seberapa hidup malam-malam mereka dengan ibadah.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Semoga pengalaman mereka menjadi bekal kekuatan kita untuk merenda malam yang masih koyak-koyak. wallahu’alam.&lt;/p&gt;Sumber : http://beranda.blogsome.com/&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5613558160392368321?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5613558160392368321/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kehidupan-dunia-malam.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5613558160392368321'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5613558160392368321'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kehidupan-dunia-malam.html' title='Kehidupan Dunia Malam'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-1911451094697304788</id><published>2009-11-05T00:09:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T01:10:38.607-08:00</updated><title type='text'>Nabi Muhammad Mengembala Kambing</title><content type='html'>Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: "Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing." Dan katanya lagi: "Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya. Ia menerawang dalam suasana alam demikian itu, karena ia ingin melihat sesuatu di balik semua itu. Dalam pelbagai manifestasi alam ia mencari suatu penafsiran tentang penciptaan semesta ini. Ia melihat dirinya sendiri. Karena hatinya yang terang, jantungnya yang hidup, ia melihat dirinya tidak terpisah dari alam semesta itu. Bukankah juga ia menghirup udaranya, dan kalau tidak demikian berarti kematian? Bukankah ia dihidupkan oleh sinar matahari, bermandikan cahaya bulan dan kehadirannya berhubungan dengan bintang-bintang dan dengan seluruh alam? Bintang-bintang dan semesta alam yang tampak membentang di depannya, berhubungan satu dengan yang lain dalam susunan yang sudah ditentukan, matahari tiada seharusnya dapat mengejar bulan atau malam akan mendahului siang. Apabila kelompok kambing yang ada di depan Muhammad itu memintakan kesadaran dan perhatiannya supaya jangan ada serigala yang akan menerkam domba itu, jangan sampai - selama tugasnya di pedalaman itu - ada domba yang sesat, maka kesadaran dan kekuatan apakah yang menjaga susunan alam yang begitu kuat ini?&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh karena itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang begitu adanya: Al-Amin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini dibuktikan oleh keterangan yang diceritakannya kemudian, bahwa ketika itu ia sedang menggembala kambing dengan seorang kawannya. Pada suatu hari hatinya berkata, bahwa ia ingin bermain-main seperti pemuda-pemuda lain. Hal ini dikatakannya kepada kawannya pada suatu senja, bahwa ia ingin turun ke Mekah, bermain-main seperti para pemuda di gelap malam, dan dimintanya kawannya menjagakan kambing ternaknya itu. Tetapi sesampainya di ujung Mekah, perhatiannya tertarik pada suatu pesta perkawinan dan dia hadir di tempat itu. Tetapi tiba-tiba ia tertidur. Pada malam berikutnya datang lagi ia ke Mekah, dengan maksud yang sama. Terdengar olehnya irama musik yang indah, seolah turun dari langit. Ia duduk mendengarkan. Lalu tertidur lagi sampai pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi apakah gerangan pengaruh segala daya penarik Mekah itu terhadap kalbu dan jiwa yang begitu padat oleh pikiran dan renungan? Gerangan apa pula artinya segala daya penarik yang kita gambarkan itu yang juga tidak disenangi oleh mereka yang martabatnya jauh di bawah Muhammad?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu ia terhindar dari cacat. Yang sangat terasa benar nikmatnya, ialah bila ia sedang berpikir atau merenung. Dan kehidupan berpikir dan merenung serta kesenangan bekerja sekadarnya seperti menggembalakan kambing, bukanlah suatu cara hidup yang membawa kekayaan berlimpah-limpah baginya. Dan memang tidak pernah Muhammad mempedulikan hal itu. Dalam hidupnya ia memang menjauhkan diri dari segala pengaruh materi. Apa gunanya ia mengejar itu padahal sudah menjadi bawaannya ia tidak pernah tertarik? Yang diperlukannya dalam hidup ini asal dia masih dapat menyambung hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bukankah dia juga yang pernah berkata: "Kami adalah golongan yang hanya makan bila merasa lapar, dan bila sudah makan tidak sampai kenyang?" Bukankah dia juga yang sudah dikenal orang hidup dalam kekurangan selalu dan minta supaya orang bergembira menghadapi penderitaan hidup? Cara orang mengejar harta dengan serakah hendak memenuhi hawa nafsunya, sama sekali tidak pernah dikenal Muhammad selama hidupnya. Kenikmatan jiwa yang paling besar, ialah merasakan adanya keindahan alam ini dan mengajak orang merenungkannya. Suatu kenikmatan besar, yang hanya sedikit saja dikenal orang. Kenikmatan yang dirasakan Muhammad sejak masa pertumbuhannya yang mula-mula yang telah diperlihatkan dunia sejak masa mudanya adalah kenangan yang selalu hidup dalam jiwanya, yang mengajak orang hidup tidak hanya mementingkan dunia. Ini dimulai sejak kematian ayahnya ketika ia masih dalam kandungan, kemudian kematian ibunya, kemudian kematian kakeknya. Kenikmatan demikian ini tidak memerlukan harta kekayaan yang besar, tetapi memerlukan suatu kekayaan jiwa yang kuat. sehingga orang dapat mengetahui: bagaimana ia memelihara diri dan menyesuaikannya dengan kehidupan batin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Andaikata pada waktu itu Muhammad dibiarkan saja begitu, tentu takkan tertarik ia kepada harta. Dengan keadaannya itu ia akan tetap bahagia, seperti halnya dengan gembala-gembala pemikir, yang telah menggabungkan alam ke dalam diri mereka dan telah pula mereka berada dalam pelukan kalbu alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akan tetapi Abu Talib pamannya - seperti sudah kita sebutkan tadi -hidup miskin dan banyak anak. Dari kemenakannya itu ia mengharapkan akan dapat memberikan tambahan rejeki yang akan diperoleh dari pemilik-pemilik kambing yang kambingnya digembalakan. Suatu waktu ia mendengar berita, bahwa Khadijah binti Khuwailid mengupah orang-orang Quraisy untuk menjalankan perdagangannya. Khadijah adalah seorang wanita pedagang yang kaya dan dihormati, mengupah orang yang akan memperdagangkan hartanya itu. Berasal dari Keluarga (Banu) Asad, ia bertambah kaya setelah dua kali ia kawin dengan keluarga Makhzum, sehingga dia menjadi seorang penduduk Mekah yang terkaya. Ia menjalankan dagangannya itu dengan bantuan ayahnya Khuwailid dan beberapa orang kepercayaannya. Beberapa pemuka Quraisy pernah melamarnya, tetapi ditolaknya. Ia yakin mereka itu melamar hanya karena memandang hartanya. Sungguhpun begitu usahanya itu terus dikembangkan. [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-1911451094697304788?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/1911451094697304788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/nabi-muhammad-mengembala-kambing.html#comment-form' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1911451094697304788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1911451094697304788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/nabi-muhammad-mengembala-kambing.html' title='Nabi Muhammad Mengembala Kambing'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5730889046365760903</id><published>2009-11-04T23:22:00.000-08:00</published><updated>2009-11-05T01:12:36.405-08:00</updated><title type='text'>Kisah Nabi Muhammad SAW</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Usia Abd’l-Muttalib sudah hampir mencapai tujuhpuluh tahun atau lebih tatkala Abrahah mencoba menyerang Mekah dan menghancurkan Rumah Purba. Ketika itu umur Abdullah anaknya sudah duapuluh empat tahun, dan sudah tiba masanya dikawinkan. Pilihan Abd’l-Muttalib jatuh kepada Aminah bint Wahb bin Abd Manaf bin Zuhra, – pemimpin suku Zuhra ketika itu yang sesuai pula usianya dan mempunyai kedudukan terhormat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Pada hari perkawinan Abdullah dengan Aminah itu, Abd’l-Muttalib juga kawin dengan Hala, puteri pamannya. Dari perkawinan ini lahirlah Hamzah, paman Nabi dan yang seusia dengan dia. Abdullah dengan Aminah tinggal selama tiga hari di rumah Aminah, sesuai dengan adat kebiasaan Arab bila perkawinan dilangsungkan di rumah keluarga pengantin puteri. Sesudah itu mereka pindah bersama-sama ke keluarga Abd’l-Muttalib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Beberapa saat setelah perkawinan, Abdullahpun pergi dalam suatu usaha perdagangan ke Suria dengan meninggalkan isteri yang dalam keadaan hamil. Dalam perjalanannya itu Abdullah tinggal selama beberapa bulan. Dalam pada itu ia pergi juga ke Gaza dan kembali lagi. Kemudian ia singgah ke tempat saudara-saudara ibunya di Medinah sekadar beristirahat sesudah merasa letih selama dalam perjalanan. Sesudah itu ia akan kembali pulang dengan kafilah ke Mekah. Akan tetapi kemudian ia menderita sakit di tempat saudara-saudara ibunya itu. Kawan-kawannyapun pulang lebih dulu meninggalkan dia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Abd’l-Muttalibmengutus Harith – anaknya yang sulung – ke Medinah, supaya membawa kembali bila ia sudah sembuh. Tetapi sesampainya di Medinah ia mengetahui bahwa Abdullah sudah meninggal dan sudah dikuburkan pula, sebulan sesudah kafilahnya berangkat ke Mekah. Kembalilah Harith kepada keluarganya dengan membawa perasaan pilu atas kematian adiknya itu. Rasa duka dan sedih menimpa hati Abd’l-Muttalib, menimpa hati Aminah, karena ia kehilangan seorang suami yang selama ini menjadi harapan kebahagiaan hidupnya.Peninggalan Abdullah sesudah wafat terdiri dari lima ekor unta, sekelompok ternak kambing dan seorang budak perempuan, yaitu Umm Ayman – yang kemudian menjadi pengasuh Nabi. Boleh jadi peninggalan serupa itu bukan berarti suatu tanda kekayaan; tapi tidak juga merupakan suatu kemiskinan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Aminah melahirkan beberapa bulan kemudian. Selesai bersalin dikirimnya berita kepada Abd’l Muttalib di Ka’bah, bahwa ia melahirkan seorang anak laki-laki. Alangkah gembiranya orang tua itu setelah menerima berita. Sekaligus ia teringat kepada Abdullah anaknya. Gembira sekali hatinya karena ternyata pengganti anaknya sudah ada. Cepat-cepat ia menemui menantunya itu, diangkatnya bayi itu lalu dibawanya ke Ka’bah. Ia diberi nama Muhammad. Nama ini tidak umum di kalangan orang Arab tapi cukup dikenal.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Mengenai tahun ketika Muhammad dilahirkan, beberapa ahli berlainan pendapat. Sebagian besar mengatakan pada Tahun Gajah (570 Masehi). Ibn Abbas mengatakan ia dilahirkan pada Tahun Gajah pada tanggal duabelas Rabiul Awal. Ini adalah pendapat Ibn Ishaq dan yang lain. Pada hari ketujuh kelahirannya itu Abd’l-Muttalib minta disembelihkan unta. Hal ini kemudian dilakukan dengan mengundang makan masyarakat Quraisy. Setelah mereka mengetahui bahwa anak itu diberi nama Muhammad, mereka bertanya-tanya mengapa ia tidak suka memakai nama nenek moyang. “Kuinginkan dia akan menjadi orang yang Terpuji,1 bagi Tuhan di langit dan bagi makhlukNya di bumi,” jawab Abd’l Muttalib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a tip="Masa Kecil Nabi SAW" name="Masa Kecil Nabi SAW"&gt;&lt;/a&gt;Masa Kecil Nabi SAW&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sudah menjadi kebiasaan bangsawan-bangsawan Arab di Mekah bahwa anak yang baru lahir disusukan kepadakepada salah seorang Keluarga Sa’d. Sementara masih menunggu orang yang akan menyusukan itu Aminah menyerahkan anaknya kepada Thuwaiba, budak perempuan pamannya, Abu Lahab. Selama beberapa waktu ia disusukan, seperti Hamzah yang juga kemudian disusukannya. Jadi mereka adalah saudara susuan. Thuwaiba hanya beberapa hari saja menyusukan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akhirnya datang juga wanita-wanita Keluarga Sa’d yang akan menyusukan itu ke Mekah. Mereka memang mencari bayi yang akan mereka susukan. Akan tetapi mereka menghindari anak-anak yatim, karena mereka mengharapkan upah yang lebih. Sedang dari anak-anak yatim sedikit sekali yang dapat mereka harapkan. Oleh karena itu di antara mereka itu tak ada yang mau mendatangi Muhammad. Salah seorang dari mereka, Halimah bint Abi-Dhua’ib, ternyata tidak mendapat bayi lain sebagai gantinya. Setelah mereka akan meninggalkan Mekah, Halimah memutuskan untuk mengambil Muhammad. Dia bercerita, bahwa sejak diambilnya anak itu ia merasa mendapat berkah. Ternak kambingnya gemuk-gemuk dan susunyapun bertambah. Tuhan telah memberkati semua yang ada padanya. Selama dua tahun Muhammad tinggal di sahara, disusukan oleh Halimah dan diasuh oleh Syaima’, puterinya. Udara sahara dan kehidupan pedalaman yang kasar menyebabkannya cepat sekali menjadi besar, dan menambah indah bentuk dan pertumbuhan badannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Setelah cukup dua tahun dan tiba masanya disapih, Halimah membawa anak itu kepada ibunya dan sesudah itu membawanya kembali ke pedalaman. Hal ini dilakukan karena kehendak ibunya, kata sebuah keterangan, dan keterangan lain mengatakan karena kehendak Halimah sendiri. Ia dibawa kembali supaya lebih matang, juga memang dikuatirkan dari adanya serangan wabah Mekah. Dua tahun lagi anak itu tinggal di sahara, menikmati udara pedalaman yang jernih dan bebas, tidak terikat oleh sesuatu ikatan jiwa, juga tidak oleh ikatan materi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada masa itu, sebelum usianya mencapai tiga tahun, ketika itulah terjadi cerita yang banyak dikisahkan orang. Yakni, bahwa sementara ia dengan saudaranya yang sebaya sesama anak-anak itu sedang berada di belakang rumah di luar pengawasan keluarganya, tiba-tiba anak yang dari Keluarga Sa’d itu kembali pulang sambil berlari, dan berkata kepada ibu-bapanya: “Saudaraku yang dari Quraisy itu telah diambil oleh dua orang laki-laki berbaju putih. Dia dibaringkan, perutnya dibedah, sambil di balik-balikan.” Dan tentang Halimah ini ada juga diceritakan, bahwa mengenai diri dan suaminya ia berkata: “Lalu saya pergi dengan ayahnya ke tempat itu. Kami jumpai dia sedang berdiri. Mukanya pucat-pasi. Kuperhatikan dia. demikian juga ayahnya. Lalu kami tanyakan: “Kenapa kau, nak?” Dia menjawab: “Aku didatangi oleh dua orang laki-laki berpakaian putih. Aku di baringkan, lalu perutku di bedah. Mereka mencari sesuatu di dalamnya. Tak tahu aku apa yang mereka cari.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keluarga itu kemudian ketakutan, kalau-kalau terjadi sesuatu pada anak itu. Sesudah itu, dibawanya anak itu kembali kepada ibunya di Mekah. Atas peristiwa ini Ibn Ishaq membawa sebuah Hadis Nabi sesudah kenabiannya. Dalam riwayat yang diceritakan Ibn Ishaq, dikatakan bahwa sebab dikembalikannya kepada ibunya bukan karena cerita adanya dua malaikat itu, melainkan ada beberapa orang Nasrani Abisinia memperhatikan Muhammad dan menanyakan kepada Halimah tentang anak itu. Dilihatnya belakang anak itu, lalu mereka berkata: “Biarlah kami bawa anak ini kepada raja kami di negeri kami. Anak ini akan menjadi orang penting. Kamilah yang mengetahui keadaannya.” Halimah lalu cepat-cepat menghindarkan diri dari mereka dengan membawa anak itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Lima tahun masa yang ditempuhnya itu telah memberikan kenangan yang indah sekali dan kekal dalam jiwanya. Demikian juga Ibu Halimah dan keluarganya tempat dia menumpahkan rasa kasih sayang dan hormat selama hidupnya itu. Penduduk daerah itu pernah mengalami suatu masa paceklik sesudah perkawinan Muhammad dengan Khadijah. Bilamana Halimah kemudian mengunjunginya, sepulangnya ia dibekali dengan harta Khadijah berupa unta yang dimuati air dan empat puluh ekor kambing. Dan setiap dia datang dibentangkannya pakaiannya yang paling berharga untuk tempat duduk Ibu Halimah sebagai tanda penghormatan. Ketika Syaima, puterinya berada di bawah tawanan bersama-sama pihak Hawazin setelah Ta’if dikepung, kemudian dibawa kepada Muhammad, ia segera mengenalnya. Ia dihormati dan dikembalikan kepada keluarganya sesuai dengan keinginan wanita itu. &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian Abd’l-Muttalib yang bertindak mengasuh cucunya itu. Ia memeliharanya sungguh-sungguh dan mencurahkan segala kasih-sayangnya kepada cucu ini. Biasanya buat orang tua itu – pemimpin seluruh Quraisy dan pemimpin Mekah – diletakkannya hamparan tempat dia duduk di bawah naungan Ka’bah, dan anak-anaknya lalu duduk pula sekeliling hamparan itu sebagai penghormatan kepada orang tua. Tetapi apabila Muhammad yang datang maka didudukkannya ia di sampingnya diatas hamparan itu sambil ia mengelus-ngelus punggungnya. Melihat betapa besarnya rasa cintanya itu paman-paman Muhammad tidak mau membiarkannya di belakang dari tempat mereka duduk itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a tip="Kematian Ibunda" name="Kematian Ibunda"&gt;&lt;/a&gt;Kematian Ibunda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Nabi berusia 6 tahun, Aminah membawanya ke Medinah untuk diperkenalkan kepada saudara-saudara kakeknya dari pihak Keluarga Najjar. Dalam perjalanan itu dibawanya juga Umm Aiman, budak perempuan yang ditinggalkan ayahnya dulu. Sesampai mereka di Medinah kepada anak itu diperlihatkan rumah tempat ayahnya meninggal dulu serta tempat ia dikuburkan. Itu adalah yang pertama kali ia merasakan sebagai anak yatim. Dan barangkali juga ibunya pernah menceritakan dengan panjang lebar tentang ayah tercinta itu, yang setelah beberapa waktu tinggal bersama-sama, kemudian meninggal dunia di tengah-tengah pamannya dari pihak ibu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sesudah cukup sebulan mereka tinggal di Medinah, Aminah bersama rombongan kembali pulang dengan dua ekor unta yang membawa mereka dari Mekah. Tetapi di tengah perjalanan, ketika mereka sampai di Abwa’,2 ibunda Aminah menderita sakit, yang kemudian meninggal dan dikuburkan pula di tempat itu. Anak itu oleh Umm Aiman dibawa pulang ke Mekah, pulang menangis dengan hati yang pilu, sebatang kara. Ia makin merasa kehilangan; sudah ditakdirkan menjadi anak yatim. Terasa olehnya hidup yang makin sunyi, makin sedih. Baru beberapa hari yang lalu ia mendengar dari Ibunda keluhan duka kehilangan Ayahanda semasa ia masih dalam kandungan. Kini ia melihat sendiri dihadapannya, ibu pergi untuk tidak kembali lagi, seperti ayah dulu. Tubuh yang masih kecil itu kini dibiarkan memikul beban hidup yang berat, sebagai yatim-piatu. Lebih-lebih lagi kecintaan Abd’l-Muttalib kepadanya. Tetapi sungguhpun begitu, kenangan sedih sebagai anak yatim-piatu itu bekasnya masih mendalam sekali dalam jiwanya sehingga di dalam Qur’anpun disebutkan, ketika Allah mengingatkan Nabi akan nikmat yang dianugerahkan kepadanya itu: “Bukankah engkau dalam keadaan yatim-piatu? Lalu diadakanNya orang yang akan melindungimu? Dan menemukan kau kehilangan pedoman, lalu ditunjukkanNya jalan itu?” (Qur’an, 93: 6-7)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Nabi kemudian di bawah asuhan kakeknya, Abd’l-Muttalib. Tetapi orang tua itu juga meninggal tak lama kemudian, dalam usia delapanpuluh tahun, sedang Muhammad waktu itu baru berumur delapan tahun. Sekali lagi Muhammad dirundung kesedihan karena kematian kakeknya itu, seperti yang sudah dialaminya ketika ibunya meninggal. Begitu sedihnya dia, sehingga selalu ia menangis sambil mengantarkan keranda jenazah sampai ketempat peraduan terakhir.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;    &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a tip="Bersama Abu Talib" name="Bersama Abu Talib"&gt;&lt;/a&gt;Bersama Abu Talib&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kemudian pengasuhan Muhammad di pegang oleh Abu Talib, sekalipun dia bukan yang tertua di antara saudara-saudaranya. Saudara tertua adalah Harith, tapi dia tidak seberapa mampu. Sebaliknya Abbas yang mampu, tapi dia kikir sekali dengan hartanya. Oleh karena itu ia hanya memegang urusan siqaya (pengairan) tanpa mengurus rifada (makanan). Sekalipun dalam kemiskinannya itu, tapi Abu Talib mempunyai perasaan paling halus dan terhormat di kalangan Quraisy. Dan tidak pula mengherankan kalau Abd’l-Muttalib menyerahkan asuhan Muhammad kemudian kepada Abu Talib. Abu Talib mencintai kemenakannya itu sama seperti Abd’l-Muttalib juga. Karena kecintaannya itu ia mendahulukan kemenakan daripada anak-anaknya sendiri. Budi pekerti Muhammad yang luhur, cerdas, suka berbakti dan baik hati, itulah yang lebih menarik hati pamannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a tip="Perjalanan Pertama Ke Syam" name="Perjalanan Pertama Ke Syam"&gt;&lt;/a&gt;Perjalanan Pertama Ke Syam&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika usia Nabi baru duabelas tahun, ia turut dalam rombongan kafilah dagang bersama Abu Talib ke negeri Syam. Diceritakan, bahwa dalam perjalanan inilah ia bertemu dengan rahib Bahira, dan bahwa rahib itu telah melihat tanda-tanda kenabian padanya sesuai dengan petunjuk cerita-cerita Kristen. Rahib itu menasehatkan keluarganya supaya jangan terlampau dalam memasuki daerah Syam, sebab dikuatirkan orang-orang Yahudi yang mengetahui tanda-tanda itu akan berbuat jahat terhadap dia.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam perjalanan itulah, Nabiyullah mendapat pengalaman dan wawasan yang berguna. Beliau dapat melihat luasnya padang pasir, menatap bintang-bintang yang berkilauan di langit yang jernih cemerlang. Dilaluinya daerah-daerah Madyan, Wadit’l-Qura serta peninggalan bangunan-bangunan Thamud. Didengarnya dsegala cerita orang-orang Arab dan penduduk pedalaman tentang bangunan-bangunan itu, tentang sejarahnya masa lampau. Dalam perjalanan ke daerah Syam ini ia berhenti di kebun-kebun yang lebat dengan buab-buahan yang sudah masak, yang akan membuat ia lupa akan kebun-kebun di Ta’if serta segala cerita orang tentang itu. Taman-taman yang dilihatnya dibandingkannya dengan dataran pasir yang gersang dan gunung-gunung tandus di sekeliling Mekah itu. Di Syam Muhammad mengetahui berita-berita tentang Kerajaan Rumawi dan agama Kristennya, didengarnya berita tentang Kitab Suci mereka serta oposisi Persia dari penyembah api terhadap mereka dan persiapannya menghadapi perang dengan Persia. Sekalipun usianya baru dua belas tahun, tapi dia sudah mempunyai persiapan kebesaran jiwa, kecerdasan otak, tinjauan yang begitu dalam, ingatan yang cukup kuat, serta segala sifat-sifat semacam itu yang diberikan Allah kepadanya sebagai suatu persiapan akan menerima risalah (misi) maha besar yang sedang menantinya. Ia melihat ke sekeliling, dengan sikap menyelidiki, meneliti. Ia tidak puas terhadap segala yang didengar dan dilihatnya. Ia bertanya kepada diri sendiri: Di manakah kebenaran dari semua itu?&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;a tip="Masa Remaja Nabi SAW" name="Masa Remaja Nabi SAW"&gt;&lt;/a&gt;Masa Remaja Nabi SAW&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Muhammad yang tinggal dengan pamannya, menerima apa adanya. Ia melakukan pekerjaan yang biasa dikerjakan oleh mereka yang seusia dia. Bila tiba bulan-bulan suci, kadang ia tinggal di Mekah dengan keluarga, kadang pergi bersama mereka ke pekan-pekan yang berdekatan dengan ‘Ukaz, Majanna dan Dhu’l-Majaz, mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan oleh penyair-penyair Mudhahhabat dan Mu’allaqat, yang melukiskan lagu cinta dan puisi-puisi kebanggaan, melukiskan nenek moyang mereka, peperangan mereka, kemurahan hati dan jasa-jasa mereka. Didengarnya ahli-ahli pidato di antaranya orang-orang Yahudi dan Nasrani yang membenci paganisma Arab. Mereka bicara tentang Kitab-kitab Suci Isa dan Musa, dan mengajak kepada kebenaran menurut keyakinan mereka. Dinilainya semua itu dengan hati nuraninya, dilihatnya ini lebih baik daripada paganisma yang telah menghanyutkan keluarganya itu. Tetapi tidak sepenuhnya ia merasa lega.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian sejak muda-belia takdir telah mengantarkannya ke jurusan yang akan membawanya ke suatu saat bersejarah, saat mula pertama datangnya wahyu, tatkala Tuhan memerintahkan ia menyampaikan risalahNya itu. Yakni risalah kebenaran dan petunjuk bagi seluruh umat manusia. Kalau Muhammad sudah mengenal seluk-beluk jalan padang pasir dengan pamannya Abu Talib, sudah mendengar para penyair, ahli-ahli pidato membacakan sajak-sajak dan pidato-pidato dengan keluarganya dulu di pekan sekitar Mekah selama bulan-bulan suci, maka ia juga telah mengenal arti memanggul senjata, ketika ia mendampingi paman-pamannya dalam Perang Fijar.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a tip="Perang Fijar" name="Perang Fijar"&gt;&lt;/a&gt;Perang Fijar&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perang Fijar bermula dari peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Barradz bin Qais dari kabilah Kinana kepada ‘Urwa ar-Rahhal bin ‘Utba dari kabilah Hawazin pada bulan suci yang sebenarnya dilarang untuk berperang. Seorang pedagang, Nu’man bin’l-Mundhir, setiap tahun mengirimkan sebuah kafilah dari Hira ke ‘Ukaz, tidak jauh dari ‘Arafat. Barradz menginginkan membawa kafilah itu ke bawah pengawasan kabilah Kinana. Demikian juga ‘Urwa menginginkan mengiringi kafilah itu. Nu’man memilih ‘Urwa (Hawazin), dan hal ini menimbulkan kejengkelan Barradz (Kinana). Ia kemudian mengikutinya dari belakang, lalu membunuhnya dan mengambil kabilah itu. Maka terjadilah perang antara mereka itu. Perang ini hanya beberapa hari saja setiap tahun, tetapi berlangsung selama empat tahun terus-menerus dan berakhir dengan suatu perdamaian model pedalaman, yaitu yang menderita korban manusia lebih kecil harus membayar ganti sebanyak jumlah kelebihan korban itu kepada pihak lain. Maka dengan demikian Quraisy telah membayar kompensasi sebanyak duapuluh orang Hawazin. Perang fijar ini terjadi ketika Nabi berusia antara limabelas tahun sampai duapuluh tahun.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;Beberapa tahun sesudah kenabiannya Rasulullah menyebutkan tentang Perang Fijar itu dengan berkata: “Aku mengikutinya bersama dengan paman-pamanku, juga ikut melemparkan panah dalam perang itu; sebab aku tidak suka kalau tidak juga aku ikut melaksanakan.” &lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Perang Fijar itu berlangsung hanya beberapa hari saja tiap tahun. Sedang selebihnya masyarakat Arab kembali ke pekerjaannya masing-masing. Pahit-getirnya peperangan yang tergores dalam hati mereka tidak akan menghalangi mereka dari kegiatan perdagangan, menjalankan riba, minum minuman keras serta pelbagai macam kesenangan dan hiburan sepuas-puasnya&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Akan tetapi Nabi telah menjauhi semua itu, dan sejarah cukup menjadi saksi. Yang terang ia menjauhi itu bukan karena tidak mampu mencapainya. Mereka yang tinggal di pinggiran Mekah, yang tidak mempunyai mata pencarian, hidup dalam kemiskinan dan kekurangan, ikut hanyut juga dalam hiburan itu. Jiwa besarnya yang selalu mendambakan kesempurnaan, itu lah yang menyebabkan dia menjauhi foya-foya, yang biasa menjadi sasaran utama pemduduk Mekah. Ia mendambakan cahaya hidup yang akan lahir dalam segala manifestasi kehidupan, dan yang akan dicapainya hanya dengan dasar kebenaran. Kenyataan ini dibuktikan oleh julukan yang diberikan orang kepadanya dan bawaan yang ada dalam dirinya. Itu sebabnya, sejak masa ia kanak-kanak gejala kesempurnaan, kedewasaan dan kejujuran hati sudah tampak, sehingga penduduk Mekah semua memanggilnya Al-Amin (artinya ‘yang dapat dipercaya’).&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Yang menyebabkan dia lebih banyak merenung dan berpikir, ialah pekerjaannya menggembalakan kambing sejak dalam masa mudanya itu. Dia menggembalakan kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah. Dengan rasa gembira ia menyebutkan saat-saat yang dialaminya pada waktu menggembala itu. Di antaranya ia berkata: “&lt;em&gt;Nabi-nabi yang diutus Allah itu gembala kambing.” Dan katanya lagi: “Musa diutus, dia gembala kambing, Daud diutus, dia gembala kambing, aku diutus, juga gembala kambing keluargaku di Ajyad&lt;/em&gt;.” Gembala kambing yang berhati terang itu, dalam udara yang bebas lepas di siang hari, dalam kemilau bintang bila malam sudah bertahta, menemukan suatu tempat yang serasi untuk pemikiran dan permenungannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pemikiran dan permenungan demikian membuat ia jauh dari segala pemikiran nafsu manusia duniawi. Ia berada lebih tinggi dari itu sehingga adanya hidup palsu yang sia-sia akan tampak jelas di hadapannya. Oleh karena itu, dalam perbuatan dan tingkah-lakunya Muhammad terhindar dari segala penodaan nama yang sudah diberikan kepadanya oleh penduduk Mekah, dan memang begitu adanya: Al-Amin. Pada suatu hari ia ingin bermain-main seperti pemuda-pemuda lain. Hal ini dikatakannya kepada kawannya pada suatu senja, bahwa ia ingin turun ke Mekah, bermain-main seperti para pemuda di gelap malam, dan dimintanya kawannya menjagakan kambing ternaknya itu. Tetapi Allah SWT selalu melindunginya, sesampainya di ujung Mekah, perhatiannya tertarik pada suatu pesta perkawinan dan dia hadir di tempat itu. Tetapi tiba-tiba ia tertidur. Pada malam berikutnya datang lagi ia ke Mekah, dengan maksud yang sama. Terdengar olehnya irama musik yang indah, seolah turun dari langit. Ia duduk mendengarkan. Lalu tertidur lagi sampai pagi.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Kenikmatan yang dirasakan Muhammad sejak masa pertumbuhannya yang mula-mula yang telah diperlihatkan dunia sejak masa mudanya adalah kenangan yang selalu hidup dalam jiwanya, yang mengajak orang hidup tidak hanya mementingkan dunia. Ini dimulai sejak kematian ayahnya ketika ia masih dalam kandungan, kemudian kematian ibunya, kemudian kematian kakeknya. Kenikmatan demikian ini tidak memerlukan harta kekayaan yang besar, tetapi memerlukan suatu kekayaan jiwa yang kuat. sehingga orang dapat mengetahui: bagaimana ia memelihara diri dan menyesuaikannya dengan kehidupan batin.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a tip="Pernikahan Dengan Khadijah ra" name="Pernikahan Dengan Khadijah ra"&gt;&lt;/a&gt;Pernikahan Dengan Khadijah ra&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ketika Nabi itu berumur duapuluh lima tahun. Abu Talib mendengar bahwa Khadijah sedang menyiapkan perdagangan yang akan dibawa dengan kafilah ke Syam. Abu Talib lalu menghubungi Khadijah untuk mengupah Muhammad untuk menjalankan perdagangannya. Khadijah setuju dengan upah empat ekor unta. Setelah mendapat nasehat paman-pamannya Muhammad pergi dengan Maisara, budak Khadijah. Dengan mengambil jalan padang pasir kafilah itupun berangkat menuju Syam, dengan melalui Wadi’l-Qura, Madyan dan Diar Thamud serta daerah-daerah yang dulu pernah dilalui Muhammad dengan pamannya Abu Talib.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dengan kejujuran dan kemampuannya ternyata Muhammad mampu benar memperdagangkan barang-barang Khadijah, dengan cara perdagangan yang lebih banyak menguntungkan daripada yang dilakukan orang lain sebelumnya. Demikian juga dengan karakter yang manis dan perasaannya yang luhur ia dapat menarik kecintaan dan penghormatan Maisara kepadanya. Setelah tiba waktunya mereka akan kembali, mereka membeli segala barang dagangan dari Syam yang kira-kira akan disukai oleh Khadijah. Setelah kembali di Mekah, Muhammad bercerita dengan bahasa yang begitu fasih tentang perjalanannya serta laba yang diperolehnya, demikian juga mengenai barang-barang Syam yang dibawanya. Khadijah gembira dan tertarik sekali mendengarkan. sesudah itu, Maisara bercerita juga tentang Muhammad, betapa halusnya wataknya, betapa tingginya budi-pekertinya. Hal ini menambah pengetahuan Khadijah di samping yang sudah diketahuinya sebagai pemuda Mekah yang besar jasanya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalam waktu singkat saja kegembiraan Khadijah ini telah berubah menjadi rasa cinta, sehingga dia – yang sudah berusia empatpuluh tahun, dan yang sebelum itu telah menolak lamaran pemuka-pemuka dan pembesar-pembesar Quraisy – tertarik juga hatinya mengawini pemuda ini, yang tutur kata dan pandangan matanya telah menembusi kalbunya. Pernah ia membicarakan hal itu kepada saudaranya yang perempuan – kata sebuah sumber, atau dengan sahabatnya, Nufaisa bint Mun-ya – kata sumber lain. Nufaisa pergi menjajagi Muhammad seraya berkata: “Kenapa kau tidak mau kawin?” “Aku tidak punya apa-apa sebagai persiapan perkawinan,” jawab Muhammad. “Kalau itu disediakan dan yang melamarmu itu cantik, berharta, terhormat dan memenuhi syarat, tidakkah akan kauterima?” “Siapa itu?” Nufaisa menjawab hanya dengan sepatah kata: “Khadijah.” “Dengan cara bagaimana?” tanya Muhammad. Sebenarnya ia sendiri berkenan kepada Khadijah sekalipun hati kecilnya belum lagi memikirkan soal perkawinan, mengingat Khadijah sudah menolak permintaan hartawan-hartawan dan bangsawan-bangsawan Quraisy. Setelah atas pertanyaan itu Nufaisa mengatakan: “Serahkan hal itu kepadaku,” maka iapun menyatakan persetujuannya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;   &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt; Tak lama kemudian Khadijah menentukan waktunya yang kelak akan dihadiri oleh paman-paman Muhammad supaya dapat bertemu dengan keluarga Khadijah guna menentukan hari perkawinan. Kemudian perkawinan itu berlangsung dengan diwakili oleh paman Khadijah, Umar bin Asad, sebab Khuwailid ayahnya sudah meninggal sebelum Perang Fijar. Di sinilah dimulainya lembaran baru dalam kehidupan Muhammad. Dimulainya kehidupan itu sebagai suami-isteri dan ibu-bapa, suami-isten yang harmonis dan sedap dari kedua belah pihak, dan sebagai ibu-bapa yang telah merasakan pedihnya kehilangan anak sebagaimana pernah dialami Muhammad yang telah kehilangan ibu-bapa semasa ia masih kecil. [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5730889046365760903?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5730889046365760903/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kisah-nabi-muhammad-saw.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5730889046365760903'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5730889046365760903'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/11/kisah-nabi-muhammad-saw.html' title='Kisah Nabi Muhammad SAW'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-1651272795911980471</id><published>2009-10-30T17:23:00.000-07:00</published><updated>2009-10-30T17:33:44.687-07:00</updated><title type='text'>Malam Pertama Antara Mitos dan Fakta</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;“Malam pertama kan  kuserahkan. Segala cintaku yang hanyalah untukmu, kuingin kau menghargai sebagai kepatuhan dan bukan kepuasan semata”&lt;i style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;&lt;i style=""&gt;(Rossa, Malam Pertama) &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Suatu hari Vita menelepon teman akrabnya, Tina, yang baru saja menikah. Dengan riang gembira Vita menanyakan kabar si ‘manten baru’ dan bagaimana malam pertama mereka. “sakit atau enak ?” goda Vita seraya terkekeh-kekeh jahil. Diluar dugaan, Tina malah terisak sedih. Lalu dari bibirnya meluncurkan cerita tentang bagaimana Edo, suaminya, tadi malam melakukan keperawanannya hanya karena Edo  merasa Tina terlalu mudah untuk ‘ditembus’. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;“Terasa tidak ada halangan lagi, langsung masuk,” begitu kira-kira kata Edo . Merekapun bertengkar hebat justru di malam yang seharusnya menjadi saat bagi mereka menuai bunga-bunga kebahagiaan. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Vita sedikit geram. Masa ia, dijaman serba digital ini masih ada orang kota  yang percaya pada mitos malam pertama yang sering kali tidak terbukti kebenarannya itu?&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lain masalahnya kalau yang tertimpa masalah ini Ibunda Tika. Diawal pernikahan Vita, bunda pernah bertanya perihal berdarahkah Vita dimalam pertama ? Selidik punya selidik, ternyata sang ayah pernah meragukan kesucian bundanya saat tiada setitik jua darah keluar malam pertama kalinya mereka bercengkrama. Vita maklum, orang tuanya produk &lt;i style=""&gt;baheula &lt;/i&gt;yang banyak dikungkung oleh tabu sehingga sulit didapat informasi yang sebenar-benarnya. Tapi, Tina dan Edo ? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Padahal tidak peduli sudah semodern apapun negeri kita ini, ternyata masih banyak calon pasangan pengantin yang bertanya kekanan dan kekiri mengenai apa yang akan terjadi dimalam pertama dan tak jarang pada akhirnya mereka ikut memakan mitos-mitos yang negatif. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Malam yang Paling Indah ? &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banyak yang mengatakan bahwa malam pertama adalah malam bersejarah, malam yang paling indah dan tak terlupakan. Akibatnya terbentuk gambaran manis dan penuh gula-gula tentang malam pertama. Padahal fakta di ‘ medan  pertempuran’ sesungguhnya tidak selalu seindah kisah dari negeri dongeng. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Banyak faktor yang bisa membuat malam pertama pasangan pengantin berubah suram, alih-alih dari pendar dinar penuh cahaya kebahagiaan. Psikis, fisik, dan lingkungan turut memengaruhi malam pertama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengantin yang masih hijau alias benar-benar baru pertama kali untuk melakukan hubungan intim bisa jadi dipenuhi kekhawatiran dan ketakutan. Takut gagal, takut ta mampuh memuaskan pasangan, takut sakit, dan sebagainya. Dan belum lagi ditambah dengung cerita malam pertama yang masih simpang siur. Wajar saja jika pada akhirnya pasangan pengantin mengalami beban psikis. Akibatnya mereka serba kaku, grogi, tegang dan terburu-buru. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada malam pertama, banyak pasangan pengantin merasa sudah terkuras tenaganya oleh resepsi dan aneka persiapan sebelumnya. Saat tiba waktunya menunaikan ‘tugas’ untuk pertama kalinya, mereka malah kehilangan gairah dan terlampau lelah untuk ‘ngapa-ngapain lagi’. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lingkungan diluar diri pengantin juga turut menentukan warna-warni dimalam pertama. Kehadiran keluarga besar (jika pasangan pengantin menghabiskan malam pertama di rumah) yang penuh canda dan senda gurau tak jarang menginteruksi dan mengganggu mood pasangan pengantin untuk mulai beradu. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jika memang malam pertama tidak seindah impian, usah di risau ! Pasangan pengantin justru punya waktu lebih untuk memulihkan tenaga dan menenangkan pikiran sebelum mencoba lagi di malam kedua, ketiga dan malam-malam lainnya. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Mitos Darah yang Menyesatkan &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tiada darah berarti tidak perawan lagi? Ini jelas menyesatkan ! Sayangnya mitos kuno yang sudah ketinggalan jaman ini terus dianut. Padahal, tidak semua wanita akan mengeluarkan darah dari vaginanya, meski itu adalah pertama ia melakukan intercourse. Mengapa ? Karena bentuk selaput dara tiap wanita itu berbeda-beda ! Tebal tipisnya, elastisnya dan kekuatannya. Bahkan ada wanita yang sejak lahir tidak memiliki himen (selaput dara). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Perbedaan bentuk dan sifat himen itu membuat ada vagina yang liar dan tidak langsung koyak kendati telah diserang. Ada  pula yang tipis dan langsung sobek saat penetrasi tetapi tidak menampakkan noda darah sama sekali. Malah, ada pula yang bukan perawan tetapi masih mengeluarkan darah saat intercourse. Jadi, tidak perlu berdarah-darah untuk membuktikan diri masih perawan atau tidak. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana dengan mitos lelaki yang mengeluarkan darah dari penis sebagai tanda keperjakaannya ? Ini lebih aneh lagi. Jika penis terasa sakit, kemungkinan besar dikarenakan vagina yang belum siap menerimanya dan ini bisa terjadi pada perjaka maupun duda. Istri yang belum sepenuhnya terangsang dan siap, alatnya belum melebar dan belum cukup mengeluarkan pelumas. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Sulit Tembus = Masih Perawan&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Tidak juga ! Lagi-lagi kemudahan melakukan penetrasi tergantung pada berbagai faktor yang telah disebutkan sebelumnya. Pada beberapa kasus, pengoyakan selaput dara memang tidak langsung dilakukan dan terkadang baru berhasil beberapa hari kemudian. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Penyebabnya bisa saja karena ketebalan dan kekuatan hymen si istri yang tidak mudah ditembus. Begitu pula suami yang sama-sama belum siap sepenuhnya sehingga gagal ereksi secara sempurna. &lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Lihat Perawan dari Bentuk Selaput Dara ? &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Apakah suami dapat mengamati bentuk selaput dara dimalam pertama untuk mendeteksi kemungkinan istrinya tidak virgin lagi ? Hmmm … sangat diragukan! Dibutuhkan seorang ahli untuk mengenali koyak atau utuhnya selaput dara. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pasalnya, bentuk selaput dara pada setiap wanita berbeda-beda. Ada  yang mengelilingi vagina, berbentuk bulan sabit atau berlubang-lubang kecil seperti saringan. Biasanya wanita yang bersalin secara normal, selaput daranya akan koyak sepenuhnya. &lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi, jika suami bukan seorang dokter spesialis kebidanan, ahli forensik atau ahli lain yang berkompeten, ia tidak bisa dengan begitu saja memponis istri tidak perawan hanya karena merasa telah mengamati bentuk selaput dara pasangannya.&lt;span style=""&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Malam Pertama Pria Orgasme, Wanita Justru Merasa Sakit &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pada umumnya pria mudah memperoleh ejakulasi, sekalipun dimalam pertama. Begitu ejakulasi dia dikatakan mendapat orgasme. Malah sejalan dengan waktu dan meningkatnya kualitas hubungan suami istri, pria akan memperoleh orgasme yang jauh lebih memuaskan baik secara fisik maupun mental. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Sebaliknya wanita. Tidak perlu melihat kasus pada malam pertama, bahkan wanita yang telah menikah bertahun-tahun saja masih ada yang belum merasakan orgasme. Memang, untuk mencapai titik puncak, seorang wanita membutuhkan waktu lebih lama dan rangsangan yang lebih kompleks. Hanya dengan belajar dan berkomunikasi secara terbuka, suami istri bisa saling memahami keinginan dan bagaimana akhirnya untuk mendapat sensasi yang sama. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Mengenai rasa nyeri pada malam pertama, kita lagi-lagi akan kembali pada faktor kesiapan fisik dan mental. Ya, banyak wanita yang merasakan nyeri dimalam pertama. Rasa sakit yang hebat tersebut sering dipengaruhi beban psikologis. Akibat was-was yang berlebihan, otot-otot vagina justru mengerut tegang dan menolak setiap impuls. Faktor lain karena keterburu-buruan suami, yang tidak mau menunggu cairan melumasi organ intim istri. Ada  juga yang disebabkan perlakuan pria yang kurang lembut. Untuk hal ini, istri jangan ragu-ragu mengingatkan agar sang suami lebih penuh kasih, berhati-hati serta sabar. Dengan begitu rasa sakit akan dapat diminimalisasi. Jika lubrikasi dianggap tidak mencukupi, tidak ada salahnya menggunakan pelumas buatan yang aman dan higienis.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;     &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;b style=""&gt;Apakah Suamiku Perjaka Ting-Ting ? &lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Lupakan saja jawabannya ? Asalkan istri percaya dan mau menerima suami sepenuh hati. Pria yang perjaka ataupun tidak bisa dibedakan kecuali mungkin mengetesnya dengan lie detector. Bagaimana dengan pria yang kaku, grogi, serba salah dan kemudian langsung ‘KO’saat berhubungan dimalam pertama ? Istri bisa berabsubsi bahwa suaminya pastilah belum berpengalaman dengan wanita sehingga demikian jelek ‘penampilannya’. Padahal, mungkin saja itu disebabkan kelelahan fisik dan psikisnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Dan apabila suami terlihat bersemangat dan tidak ragu-ragu dimalam pertama, apakah itu tanda dia sudah pernah melakukannya ? Jangan langsung skeptis ! Pria memang lebih mudah terangsang, lebih berinisiatif dan lebih mengikuti naluri sehingga ia bisa dengan leluasa bergerak walaupun sebelumnya tidak pernah berhubungan seks dengan lawan jenisnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Jadi jangan memusingkan apakah suami seorang perjaka tulen atau bukan. Apalagi meragukan pengakuannya sebagai seorang perjaka. Tetapi jika suami yang terlalu mendewakan kesucian lewat tanda-tanda fisik semata, kemudian protes dan mengklaim bahwa ia bisa merasakan istrinya bukan lagi seorang perawan, patut dipertanyakan pula bagaimana ia bisa tahu rasa seorang perawan? &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Sumber : berbagai sumber) &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-1651272795911980471?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/1651272795911980471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/malam-pertama-antara-mitos-dan-fakta.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1651272795911980471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1651272795911980471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/malam-pertama-antara-mitos-dan-fakta.html' title='Malam Pertama Antara Mitos dan Fakta'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-851482726028972958</id><published>2009-10-28T18:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T18:22:41.539-07:00</updated><title type='text'>Menembus Alam Jin</title><content type='html'>&lt;div class="entrytext"&gt;    &lt;div class="snap_preview"&gt;&lt;h5&gt;&lt;span style="color: rgb(136, 136, 136);"&gt;OLEH :  IDRIS NAWAWI&lt;/span&gt;&lt;/h5&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;Banyak orang yang ingin menembus alam jin, atau mengundang mereka. Ternyata, untuk mewujudkan impian ini bukanlah pekerjaan mudah. Ada tahapan-tahapan yang harus kita kuasai, sebelum kita memulai ritual memembus alam jin. Seperti apakah itu…?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Budaya hidup yang Hedonis yang menitikberatkan pada kepuasaan materi, pada akhirnya turut menggiring manusia untuk selalu mengedepankan rasionalitas dalam ukuran akal semata. Pemahaman ilmu batin atau keparanormalan menjadi terabaikan, sebab bidang ilmu ini dianggap tidaklah memenuhi ukuran aspek materialistik. Akibatnya, adat leluhur kian terkikis, bahkan cenderung dilupakan. Norma-norma ajaran nenek moyang, misalnya saja ajaran para Wali, sudah mulai pudar dan dianggap usang.&lt;br /&gt;Seiring dengan terjadinya kecenderungan itu para ahli khoarik, pertapa dan ahli batin lainnya mulai sulit dicari. Hal ini memang seiring dengan perkembangan zaman yang lebih terfokus pada hal yang bersifat teknologi, iptek, ata sayen. Sementara aspek-aspek keilmuan di luar itu hanya dianggap takhyul, atau bahkan dongeng isapan jempol.&lt;span id="more-59"&gt;&lt;/span&gt;Kendati demikian, sebentuk keyakinan masih tetap saja muncul di hati para pencari ilmu bersifat batiniah. Mereka masih punya rasa percaya diri untuk mencari suatu kemaslahatan tentang ilmu Allah SWT, dalam mengarungi kebesaranNya lewat kehidupan makhluk tak kasat mata.&lt;br /&gt;Hanya saja dalam merilis ilmu supranatural di zaman sekarang memang tak semudah seperti yang kita bayangkan. Walau dalam kenyataannya banyak jasa paranormal yang memberikan layanan khusus seputar ilmu supranatural, namun semuanya lebih terfokus kearah produk jadi atau instan, bukan mengarah ke jalur olah batin yang pada intinyab mengajarkan bagaimana kita bisa dekat dengan mereka, para makhluk yang ada dalam di mensi lain.&lt;br /&gt;Lewat pemahaman ahli Al-Hikmah, sesungguhnya di zaman melinium akhir seperti sekarang ini, amatlah sulit mencapai puncak keberhasilan dalam mengolah batin secara akurat. Mengapa? Sebab di samping kita hidup di era yang penuh akan godaan duniawi yang stiap saat selalu kita lihat dan begitu memikat, di sisi lainnya faktor penghayatan terhadap ilmu juga semakin kurang menunjang. Contoh kasus paling rumit sepeti susahnya mencari guru spiritual. Ditambah lagi sulit mencari tempat-tempat yang sepi dan tenang untuk berkhalwat, sebab kini hampir semua tempat sudah mulai ramai, sehingga ketenangan batin kita mudah terganggu karenanya.&lt;br /&gt;Dalam hal keyakinan, semangat dan penghayatan dalam hal ilmu supranatural di masa kini semakin dangkal, bahkan cenderung dianggap remah. Padahal, inilah salah satu faktor penentu dalam menapaki ilmu bersifat kebatinan, yang pada akhirnya seringkali gagal di tengah jalan.&lt;br /&gt;Sebagai suatu pemahaman, kunci dasar untuk bisa menguasai bermacam sifat supranatural terdiri dari tiga bagian, yaitu: semangat dan keyakinan, guru pembimbing, dan pengontrolan hati.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;SEMANGAT DAN KEYAKINAN&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Untuk memulai menjadi seorang suprantural, kita dituntut agar terus bersemangat secara alamiah tanpa ada perasaan terbebani maupun keterpaksaan. Makna semangat dan keyakinan ini terbagi menjadi dua hal, yakni yang keluar dari pikiran atau kemudian menjelma menjadi semangat, dan yang keluar dari sifat hati yang kemudian berwujud menjadi keyakinan.&lt;br /&gt;Semangat yang berada dalam pikiran biasanya hanya ada di permukaan atau dzohir saja, dan seterusnya akan menjadi suatu kegagalan, jika hal ini tidak dilandasi dengan adanya keyakinan yang kuat dalam hati sanubari kita. Sebagai contoh, kita disuruh menjalankan puasa dan wiridan selama 7 hari berturut-turut. Jika kita hanya punya semangat tapi tidak punya keyakinan, maka kita akan ragu dan selanjutnya kegagalanlah yang kita hadapi. walnya kita memang bersemangat, namun setelah menjalani dua malam berturut-turut dan kelelahan serta kejenuhan mulai terasa, maka seketika pikiran kita menjadi kacau, rasa capek, malas, takut, lapar dan lain sebagainya akan mudah mempengaruhi organ tubuh kita sehingga niat membatalkan puasa ini akan mudah sekali kita jumpai.&lt;br /&gt;Sedangkan “semangat yang keluar dari sifat hati” atau keyakinan, biasanya akan terus dijaga oleh seorang supranaturalis sejati. Sebab, rasa tanggungjawab untuk sampai mengakhiri masa ritual lebih diutamakan, sehingga hawa pikiran negative bisa ditutup dengan serapat-rapatnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;GURU PEMBIMBING&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dalam memahami ilmu supranatural, guru pembimbing sangat berperan dalam menentukan suatu keberhasilan ilmu bagi anak didiknya. Disamping sang guru bisa mengarahkan tentang sebuah arti keyakinan, sang guru juga bisa memberi kesemangatan secara akurat sehingga sang murid akan mudah mengikuti jejak atau ajaran-ajarannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PENGONTROLAN HATI&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bila seorang supranatural sudah bisa memahami tentang makna semangat, keyakinan dan penghayatan ilmu yang diberikan lewat bimbangan guru spiritualisnya, maka sang supranaturalis tadi tinggal mengolah keyakinannya sendiri dengan terus mengontrol kepekaan hati sehingga apa yang diinginkannya akan mudah tercapai.&lt;br /&gt;Nah, sebagai penghayatan yang lebih luas tentang seputar ilmu supranatural, berikut ini Penulis akan membeberkan rahasia menembus dimensi alam jin. Hanya saja, dalam pembedaranya nanti, penulis akan memaparkan lewat tahapan demi tahapan. Maksudnya tiada lain agar bagi mereka yang suka akan dunia mistik, bisa dengan mudah memahaminya. Seperti apakah tahapannya? Inilah uraian selengkapnya…:&lt;br /&gt;Lewat pemahaman yang disarikan dari kitab Manba’u Usulul Hikmah Bimuallif, karangan Imam Ali Albuny, diterangkan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;Bahwa setiap manusia yang menginginkan berjumpa atau masuk ke alam bangsa jin, maka dia harus bisa melewati dua alam terlebih dahulu, yaitu: Alamul Ahmar dan Alamul Abdul Jumud.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Di samping hal tersebut, kita juga harus bisa memahami tentang pintu-pintu gaib yang bakal kita tempuh atau kita lalui. Mengapa? Sebab, sedikit saja kita salah jalan, bukan bangsa jin (dalam hal ini yang dimaksud adalah Jin Muslim-Pen) yang bakal kita temui, melainkan bangsa alam lain yang samar-samar dan tak kasat mata. Walhasil, bukan keinginan kita yang akan tercapai, melaikan kefatalan dan tipu muslihat dari bangsa gaib yang menyesatkan itu yang akan kita terima.&lt;br /&gt;Mengenai arti alam sendiri, jauh-jauh para ulama sudah menuliskannya di beberapa kitab. Salah satunya seperti pendapat dari Imam Bujeremi, dalam kitabnya “IQNA”. Imam Bujeremi menuliskan beberapa tingkatan alam yang terdiri dari makhluk tak kasat mata, dimulai dari alam manusia, Ahmar, Abdul Jumud, Ahyar, Jin, Azrak, Khoarik, Thurobi, Barri, Adli, Sama’, Majazi, Malaikat, Jabarut, Qolam, dan Arsy.&lt;br /&gt;Nah, dari kehidupan makhluk-makhluk yang berada di alamnya masing-masing, manusia bisa saja menemui atau menembus ke salah satu alam yang diinginkan bila manusia itu sendiri memang sudah cukup ilmu dan pengetahuan untuk menembusnya.&lt;br /&gt;Mari kita kembali ke tahapan menembus dimensi alam jin. Lewat pembedaran yang sama dari kitab “Manba”u Usulul Hikmah”, dijabarkan bahwa siapapun orangnya bisa menembus dimensi alam jin apabila manusia itu sendiri sudah menguasai dua alam sebagai tingkatan alam dibawahnya, yakni alam Ahmar dan alam Abdul Jumud.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Alam Ahmar:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Sebuah alam yang dihuni jutaan makhluk tak kasat mata yang menguasai bumi dan lautan. Ahmar juga disebut dengan istilah “Bangsa Lelembut” yang masih keturunan dari bangsa manusia lewat silsilah Anfus, anak dari Nabiyullah Syiet, yang diturunkan lewat zaman sanghiyang. Yang termasuk ke dalam golongan penghuni Alam Ahmar ini adalah: Nyi Roro Kidul, Dewi Lanjar, dan seluruh wadya balanya.&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Abdul Jumud:&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; Sebuah alam yang dihuni oleh bangsa makhluk tak kasat mata yang menguasai bumi, batu dan pepohonan. Abdul Jumud disini disebut juga dengan istilah “Dedemit”. Mereka juga masih keturunan bangsa manusia dari zaman Togog. Contohnya seperti: Kuntilanak, Memedi, Perkayang dan lain sejenisnya.&lt;br /&gt;Nah, untuk bisa menguasai kedua alam ini, di setiap akan ritual menembus dimensi alam jin, siapkan sesaji berupa: bunga setaman, melati, mawar dan kelapa hijau. Hal seperti ini ditunjukkan untuk menghormati bangsa Ahmar sebagai wasilah jalannya.&lt;br /&gt;Sedangkan untuk melewati alam bangsa Abdul Jumud disarankan agar membakar madat apel jin di awal mau memulai ritual. Niscaya bangsa Abdul Jumud ini akan paham dan tidak mengganggu prosesi ritual yang kita jalankan.&lt;br /&gt;Untuk membuka pintu alam jin sendiri, salah satu rituanya adalah dengan menaburkan terus kemenyan putih yang sudah dihaluskan secara terus menerus. Hanya saja dalam pengenalan menembus alam jin harus sangat hati-hati. Terutama siapa nama dari jin itu sendiri yang akan kita temui.&lt;br /&gt;Di sisi lain, kita sebagai manusia haruslah tahu, kapan waktunya kita menjalankan ritual, dengan ayat apa kita memanggil, lewat pintu mana kita masuk, dan permohonan apa yang kita inginkan. Sebab bangsa jin tidak seperti bangsa manusia pada umumnya. Mereka selalu memakai aturan dan tatakrama yang penuh akan kedisiplinan. Mereka juga bisa dikatakan sangat temperamental dan mudah tersinggung apabila kita bangsa manusia tidak bisa memahami watak dari sifat mereka.&lt;br /&gt;Sebagai suatu kewaspadaan, bangsa jin disini terbagi menjadi dua golongan, yaitu Abyad dan Aswad (Jin Putih/Muslim dan Jin Hitam/Kafir). Di samping itu bangsa jin terdiri dari empat sifat perilaku, tergantung dari alam yang ditempatinya, yakni: tanah, air, bangunan, dan awang-awang (angkasa).&lt;br /&gt;Dari empat sifat yang menjadi tempat tinggal mereka, semua mempunyai perbedaan dalam menerima kita manusia, baik dari segi pemanggilan, ayat atau amalan yang dibaca, maupun sesaji ritual yang disajikan untuk mereka.&lt;br /&gt;Apabila kita tidak memahami secara mendetil tentang ritual untuk menembus ke alam mereka, golongan bangsa Jin Hitam atau Jin Kafir-lah yang akan berperan untuk menemui kita dengan seribu tipu daya yang menyesatkan. Misalnya saja, kita akan diming-imingi kekayaan, harta karun, bisa menarik pusaka dan lain-lain perkara musykil yang tidak bisa diterima akal.&lt;br /&gt;Intinya, pikiran kita akan terus dicecoki oleh bermacam hayalan yang menggiurkan. Ucapan kita jadi ngelantur, mudah emosi, mudah tersinggung, senang menutup diri dalam kamar, suka melamun dan tidak menerima akan nasehat apapun dari orang lain.&lt;br /&gt;Bukan hanya itu saja, golongan jin hitam atau Jin Kafir juga akan terus menjumpai kita dengan taktik berupa kelembutan, serta berperan dalam kebaikan, seperti halnya figure guru gaib yang benar-benar mau mengajarkan seluruh ilmunya kepada kita. Nah, bila sudah seperti ini jadinya, kita sudah melenceng jauh dari jalan yang sebelumnya kita harapkan. Lebih fatal lagi, kita bisa melenceng dari akidah beragama (Islam)&lt;br /&gt;Sekedar tips, apabila dalam suatu ritual yang kita jalani selama ini, seringkali didatangi makhluk-makhluk dari dimensi lain, maka cobalah perhatikan kedatangan mereka. Apabila makhluk lain alam ini datang menjumpai kita dari arah depan, belakang, samping kanan atau kiri, maka janganlah digubris kedatangannya. Sebab cara kedatangan mereka seperti itu sudah jelas menunjukkan bahwa mereka berasal golongan bangsa jin hitam atau Jin Kafir.&lt;br /&gt;Kitab Manba’u Usulul Hikmah sendiri mengupasnya, &lt;em&gt;“Jangan sesekali Anda percaya akan tipu muslihat dari beragam makhluk gaib yang datang dari arah empat penjuru. Sesungguhnya, hanya satu arah yang mereka lewati sebagai teman kita yang benar, yaitu lewat arah atas.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Lewat pembedaran salah satu tahapan ini, tentu diharapkan akan bisa menjadi bahan intropeksi kita bersama, bahwa sejatinya tidak ada ilmu yang bersifat instant dimuka bumi ini, kecuali kita sendiri mau berusaha dengan sungguh-sungguh untuk menguasainya.&lt;br /&gt;Nah, untuk tahap terakhir dalam menembus dimensi alam jin, pelajarilah ayat-ayat,ajian, atau amalan pemanggilan secara matang. Sebab, kesemuanya itu akan menentukan suatu pilihan kita untuk bisa memilih, siapa (maksudnya bangsa jin-Pen) yang akan kita temui kelak.&lt;br /&gt;Sebagai bahan dasar, pelajari arti, naktu, huruf, angka, rujukan dan dari mana sumbernya. Bisa juga lewat rahasia huruf Abajadun. Sebab rahasia huruf, Abajadun, memuat 99 keistimewaan, yang mana salah satunya termasuk dari rahasia alam jin itu sendiri. Seperti contoh, huruf Alif yang mempunyai angka 1. Penjaga dari huruf Alif ini adalah malaikat bernama Tholthobausin, dari bangsa gaibnya bernama Ahmar. Ayat dari Alif sendiri adalah Al-Quddus. Dari bangsa gaib yang bernama Ahmar ini sudah jelas masuk dalam katagori huruf Alif.&lt;br /&gt;Jadi pada intinya, apabila kita ingin menembus alam Ahmar atau alam lelembut, maka perbanyaklah dengan membaca ayat Al-Quddus, untuk bilangan angka 1 yang terdapat dalam huruf Alif. Hal itu menunjukkan nama yang dituju, seperti nama Ibu Ratu Kidul jatuh pada naktu: Ya Adzim. Bila ingin memanggil beliau, gabunglah dua asma’ Ahmar dan dan nama Ibu Ratu: Al-Quddus Ya Adzim…dan seterusnya. [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-851482726028972958?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/851482726028972958/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/menembus-alam-jin.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/851482726028972958'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/851482726028972958'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/menembus-alam-jin.html' title='Menembus Alam Jin'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5123650781414429815</id><published>2009-10-28T18:12:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T18:13:51.570-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Hipnotis</title><content type='html'>&lt;span class="verdana8point"&gt;Setiap manusia mempunyai suatu masalah, baik itu dari dalam diri sendiri atau dari luar cara menyelesaikan masalahpun banyak macamnya. Diantaranya ada yang pergi ke gunung menikmati alam pegunungan dengan udaranya yang segar serta bebukitan yang indah, ada juga yang pergi shoping, memancing ikan, bahkan ada yang pergi ke tempat hiburan seperti diskotik. Apapun alasannya untuk bisa lari dari masalah yang mencekam diri adalah wajar-wajar saja, kendati demikian tidak semua masalah bisa di hilangkan dengan cara-cara di atas, ketika kita salah dalam memecahkan serta lari dari masalah justru masalah baru muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh sederhana ketika pikiran kalut kita pergi ke diskotik dengan harapan bisa menghilangkan masalah justru kita akan terperangkap dengan dunia DUGEM tersebut, minuman beralkohol, narkoba dan sek bebas walau tidak semua kehidupan Dugem seperti itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kita mengerti dengan sumber masalah serta sistem syaraf yang ada pada otak manusia meyelesaikan masalah sangat gampang, begitu juga dengan membuat keputusan. Manusia pada dasarnya memiliki tiga bagian tubuh, yang pertama adalah tubuh pisik, tulang kulit, jantung, paru-paru dan oragan lainya.&lt;br /&gt;Yang kedua adalah tubuh energy, seperti rasa, bau, pikiran, dan lainya yang bersifat energy, dan yang terakhir adalah badan roh yang meyebabkan manusia hidup. Roh pada dasarnya terlepas dari pikiran namun, pikiran sangat tergantung sekali dengan badan roh, satu contoh apabila kita tidur pikiran cendrung tidak aktif, tapi kenapa kita masih hidup? ini di karenakan roh kita masih bersemayam dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber masalah sebenarnya terdapat pada pikiran kita, apa yang kita pikirkan ini akan di rekam oleh pikiran yang lebih halus yang di sebut dengan BAWAH SADAR.&lt;br /&gt;Bawah sadar akan merekan jenis pikiran atau bentuk pikiran apapun, ketakutan, cemas, bingung, dendam apapun semua akan di rekam oleh bawah sadar kita.&lt;br /&gt;Ketika tidur inilah bawah sadar membuang ingatan yang tidak terpakai keluar melalui mimpi, inilah proses pembersihan otak melalui mimpi. Apabila bawah sadar kita tidak kuat maka sebagian pikiran kita akan di penuhi oleh pikiran negatif, sehingga lama kelamaan seiringnya dengan usia kita maka pikiran bawah sadar di penuhi oleh energy yang negatif. Energi negati ini akan menjelma menjadi sebuah penyakit psikologis seperti rasa takut yang berlebihan, cemas, stres, bahkan bisa menjadi kasus yang amat destruktif seperti bunuh diri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIPNOTIS..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata ini mungkin tidak asing lagi bagi pembaca, bahkan sudah dapat ditonton di depan kaca televisi anda, begitu hebatkah hipnotis tersebut? Hipnotis berarti di bawah kendali, ada banyak ragam pengertian hipnotis namun pada dasarnya adalah mengendalikan objek dari subyek ( penghipnotis dengan yang dihipnotis ).&lt;br /&gt;Hipnotis adalah metode pengobatan purba, di India dulu hipnotis dijadikan pengobatan paling ampuh yang di sebut dengan PRANA JNANA ( energi pikiran) pikiran mempunyai energi, bila energi pikiran ini habis atau mengkikis maka akan mudah terserang penyakit. Semakin berkembang pengobatan ini maka dibikin panduan-panduan khusus untuk mampu mengobati sendiri dengan melatih pranayama dan dharana ( konsentrasi dan pernafasan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipnotis merupakan ilmu jiwa yang di dalamnya dipenuhi oleh pengendalian pikiran menuju ketenangan lahir dan batin, tidak setiap orang yang mengerti dengan jiwa serta pikiranya sendiri untuk itulah diperlukan bantuan dari orang lain. Hipnotis bukan ilmu magic, namun murni ilmu saran bawah sadar untuk membuat bawah dasar semakin mampu menganalisa mana yang baik dan mana yang buruk. Ilmu saran ini sebenarnya banyak ragamnya terkadang kita tidak sadar, seperti sales menawarkan daganganya, guru memberikan keterangan sama muridnya, semua itu adalah ilmu saran, bedanya hipnotis memberikan saran (sugesti) dalam keadaan tidur di bawah kendali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaiman ilmu sugesti ini bisa manjur untuk pengobatan, jawabnya adalah hampir setiap hari pikiran kita merekam berbagai kejadian, dengan menghapus file pikiran negatif maka oksigen akan memberikan kekuatan ke otak dan penyakit perlahan lahan sembuh. Ilmu relaksasai adalah bagian dari ilmu hipnotis, dengan berpikir yang rilek serta mengatur pernafasan maka pikiran akan tenang sehingga sugesti positip dapat meyembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HIPNOTIS BUKAN ILMU MEMBIKIN TAKLUK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyaknya menonton serta imformasi yang salah tentang hipnotis sehingga terkesan ilmu ini magic dan hebat banget mampu bikin tidur dalam sekejap. Padahal ilmu ini bukanlah seperti itu, ketika anda meyaksikan tontonan di televisi bahwa manusia dengan gampangnya dipermainkan oleh seseorang yang menghipnotis seolah-olah manusia itu tidak berdaya di depan seorang penghipnotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebenarannya bukanlah seperti itu, karena ilmu hipnotis membutuhkan proses, hipnotis akan gagal apabila tidak ada kerjasama antara sang penghipnotis dengan yang dihipnotis. Hipnotis hanya berlaku bagi orang yang penurut atau yang mempunyai pikiran kacau dan lemah, apabila pikiran seseorang kuat dan terkendali maka hipnotis akan gagal 100%.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Coba panggil teman anda, lalu suruh tutup mata dan katakan " dalam hitungan 3 mata kamu tertidur pulas, " jawabnya ada dua macam teman anda pasti tidak tidur atau malah memukul anda, karena anda dibilang EDANNNNN. Itu berarti ilmu hipnotis bukan ilmu dramatis yang sekali sebut terjadi atau dituruti, semua itu butuh proses.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipnotis ada dua macam, untuk panggung hiburan atau untuk pengobatan masing-masing mempunyai cara yang sama namun penekannya yang sangat berbeda.&lt;br /&gt;Hipnotis hiburan atau Panggung, dalam pagelaran seperti ini semua sudah dipersiapkan alias sudah di rekayasa dan cendrung banyak bohongya, artinya dari sepuluh orang yang dihipnotis 6 orang adalah temanya sendiri atau sudah pernah kena hipnotis dari yang bersangkutan, kendatipun ada penonton yang kena dihipnotis itu akibat penonton yang terlalu menghayati tontonan tersebut.&lt;br /&gt;Begitu juga dengan pos hipnotis, artinya sebelum orang itu kita jadikan suyet ( objek) untuk di hipnotis sebelumnya kita sudah berapa kali menghipnotis orang tersebut, lalu pada saat pegelaran otomatis objek dengan sekali sentuh akan mengikuti perintah kita. Kalau memang sehebat itu suruh saja menghipnotis lewat layar kaca semua orang yang nonton sehingga mengikuti segala perintah yang diberikan oleh si penghipnotis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hipnotis untuk pengobatan banyak di lakukan oleh ahli-ahli ilmu jiwa, psikiater mererapkan ilmu ini  bertujuan untuk membuat pasien lebih kuat dan mampu mengendalikan pikiran serta jiwanya sendiri. Apabila therapi hipnotis benar-benar sesuai dengan takaran serta di lakukan oleh seseorang yang profesional ,segala bentuk pikiran negatif dan kelemahan maupun penyakit mental pada umumnya dapat tersembuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada dasarnya sertiap orang sudah terkena hipnotis, apabila anda sering nonton film ketika pikiran anda terpusat dan asyik oleh peran film tersebut, tiba-tiba anda menangis, atau tertawa, padahal anda tertawa dengan layar kaca. Pada hakikatnya kita semua adalah terhipnotis dengan ilusi dunia fana ini... sejauh yang kita cari, setinggi yang kita daki, sebanyak yang kita dapatkan, hanyalah menunggu waktu kematian. [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5123650781414429815?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5123650781414429815/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/ilmu-hipnotis.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5123650781414429815'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5123650781414429815'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/ilmu-hipnotis.html' title='Ilmu Hipnotis'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-7930011530942916912</id><published>2009-10-28T17:16:00.000-07:00</published><updated>2009-10-28T17:19:40.803-07:00</updated><title type='text'>Ilmu Santet</title><content type='html'>&lt;p&gt;Pada dasarnya &lt;b&gt;ilmu santet&lt;/b&gt; adalah ilmu yang mempelajari bagaimana memasukkan benda atau sesuatu ke tubuh orang lain dengan tujuan menyakiti.&lt;br /&gt;Benda ini bisa saja misalnya sebuah paku atau seekor binatang berbisa yang dikirim secara gaib untuk dimasukkan ke tubuh seseorang dengan tujuan menyakiti orang tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti ilmu-ilmu lain yang ada di dunia, santet bisa merupakan ilmu putih atau ilmu hitam tergantung dari penggunaan ilmu ini apakah untuk kebaikan atau untuk kejahatan. Tetapi dalam aplikasinya ilmu putih ini dipadukan dengan ilmu-ilmu lain sehingga bisa dikatakan diselewengkan (dihitamkan) oleh pelakunya, misalnya yang aslinya digunakan untuk menidurkan bayi yang rewel agar bisa terlelap, oleh maling ilmu ini diselewengkan untuk menidurkan calon korbannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ilmu untuk meluluhkan hati orang yang keras atau kalap tetapi diselewengkan fungsinya untuk membuat orang lain terlena bujuk rayunya. Kasus yang terakhir ini marak yang umum kita kenal dengan istilah &lt;i&gt;gendam&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;Walaupun proses santet yang gaib ini sulit dimengerti secara ilmu pengetahuan, tapi secara logis santet dapat dimengerti sebagai proses dematerialisasi. Pada saat santet akan dikirim, benda-benda seperti paku, jarum, beling, ataupun inatang berbisa ini diubah dari materi menjadi energi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian dalam bentuk energi, benda ini dikirim menuju sasaran. Setelah tepat mengenai sasaran, energi ini diubah kembali menjadi materi. Sehingga apa-apa yang tadi dikirim, misalnya beling dan binatang berbisa akan masuk ke tubuh seseorang yang merupakan sasaran santet. Selanjutnya secara otomatis benda-benda yang tadi dimasukkan melalui santet ini akan menimbulkan kesakitan pada tubuh orang yang disantet.&lt;br /&gt;Selanjutnya penulis akan membahas ilmu santet lebih ke arah santet sebagai ilmu hitam. Berdasarkan pengetahuan penulis, ada dua jenis santet menilik dari jenis ekuatan yang dijadikan sumber kekuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama adalah santet yang dalam prosesnya memanfaatkan kekuatan makhluk gaib seperti jin, setan, dan makhluk gaib lainnya. Dalam pelaksanaannya, pelaku santet akan bekerja sama dengan makhluk gaib sebagai media pengiriman santet.&lt;br /&gt;Untuk mengajak si makhluk gaib untuk dijadikan "kurir" ini tentu saja pelaku antet harus memberikan imbalan sesuai yang diminta oleh sang kurir. Imbalan bisa berupa sesaji khusus yang diperuntukkan makhluk gaib sebagai makanan untuknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imbalan juga dapat berbentuk lain sesuai permufakatan makhluk gaib dengan pelaku santet. Setelah imbalan yang dijanjikan disepakati, maka "sang kurir" pun akan melakukan tugasnya membawa santet menuju sasaran.&lt;br /&gt;Ada kasus misalnya sesaji atau imbalan yang disepakati lalai atau tidak dilaksanakan oleh pelaku santet, maka dalam kasus ini bisa saja si makhluk gaib akan meminta tumbal dari pelaku santet. Sehingga bisa disimpulkan hal ini lah yang merupakan resiko bagi para pelaku santet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, adalah santet yang bersumber dari kekuatan batin. Santet dengan metode ini membutuhkan kekuatan batin yang biasanya diperoleh dari laku spiritual.&lt;br /&gt;Pada saat penggunaannya santet dengan kekuatan batin biasanya dibantu dengan kekuatan visualisasi (pembayangan) yang kuat dari pelaku. Misalnya santet dengan menggunakan media bambu apus yang ketika hendak digunakan terlebih dahulu dibacakan mantera-mantera tertentu, setelah itu pelaku santet memusatkan konsentrasi, visualisasi dan berniat menyumbat kubul dan dubur si jabang bayi (sasaran).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konon, dengan cara demikian, seseorang yang dituju tidak bisa buang air besar maupun air kecil. Sehingga pada hakikatnya kekuatan santet ini bersumber dari memusatan kehendak batin saja. Sedangkan peran dari ritual, seperti membaca mantera atau laku tirakat lain merupakan sarana penunjang yang mampu membantu visualisasi batin sehingga bertambah kuat. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sumber : astaga.com&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-7930011530942916912?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/7930011530942916912/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/ilmu-santet.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/7930011530942916912'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/7930011530942916912'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/ilmu-santet.html' title='Ilmu Santet'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-3496386403954656365</id><published>2009-10-26T18:59:00.001-07:00</published><updated>2009-10-26T19:15:14.140-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Ternak Lebah</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. SEJARAH SINGKAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebah merupakan insekta penghasil madu yang telah lama dikenal manusia. Sejak zaman purba manusia berburu sarang lebah di goa-goa, di lubang-lubang pohon dan tempat-tempat lain untuk diambil madunya. Lebah juga menghasilkan produk yang yang sangat dibutuhkan untuk dunia kesehatan yaitu royal jelly, pollen, malam (lilin) dan sebagainya. Selanjutnya manusia mulai membudidayakan dengan memakai gelodog kayu dan pada saat ini dengan sistem stup.&lt;br /&gt;Di Indonesia lebah ini mempunyai nama bermacam-macam, di Jawa disebut tawon gung, gambreng, di Sumatera barat disebut labah gadang, gantuang, kabau, jawi dan sebagainya. Di Tapanuli disebut harinuan, di Kalimantan disebut wani dan di tataran Sunda orang menyebutnya tawon Odeng.&lt;br /&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. SENTRA PERIKANAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Di Indonesia sentra perlebahan masih ada di sekitar Jawa meliputi daerah Jawa Timur, Jawa Tengah, Jawa Barat dengan jumlah produksi sekitar 2000–2500 Ton untuk lebah budidaya. Kalimantan dan Sumbawa merupakan sentra untuk madu dari perburuan lebah di hutan. Sedang untuk sentra perlebahan dunia ada di CIS (Negara Pecahan Soviet), Jerman, Australia, Jepang dan Italia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. JENIS&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebah termasuk hewan yang masuk dalam kelas insekta famili Apini dan genus Apis. Spesiesnya bermacam-macam, yang banyak terdapat di Indonesia adalah A. cerana, A. Dorsata A. Florea. Jenis unggul yang sering&lt;br /&gt;dibudidayakan adalah jenis A. mellifera. Menurut asal-usulnya lebah dibagi 4 jenis berdasar penyebarannya:&lt;br /&gt;1. Apis cerana, diduga berasal dari daratan Asia menyebar sampai Afghanistan, Cina maupun Jepang.&lt;br /&gt;2. Apis mellifera, banyak dijumpai di daratan Eropa, misalnya Prancis, Yunani dan Italia serta di daerah sekitar Mediterania.&lt;br /&gt;3. Apis Dorsata, memiliki ukuran tubuh paling besar dengan daerah penyebaran sub tropis dan tropis Asia seperti Indonesia, Philipina dan sekitarnya. Penyebarannya di Indonesia merata mulai dari Sumatera sampai Irian.&lt;br /&gt;4. Apis Florea merupakan spesies terkecil tersebar mulai dari Timur Tengah, India sampai Indonesia. Di Indonesia orang menyebutnya dengan tawon&lt;br /&gt;klanceng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Produk yang dihasilkan madu adalah:&lt;br /&gt;1. Madu sebagai produk utama berasal dari nektar bunga merupakan makanan yang sangat berguna bagi pemeliharaan kesehatan, kosmetika dan farmasi.&lt;br /&gt;2. Royal jelly dimanfaatkan untuk stamina dan penyembuhan penyakit, sebagai bahan campuran kosmetika, bahan campuran obat-obatan.&lt;br /&gt;3. Pollen (tepung sari) dimanfaatkan untuk campuran bahan obat-obatan/ kepentingan farmasi.&lt;br /&gt;4. Lilin lebah (malam) dimanfaatkan untuk industri farmasi dan kosmetika sebagai pelengkap bahan campuran.&lt;br /&gt;5. Propolis (perekat lebah) untuk penyembuhan luka, penyakit kulit dan membunuh virus influensa.&lt;br /&gt;Keuntungan lain dari beternak lebah madu adalah membantu dalam proses penyerbukan bunga tanaman sehingga didapat hasil yang lebih maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. PERSYARATAN LOKASI&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Suhu ideal yang cocok bagi lebah adalah sekitar 26 derajat C, pada suhu ini lebah dapat beraktifitas normal. Suhu di atas 10 derajat C lebah masih beraktifitas. Di lereng pegunungan/dataran tinggi yang bersuhu normal (25 derajat C) seperti Malang dan Bandung lebah madu masih ideal dibudidayakan. Lokasi yang disukai lebah adalah tempat terbuka, jauh dari keramaian dan banyak terdapat bunga sebagai pakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam pembudidayaan lebah madu yang perlu dipersiapkan yaitu: Lokasi budidaya, kandang lebah modern (stup), pakaian kerja dan peralatan Syarat yang utama yang harus yang dipenuhi dalam budidaya lebah adalah ada seekor ratu lebah dan ribuan ekor lebah pekerja serta lebah jantan. Dalam satu koloni tidak boleh lebih dari satu ratu karena antar ratu akan saling bunuh untuk memimpin koloni.&lt;br /&gt;1. Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;br /&gt;2. Perkandangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Suhu&lt;br /&gt;Perubahan suhu dalam stup hendaknya tidak terlalu cepat, oleh karena itu ketebalan dinding perlu diperhatikan untuk menjaga agar suhu dalam stup tetap stabil. Yang umum digunakan adalah kayu empuk setebal 2,5 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Ketahanan terhadap iklim&lt;br /&gt;Bahan yang dipakai harus tahan terhadap pengaruh hujan, panas, cuaca yang selalu berubah, kokoh dan tidak mudah hancur atau rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c. Konstruksi&lt;br /&gt;Konstruksi kandang tradisional dengan menggunakan gelodok dari bambu, secara modern menggunakan stup kotak yang lengkap dengan&lt;br /&gt;framenya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Peralatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Peralatan yang digunakan dalam budidaya lebah terdiri dari: masker, pakaian kerja dan sarung tangan, pengasap, penyekat ratu, sangkar ratu, sapu dan sikat, tempat makan, pondamen sarang, alat-alat kecil, peralatan berternak ratu dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Pembibitan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Pemilihan Bibit dan Calon Induk&lt;br /&gt;Bibit lebah unggul yang di Indonesia ada dua jenis yaitu A. cerana (lokal) dan A. mellifera (impor). Ratu lebah merupakan inti dari pembentukan koloni lebah, oleh karena itu pemilihan jenis unggul ini bertujuan agar dalam satu koloni lebah dapat produksi maksimal. ratu A. cerana mampu bertelur 500- 900 butir per hari dan ratu A. mellifera mampu bertelur 1500 butir per hari. Untuk mendapatkan bibit unggul ini sekarang tersedia tiga paket pembelian bibit lebah:&lt;br /&gt;a. paket lebah ratu terdiri dari 1 ratu dengan 5 lebah pekerja.&lt;br /&gt;b. paket lebah terdiri dari 1 ratu dengan 10.000 lebah pekerja.&lt;br /&gt;c. paket keluarga inti terdiri dari 1 ratu dan 10.000 lebah pekerja lengkap dengan 3 sisiran sarang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Perawatan Bibit dan Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Lebah yang baru dibeli dirawat khusus. Satu hari setelah dibeli, ratu dikeluarkan dan dimasukkan ke dalam stup yang telah disiapkan. Selama 6 hari lebah-lebah tersebut tidak dapat diganggu karena masih pada masa adaptasi sehingga lebih peka terhadap lingkungan yang tidak menguntungkan. Setelah itu baru dapat dilaksanakan untuk perawatan dan pemeliharaan rutin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;4. Sistem Pemuliabiakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pemuliabiakan pada lebah adalah menciptakan ratu baru sebagai upaya pengembangan koloni. Cara yang sudah umum dilaksanakan adalah dengan pembuatan mangkokan buatan untuk calon ratu yang diletakkan dalam sisiran. Tetapi sekarang ini sudah dikembangkan inseminasi buatan pada ratu lebah untuk mendapatkan calon ratu dan lebah pekerja unggul. Pemuliabiakan lebah ini telah berhasil dikembangkan oleh KUD Batu Kabupaten Malang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;5. Reproduksi dan Perkawinan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam setiap koloni terdapat tiga jenis lebah masing-masing lebah ratu, lebah pekerja dan lebah jantan. Alat reproduksi lebah pekerja berupa kelamin betina yang tidak berkembang sehingga tidak berfungsi, sedangkan alat reproduksi berkembang lebah ratu sempurna dan berfungsi untuk reproduksi.&lt;br /&gt;Proses Perkawinan terjadi diawali musim bunga. Ratu lebah terbang keluar sarang diikuti oleh semua pejantan yang akan mengawininya. Perkawinan terjadi di udara, setelah perkawinan pejantan akan mati dan sperma akan disimpan dalam spermatheca (kantung sperma) yang terdapat pada ratu lebah kemudian ratu kembali ke sarang. Selama perkawinan lebah pekerja menyiapkan sarang untuk ratu bertelur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;6. Proses Penetasan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah kawin, lebah ratu akan mengelilingi sarang untuk mencari sel-sel yang masih kosong dalam sisiran. Sebutir telur diletakkan di dasar sel. Tabung sel yang telah yang berisi telur akan diisi madu dan tepung sari oleh lebah pekerja dan setelah penuh akan ditutup lapisan tipis yang nantinya dapat ditembus oleh penghuni dewasa. Untuk mengeluarkan sebutir telur diperlukan waktu sekitar 0,5 menit, setelah mengeluarkan 30 butir telur, ratu akan istirahat 6 detik untuk makan. Jenis tabung sel dalam sisiran adalah:&lt;br /&gt;a. Sel calon ratu, berukuran paling besar, tak teratur dan biasanya terletak di pinggir sarang.&lt;br /&gt;b. Sel calon pejantan, ditandai dengan tutup menonjol dan terdapat titik hitam di tengahnya.&lt;br /&gt;c. Sel calon pekerja, berukuran kecil, tutup rata dan paling banyak jumlahnya.&lt;br /&gt;Lebah madu merupakan serangga dengan 4 tingkatan kehidupan yaitu telur, larva, pupa dan serangga dewasa. Lama dalam setiap tingkatan punya perbedaan waktu yang bervariasi. Rata-rata waktu perkembangan lebah:&lt;br /&gt;d. Lebah ratu: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 1 hari, iatirahat 2 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 3 hari, total waktu jadi lebah 15 hari.&lt;br /&gt;e. Lebah pekerja: menetas 3 hari, larva 5 hari, terbentuk benang penutup 2 hari, iatirahat 3 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 21 hari.&lt;br /&gt;f. Lebah pejantan: menetas 3 hari, larva 6 hari, terbentuk benang penutup 3 hari, iatirahat 4 hari, Perubahan larva jadi pupa 1 hari, Pupa/kepompong 7 hari, total waktu jadi lebah 24 hari. Selama dalam periode larva, larva-larva dalam tabung akan makan madu dan tepung sari sebanyak-banyaknya. Periode ini disebut masa aktif, kemudian larva menjadi kepompong (pupa). Pada masa kepompong lebah tidak makan dan minum, di masa ini terjadi perubahan dalam tubuh pupa untuk menjadi lebah sempurna. Setelah sempurna lebah akan keluar sel menjadi lebah muda sesuai asal selnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;1. Sanitasi, Tindakan Preventif dan Perawatan&lt;br /&gt;Pada pengelolaan lebah secara modern lebah ditempatkan pada kandang berupa kotak yang biasa disebut stup. Di dalam stup terdapat ruang untuk beberapa frame atau sisiran. Dengan sistem ini peternak dapat harus rajin memeriksa, menjaga dan membersihkan bagian-bagian stup seperti membersihkan dasar stup dari kotoran yang ada, mencegah semut/serangga masuk dengan memberi tatakan air di kaki stup dan mencegah masuknya binatang pengganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pengontrolan Penyakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pengontrolan ini meliputi menyingkirkan lebah dan sisiran sarang abnormal serta menjaga kebersihan stup.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;-Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Cara pemberian pakan lebah adalah dengan menggembala lebah ke tempat di mana banyak bunga. Jadi disesuaikan dengan musim bunga yang ada. Dalam penggembalaan yang perlu diperhatikan adalah :&lt;br /&gt;a. Perpindahan lokasi dilakukan malam hari saat lebah tidak aktif.&lt;br /&gt;b. Bila jarak jauh perlu makanan tambahan (buatan).&lt;br /&gt;c. Jarak antar lokasi penggembalaan minimum 3 km.&lt;br /&gt;d. Luas areal, jenis tanaman yang berbunga dan waktu musim bunga.&lt;br /&gt;Tujuan utama dari penggembalaan ini adalah untuk menjaga kesinambungan produksi agar tidak menurun secara drastis. Pemberian pakan tambahan di luar pakan pokok bertujuan untuk mengatasi kekurangan pakan akibat musim paceklik/saat melakukan pemindahan stup saat penggeembalaan. Pakan tambahan tidak dapat meningkatkan produksi, tetapi hanya untuk mengganti pakan saat pengembalaan [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-3496386403954656365?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/3496386403954656365/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ternak-lebah_26.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3496386403954656365'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3496386403954656365'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ternak-lebah_26.html' title='Budidaya Ternak Lebah'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-744406146526433491</id><published>2009-10-26T18:19:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T18:20:46.575-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Ayam Petelur</title><content type='html'>&lt;span lang="IN"&gt;1.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/span&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayam petelur adalah ayam-ayam betina dewasa yang dipelihara khusus untuk diambil telurnya. Asal mula ayam unggas adalah berasal dari ayam hutan dan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;itik liar yang ditangkap dan dipelihara serta dapat bertelur cukup banyak. Tahun demi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;wilayah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dunia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diseleksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ketat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;para pakar. Arah seleksi ditujukan pada produksi yang banyak, karena ayam hutan tadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan dagingnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka arah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seleksi tadi mulai spesifik. Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang terseleksi untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tujuan produksi daging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;broiler,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikenal dengan ayam petelur. Selain itu, seleksi juga diarahkan pada warna kulit telur hingga&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dikenal&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;putih&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;cokelat. Persilangan dan seleksi itu dilakukan cukup lama hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam petelur seperti yang ada sekarang ini. Dalam setiap kali persilangan, sifat jelek dibuang dan sifat baik dipertahankan (“terus dimurnikan”). Inilah yang kemudian dikenal dengan ayam petelur unggul.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menginjak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;awal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1900-an,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempatnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akrab dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pola&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kehidupan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dipedesaan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Memasuki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;periode&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1940-an, oran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengenal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sini,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulai membedakan antara ayam orang Belanda (Bangsa Belanda saat itu menjajah Indonesia) dengan ayam liar di Indonesia. Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemudian dinamakan ayam lokal yang kemudian disebut ayam kampung karena keberadaan ayam itu memang di pedesaan. Sementara ayam orang Belanda disebut dengan ayam luar negeri yang kemudian lebih akrab dengan sebutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam negeri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(kala&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;galur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;murni).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semacam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bisa dijumpai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1950-an&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dipelihara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beberapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penggemar ayam. Hingga akhir periode 1980-an, orang Indonesia tidak banyak mengenal klasifikasi ayam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sifat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dianggap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kampung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja, bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telurnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dagingnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimakan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Namun, pendapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ternyata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;benar,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri/ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ternyata&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertelur banyak tetapi tidak enak dagingnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diternakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;periode&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah ayam ras petelur white leghorn yang kurus dan umumnya setelah habis masa produktifnya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Antipati&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhadap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cukup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga menjelang akhir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;periode 1990-an. Ketika&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merebak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peternakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam broiler&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;khusus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;daging,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sementara&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;petelur dwiguna/ayam petelur cokelat mulai menjamur pula. Disinilah masyarakat mulai sadar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempunyai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;klasifikasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;handal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan pedaging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;enak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pula&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;persaingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tajam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan daging ayam ras dengan telur dan daging ayam kampung. Sementara itu telur ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cokelat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diatas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angin,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedangkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kampung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulai terpuruk pada penggunaan resep makanan tradisional&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja. Persaingan inilah menandakan maraknya peternakan ayam petelur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kampung&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bertelur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dagingnya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bertelur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan dagingnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dimakan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diklasifikasikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam dwiguna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;komersial-unggul.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyebabnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dasar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;genetis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam kampung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ras&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dwiguna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbeda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jauh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayam kampung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemampuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adaptasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;biasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baiknya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sehingga ayam&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;kampung&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;mengantisipasi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;perubahan&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;iklim&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;baik dibandingkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ras.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemampuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;genetisnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membedakan produksi kedua ayam ini. Walaupun ayam ras itu juga berasal dari ayam liar di Asia dan Afrika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;SENTRA BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayam telah dikembangkan sangat pesat di setiapa negara. Sentra peternakan ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dijumpai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seluruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pelosok&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terutama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di Pulau Jawa dan Sumatera, tetapi peternakan ayam telah menyebar di Asia dan Afrika serta sebagian Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;JENIS&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jenis ayam petelur dibagi menjadi dua tipe:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Tipe Ayam Petelur Ringan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tipe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ringan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini mempunyai&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;badan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ramping/kurus-mungil/kecil&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mata&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bersinar. Bulunya berwarna putih bersih dan berjengger merah. Ayam ini berasal dari galur murni white leghorn. Ayam galur ini sulit dicari, tapi ayam petelur ringan komersial banyak dijual di Indonesia dengan berbagai nama. Setiap pembibit ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memiliki&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ringan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(petelur putih) komersial ini. Ayam ini mampu bertelur lebih dari 260 telur per tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi hen house. Sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur, ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tipe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini memang khusus untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemampuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dirinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diarahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada kemampuan bertelur, karena dagingnya hanya sedikit. Ayam petelur ringan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ini sensitif terhadapa cuaca panas dan keributan, dan ayam ini mudah kaget dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaget&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cepat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;turun,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;begitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila kepanasan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Tipe Ayam Petelur Medium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bobot tubuh ayam ini cukup berat. Meskipun itu, beratnya masih berada di antara berat ayam petelur ringan dan ayam broiler. Oleh karena itu ayam ini disebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tipe ayam petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;medium. Tubuh ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kurus,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gemuk.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Telurnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cukup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghasilkan daging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tipe&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dwiguna. Karena warnanya yang cokelat, maka ayam ini disebut dengan ayam petelur cokelat yang umumnya mempunyai warna bulu yang cokelat juga. Dipasaran orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengatakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cokelat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disukai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daripada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putih,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kalau dilihat dari warna kulitnya memang lebih menarik yang cokelat daripada yang putih, tapi dari segi gizi dan rasa relatif sama. Satu hal yang berbeda adalah harganya dipasaran, harga telur cokelat lebih mahal daripada telur putih. Hal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ini dikarenakan telur cokelat lebih berat daripada telur putih dan produksinya telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cokelat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedikit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daripada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putih.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam petelur medium akan lebih laku dijual sebagai ayam pedaging dengan rasa yang enak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;MANFAAT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayam-ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;unggul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dipakai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;plasma nutfah untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bibit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bermutu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotoran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;limbah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari pemotongan ayam petelur merupakan hasil samping yang dapat diolah menjadi pupuk kandang, kompos atau sumber energi (biogas). Sedangkan seperti usus dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;jeroan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dijadikan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sebagai&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pakan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ternak&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;unggas&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;setelah dikeringkan. Selain itu ayam dimanfaatkan juga dalam upacara keagamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;PERSYARATAN&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;LOKASI&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Lokasi yang jauh dari keramaian/perumahan penduduk.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Lokasi mudah dijangkau dari pusat-pusat pemasaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3) Lokasi terpilih bersifat menetap, tidak berpindah-pindah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Kandang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Iklim kandang yang cocok untuk beternak ayam petelur meliputi persyaratan temperatur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkisar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;32,2–35&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;derajat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;C,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelembaban&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkisar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;60–70%, penerangan dan atau pemanasan kandang sesuai dengan aturan yang ada, tata letak kandang agar mendapat sinar matahari pagi dan tidak melawan arah mata angin kencang serta sirkulasi udara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang baik,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jangan membuat&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;permukaan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;lahan&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;berbukit&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;karena menghalangi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sirkulasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;udara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membahayakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;aliran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;permukaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila turun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hujan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebaiknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibangun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terbuka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar hembusan angin cukup memberikan kesegaran di dalam kandang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kontruksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mahal,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lama.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selanjutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perlengkapan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang hendaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disediakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selengkap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pakan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat minum,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ransum,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;obat-obatan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;alat penerangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Bentuk-bentuk&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;berdasarkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sistemnya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dibagi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dua:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;a) Sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;koloni,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari ribuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;b)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;individual,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih dikenal dengan sebutan cage. Ciri dari kandang ini adalah pengaruh individu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dominan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang untuk&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ekor&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Kandang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sistem&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;digunakan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dalam peternakan ayam petelur komersial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jenis&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berdasarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantainya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;macam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1) kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liter,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibuat dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dilapisi kulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padi,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pesak/sekam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umumnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diterapkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;koloni;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kolong&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berlubang,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sistem&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bantu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kayu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kaso&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lubang-lubang diantaranya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;nantinya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;membuang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penampungan;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;3)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;campuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liter&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan kolong berlubang, dengan perbandingan 40% luas lantai kandang untuk alas liter dan 60% luas lantai dengan kolong berlubang (terdiri dari 30% di kanan dan 30% di kiri).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Peralatan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a. Litter (alas lantai)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Alas lantai/litter&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keadaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kering,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak ada atap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang bocor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hujan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;walau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kencang.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tebal litter setinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;10&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cm,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;litter dipakai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;campuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;padi/sekam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedikit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kapur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pasir&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secukupnya,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serutan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kayu dengan panjang antara 3–5 cm untuk pengganti kulit padi/sekam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b. Tempat bertelur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyediaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kulit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotor,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibuatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ukuran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;30&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;x&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;35&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;x&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;45&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cm&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cukup untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;4–5&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kotak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diletakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dididing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih tinggi dari tempat bertengger, penempatannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah pengambilan telur dari luar sehingga telur tidak pecah dan terinjak-injak serta dimakan. Dasar tempat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;miring dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kawat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung ke luar sarang setelah bertelur dan dibuat lubah yang lebih besar dari besar telur pada dasar sarang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;c. Tempat bertengger&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tempat bertengger untuk tempat istirahat/tidur, dibuat dekat dinding dan diusahakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotoran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jatuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lantai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibersihkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luar. Dibuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tertutup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terhindar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;angin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;letaknya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rendah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari tempat bertelur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;d. Tempat makan, minum dan tempat grit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Tempat makan dan minum harus tersedia cukup, bahannya dari bambu, almunium&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;apa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;saja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kuat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bocor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkarat. Untuk tempat grit dengan kotak khusus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyiapan Bibit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dipelihara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;haruslah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memenuhi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;syarat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebagai berikut, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a) Ayam petelur harus sehat dan tidak cacat fisiknya. b) Pertumbuhan dan perkembangan normal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;c) Ayam petelur berasal dari bibit yang diketahui keunggulannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ada beberapa pedoman teknis untuk memilih bibit/DOC (Day Old Chicken)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;/ayam umur sehari:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a) Anak ayam (DOC ) berasal dari induk yang sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b) Bulu tampak halus dan penuh serta baik pertumbuhannya . c) Tidak terdapat kecacatan pada tubuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;d) Anak ayam mempunyak nafsu makan yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;e) Ukuran badan normal, ukuran berat badan antara 35-40 gram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;f)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tidak ada letakan tinja diduburnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Pemilihan Bibit dan Calon Induk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyiapan bibit ayam petelur yang berkreteria baik dalam hal ini tergantung sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a. Konversi Ransum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Konversi&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;ransum&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;perabandingan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ransum&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;yang dihabiskan ayam dalam menghasilkan sejumlah telur. Keadaan ini sering disebut dengan ransum per kilogram telur. Ayam yang baik akan makan sejumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ransum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak/lebih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar daripada sejumlah ransum yang dimakannya. Bila ayam itu makan terlalu banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bertelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sedikit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cermin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;buruk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagi ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Bila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bibit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mempunyai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konversi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kecil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bibit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu dapat dipilih, nilai konversi ini dikemukakan berikut ini pada berbagai bibit ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;diketahui&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;lembaran&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;daging&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sering dibagikan pembibit kepada peternak dalam setiap promosi penjualan bibit ayamnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b. Produksi Telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sudah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tentu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;perhatian.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dipilih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bibit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat memproduksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;konversi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ransum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;utama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebab ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telurnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak menguntungkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;c. Prestasi bibit dilapangan/dipeternakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Apabila&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kedua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diatas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;baik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kemampuan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;untuk bertelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebatas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemampuan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bibit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Contoh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;prestasi beberapa jenis bibit ayam petelur dapat dilihat pada data di bawah ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Babcock B-300 v: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;270, ransum 1,82 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Dekalb&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Xl-Link:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;putih,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;type&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ringan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur(hen&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;house)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;255-280, ransum 1,8-2,0 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Hisex white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 288, ransum 1,89 gram/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;H &amp;amp; W nick: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 272,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Hubbarb&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;leghorn:&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;berbulu&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;putih,&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;type&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;ringan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;telur(hen house)260, ransum 1,8-1,86 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ross white: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house) 275, ransum 1,9 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Shaver S 288: berbulu putih, type ringan, produksi telur(hen house)280,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ransum 1,7-1,9 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Babcock&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;B&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;380:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cokelat,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;type&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dwiguna,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur(hen house) 260-275, ransum 1,9 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Hisex&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;brown:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berbulu&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;cokelat,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;type&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dwiguna,&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;telur(hen house)272, ransum 1,98 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Hubbarb&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;golden&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;cornet:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;berbulu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;cokelat,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;type&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dwiguna,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;produksi telur(hen house) 260, ransum 1,24-1,3 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Ross Brown: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen house)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;270, ransum 2,0 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Shaver&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;star&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;cross&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;579:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;berbulu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;cokelat,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;type&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dwiguna,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;produksi telur(hen house) 265, ransum 2,0-2,08 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Warren sex sal link: berbulu cokelat, type Dwiguna, produksi telur(hen&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;house) 280, ransum 2,04 kg/dosin telur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6.3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemeliharaan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Kebersihan lingkungan kandang (sanitasi) pada areal peternakan merupakan usaha&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pencegahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;paling&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;murah,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tenaga yang ulet/terampil saja. Tindakan preventif dengan memberikan vaksin pada ternak dengan merek dan dosis sesuai catatan pada label yang dari poultry shoup.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemberian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(dua)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fase&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fase&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;starter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(umur 0-4 minggu) dan fase finisher (umur 4-6 minggu).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a. Kualitas dan kuantitas pakan fase starter adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kwalitas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandungan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;zat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gizi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdiri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;protein&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;22-24%, lemak 2,5%, serat kasar 4%, Kalsium (Ca) 1%, Phospor (P) 0,7-0,9%, ME 2800-3500 Kcal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kwantitas pakan terbagi/digolongkan menjadi 4 (empat) golongan yaitu minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1-7&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;17&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gram/hari/ekor;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kedua (umur 8-14 hari) 43 gram/hari/ekor; minggu ke-3 (umur 15-21 hari) 66 gram/hari/ekor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-4&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;22-29&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;91&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gram/hari/ekor. Jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tiap&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;4 minggu sebesar 1.520 gram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b. Kwalitas dan kwantitas pakan fase finisher adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kwalitas atau kandungan zat gizi pakan terdiri dari protein 18,1-21,2%; lemak 2,5%; serat kasar 4,5%; kalsium (Ca) 1%; Phospor (P) 0,7-0,9% dan energi (ME) 2900-3400 Kcal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;-&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Kwantitas&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pakan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;terbagi/digolongkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;empat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;golongan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;umur yaitu: minggu ke-5 (umur 30-36 hari) 111 gram/hari/ekor; minggu ke-6 (umut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;37-43&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;129&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gram/hari/ekor;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-7&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;44-50&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;146&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;gram/hari/ekor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-8&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;(umur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;51-57&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;161 gram/hari/ekor. Jadi total jumlah pakan per ekor pada umur 30-57 hari adalah 3.829 gram.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pemberian&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;minum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disesuaikan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;dangan&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;umur&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ayam,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hal&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;ini dikelompokkan dalam 2 (dua) fase yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a. Fase&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;starter&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1-29&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terbagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada masing-masing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yaitu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-1&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(1-7&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1,8&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lliter/hari/100 ekor; minggu ke-2 (8-14 hari) 3,1 liter/hari/100 ekor; minggu ke-3 (15-21 hari) 4,5 liter/hari/100 ekor dan minggu ke-4 (22-29 hari) 7,7 liter/hari/ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Jadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jumlah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibutuhkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sampai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;4&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;sebanyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;122,6&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liter/100&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemberian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama hendaknya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;diberi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;tambahan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;gula&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;obat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;anti&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;stress&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kedalam &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;air minumnya. Banyaknya gula yang diberikan adalah 50 gram/liter air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b. Fase&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;finisher&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(umur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;30-57&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hari),&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;terkelompok&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;masing-masing minggu yaitu minggu ke-5 (30-36 hari) 9,5 lliter/hari/100 ekor; minggu ke-6 (37-43&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;10,9&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;liter/hari/100&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ekor;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ke-7&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(44-50&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;12,7 liter/hari/100&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ekor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;minggu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke-8&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(51-57&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;14,1&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;liter/hari/ekor.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Jadi total air minum 30-57 hari sebanyak 333,4 liter/hari/ekor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3) Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Vaksinasi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;salah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengendalian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;virus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang menulardengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menciptakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekebalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tubuh.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pemberiannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara teratur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sangat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penting&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mencegah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Vaksin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;2 macam yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Vaksin&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;aktif&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;vaksin&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mengandung&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;virus&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hidup.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Kekebalan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang ditimbulkan lebih lama daripada dengan vaksin inaktif/pasif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Vaksin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;inaktif,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;vaksin&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;                 &lt;/span&gt;mengandung&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;virus&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;telah dilemahkan/dimatikan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;tanpa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merubah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;struktur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antigenic,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mampu membentuk&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;zat&lt;span style=""&gt;                    &lt;/span&gt;kebal.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kekebalan&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ditimbulkan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;lebih&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;pendek, keuntungannya disuntikan pada ayam yang diduga sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Macam-macam vaksin:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a) Vaksin NCD vrus Lasota buatan Drh Kuryna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b) Vaksin NCD virus Komarov buatan Drh Kuryna (vaksin inaktif)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;c) Vaksin NCD HB-1/Pestos.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;d) Vaksin Cacar/pox, virus Diftose.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;e) Vaksin anti RCD Vaksin Lyomarex untuk Marek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Persyaratan dalam vaksinasi adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;a) Ayam yang divaksinasi harus sehat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;b) Dosis dan kemasan vaksin harus tepat. c) Sterilisasi alat-alat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4) Pemeliharaan Kandang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Agar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangunan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berguna&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;secara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;efektif,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bangunan kandang perlu dipelihara secara baik yaitu kandang selalu dibersihkan dan dijaga/dicek&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;apabila&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;bagian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;rusak&lt;span style=""&gt;                &lt;/span&gt;supaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;segera disulam/diperbaiki&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kembali.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Dengan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;demikian&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;daya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;guna&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;bisa maksimal&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;tanpa&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;mengurangi&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt; persyaratan&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;bagi&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;ternak&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang dipelihara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit karena Bakteri&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Berak putih (pullorum)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menyerang ayam kampung dengan angka kematian yang tinggi. Penyebab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salmonella pullorum. Pengendalian: diobati dengan antibiotika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Foel typhoid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sasaran yang disering adalah ayam muda/remaja dan dewasa. Penyebab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salmonella&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gallinarum.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Gejala:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengeluarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berwarna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;hijau kekuningan. Pengendalian: dengan antibiotika/preparat sulfa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3) Parathyphoid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menyerang ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dibawah umur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;satu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bulan. Penyebab:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bakteri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;genus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Salmonella. Pengendalian: dengan preparat sulfa/obat sejenisnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4) Kolera&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;remaja&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selain menyerang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;menyerang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;kalkun&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;burung&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;merpati.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Penyebab:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;pasteurella&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;multocida.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Gejala:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;serangan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;serius&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pial&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(gelambir&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;dibawah&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;paruh)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;membesar.&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;Pengendalian:&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;antibiotika (Tetrasiklin/Streptomisin).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5) Pilek ayam (Coryza)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Menyerang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;semua&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;umur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;terutama&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;menyerang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;anak&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ayam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyebab: makhluk intermediet antara bakteri dan virus. Gejala: ayam yang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;terserang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menunjukkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tanda-tanda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seperti&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;orang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pilek.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengendalian:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;dapat disembuhkan dengan antibiotia/preparat sulfa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6) CRD&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;CRD&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;populer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Menyerang anak ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;remaja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengendalian: dilakukan dengan antibiotika&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;(Spiramisin dan Tilosin).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7) Infeksi synovitis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sering&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;muda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terutama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;broiler&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan kalkun. Penyebab: bakteri dari genus Mycoplasma. Pengendalian: dengan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;antibiotika.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit karena Virus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Newcastle disease (ND)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;ND&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;virus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;populer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peternak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia. Pada&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;awalnya&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;ditemukan&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;1926&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;daerah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Priangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penemuan tersebut tidak tersebar luas ke seluruh dunia. Kemudian di Eropa,&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditemukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;lagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diberitakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;seluruh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dunia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Akhirnya penyakit ini disebut Newcastle disease.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Infeksi bronchitis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Infeksi bronchitis menyerang semua umur ayam. Pada dewasa penyakit ini menurunkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pernafasan yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serius&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;remaja.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tingkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam dewasa&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rendah,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;tapi&lt;span style=""&gt;       &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;anak&lt;span style=""&gt;     &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;mencapai&lt;span style=""&gt;          &lt;/span&gt;40%.&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Bila menyerang ayam petelur menyebabkan telur lembek, kulit telur tidak normal, putih telur encer dan kuning telur mudah berpindah tempat (kuning telur yang normal selalu ada ditengah). Tidak ada pengobatan untuk penyakit ini tetapi dapat dicegah dengan vaksinasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;3) Infeksi laryngotracheitis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Infeksi laryngotracheitis merupakan penyakit pernapasan yang serius terjadi pada unggas. Penyebab: virus yang diindetifikasikan dengan Tarpeia avium.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Virus&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mudah&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dibunuh&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;desinfektan,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;misalnya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;karbol.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pengendalian:&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(1)&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;belum&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ada&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;obat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;untuk&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mengatasi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ini;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(2)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;pencegahan dilakukan dengan vaksinasi dan sanitasi yang ketat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;4) Cacar ayam (Fowl pox)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Gejala:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tubuh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bagian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jengger&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terserang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bercak-bercak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;cacar. Penyebab: virus Borreliota avium. Pengendalian: dengan vaksinasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;5) Marek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menjadi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;populer&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1980-an&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerang bangsa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;unggas,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akibat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serangannya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyebabkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kematian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hingga&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;50%. Pengendalian: dengan vaksinasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;6) Gumboro&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditemukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tahun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;1962&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Cosgrove&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;daerah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Delmarva Amerika&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;Serikat.&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;Penyakit&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;menyerang&lt;span style=""&gt;        &lt;/span&gt;bursa&lt;span style=""&gt;    &lt;/span&gt;fabrisius,&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;khususnya menyerang anak ayam umur 3–6 minggu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit karena Jamur dan Toksin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyakit ini karena ada jamur atau sejenisnya yang merusak makanan. Hasil perusakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengeluarkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;zak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;racun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kemudian&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ada pula pengolahan bahan yang menyebabkan asam amino berubah menjadi zat beracun. Beberapa penyakit ini adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Muntah darah hitam (Gizzerosin)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Ciri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kerusakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;total&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gizzard&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyebab:&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;racun&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;tepung ikan tetapi tidak semua tepung ikan menimbulkan penyakit ini. Timbul&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akibat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemanasan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bahan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;makanan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menguraikan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;asam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;amino hingg menjadi racun. Pengendalian: belum ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Racun dari bungkil kacang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Minyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tinggi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bungkil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kelapa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bungkil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kacang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;merangsang pertumbuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jamur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;grup&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Aspergillus.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Untuk&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menghindari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;keracunan bungkil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kacang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rancung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;digunakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antioksidan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atau bungkil kacang dan bungkil kelapa yang mengandung kadar lemak tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit karena Parasit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Cacing&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cacing&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;jarang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ditemukan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peternakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersih&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan terpelihara baik. Tetapi peternakan yang kotor banyak siput air dan minuman kotor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mungkin&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terserang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cacingan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ciri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cacingan adalah tubuhnya kurus, bulunya kusam, produksi telur merosot dan kurang aktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Kutu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Banyak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;menyerang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;peternakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Indonesia.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;luar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kutu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak terlihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tapi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bila bulu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;disibak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terlihat kutunya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Tanda&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;fisik&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam terserang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gelisah.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kutu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;umum&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terdapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak terkena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sinar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;matahari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;langsung&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;maka&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;samping&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kandang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diarahkan melintang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Timur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Barat.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penggunaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;semprotan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kutu &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;sama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan cara penyemprotan nyamuk. Penyemprotan ini tidak boleh mengenai tangan dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mata&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;secara&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;langsung&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;penyemprotan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dilakukan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;malam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;hari sehingga pelaksanaannya lebih mudah karena ayam tidak aktif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;7.5.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penyakit karena Protozoa&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Penyakit ini berasal dari protozoa (trichomoniasis, Hexamitiasis dan Blachead), penyakit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dimasukkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ke&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;golongan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;parasit&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;tetapi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;sebenarnya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;berbeda. Penyakit ini jarang menyerang ayam lingkungan peternakan dijaga kebersihan dari alang-alang dan genangan air.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8.&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;PANEN&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8.1.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil Utama&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hasil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;utama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;budidaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berupa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diahsilkan oelh ayam. Sebaiknya telur dipanen 3 kali dalam sehari. Hal ini bertujuan agar kerusakan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;isi&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;tlur&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;disebabkan &lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;oleh&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;virus&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;terhindar/terkurangi. Pengambilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pertama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pada&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pagi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;hari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;antara&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pukul&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;10.00-11.00;&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengambilan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;kedua&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pukul&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;13.00-14.00;&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;pengambilan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;ketiga&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;(terakhir)sambil&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;mengecek&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;seluruh kandang dilakukan pada pukul 15.00-16.00.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8.2.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Hasil Tambahan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Hasil tambahan yang dapat dinukmati dari hasil budidaya ayam petelur adalah daging&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tua&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(afkir)&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotoran&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dijual&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;untuk dijadikan pupuk kandang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8.3.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pengumpulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dihasilkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diletakkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;di&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;atas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;egg&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tray&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;(nampan telur).&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengambilan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengumpulan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petugas&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pengambil&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harus langsung memisahkan antara telur yang normal dengan yang abnormal. Telur normal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adalah telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang oval,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;bersih dan kulitnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mulus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;serta&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;beratnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;57,6 gram&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;volume&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sebesar&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;63&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;cc.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;abnormal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;misalnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telurnya kecil atau terlalu besar, kulitnya retak atau keriting, bentuknya lonjong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;8.4.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pembersihan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Setelah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dikumpulkan,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;selanjutnya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kotor&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;karena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terkena&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;litter atau tinja ayam dibershkan. Telur yang terkena litter dapat dibersihkan dengan amplas besi yang halus, dicuci secara khusus atau dengan cairan pembersih. Biasanya pembersihan dilakukan untuk telur tetas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dewasa&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ini&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kebutuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;negeri&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meningkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;sejalan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan peningkatan pola hidup manusia dalam meningkatkan kebutuhan akan protein hewani&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berasal&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dari&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Selain&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;itu&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;juga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;adanya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;program&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;pemerintah dalam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meningkatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;gizi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;masyarakat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terutama&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;anak-anak.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Kebutuhan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;akan telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terus&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;meningkat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tidak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;diimbangi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;produksi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;besar sehingga&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;terjadilah&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kekurangan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;persediaan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;telur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;yang&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;mengakibatkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;harga telur mahal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Dengan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;melihat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;kondisi&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;budidaya&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;petelur&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;dapat&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;memberikan keuntungan yang menjanjikan bila di kelola secara intensif dan terpadu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;11.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;1) Muhammad&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Rasyaf,&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dr.,Ir.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Beternak&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Pedaging.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penerbit&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Penebar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Swadaya (anggota IKAPI) Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;2) Cahyono,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Bambang,&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ir.1995.&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Cara&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Meningkatkan&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Budidaya&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ayam&lt;span style=""&gt;   &lt;/span&gt;Ras&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Pedaging (Broiler). Penerbit Pustaka Nusatama Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="IN"&gt;Sumber&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;:&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-744406146526433491?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/744406146526433491/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ayam-petelur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/744406146526433491'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/744406146526433491'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ayam-petelur.html' title='Budidaya Ayam Petelur'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-5665227143991063628</id><published>2009-10-26T18:08:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T18:09:35.407-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Sarang Walet</title><content type='html'>Oleh: T. Alfizar, SP &lt;p&gt;Gua yang ada Naga Umbang bernilai 600 juta setahun berpotensi meningkatkan PAD Aceh Besar terancam hancur oleh karena penambangan dan pabrik semen.&lt;span id="more-47"&gt;&lt;/span&gt;Burung Walet merupakan burung pemakan serangga yang bersifat aerial dan suka meluncur. Burung ini berwarna gelap, terbangnya cepat dengan ukuran tubuh sedang/kecil, dan memiliki sayap berbentuk sabit yang sempit dan runcing, kakinya sangat kecil begitu juga paruhnya dan jenis burung ini tidak pernah hinggap di pohon. Burung walet mempunyai kebiasaan berdiam di gua-gua atau rumah-rumah yang cukup lembab, remang-remang sampai gelap dan menggunakan langit-langit untuk menempelkan sarang sebagai tempat beristirahat dan berbiak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Budidaya walet adalah bertujuan untuk memanen sarang burung walet yang terbuat dari saliva atau air liur burung walet. Sarang burung walet menjadi populer setelah pada masa dinasti Tang (618-907)di china dijadikan sebagai makanan para raja. Selain sebagai makanan saranga burung walet yang kaya akan biopolymer ini dijadikan sebagai bahan obat-obatan untuk mengobati penyakit paru-paru, panas dalam, memperbaiki kerja syaraf, menjaga vitalitas bahkan sebagian mempercayai bahwa sarang burung walet dapat membuat awet muda. Pada masa-masa itu Kerajaan China sudah mengimport sarang burung walet dari Malaysia, Vietnam, Thailand dan Indonesia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Desa Naga Umbang yang memiliki bentangan alam karst yang memulai budidaya sarang walet gua sejak tahun 1985, dan mulai diatur pengelolaannya kepada pihak swasta oleh Pemda Kabupaten Aceh Besar sejak 1995. Gua yang dikenal dengan nama gua uleue atau gua ular karena bentuknya berkelok-kelok seperti ular memiliki populasi burung walet jenis Sriti (Collocalia esculenta) dalam jumlah ribuan dimana pada akhir 90 an mampu memproduksi sarang walet sebanyak 400kg per masa pemanenan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Klasifikasi burung  walet adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Superorder  : Apomorphae&lt;br /&gt;Order          : Apodiformes&lt;br /&gt;Family         : Apodidae&lt;br /&gt;Sub Family  : Apodenae&lt;br /&gt;Tribes         : Collacaliini&lt;br /&gt;Genera        : Collacalia&lt;br /&gt;Species       : Collacalia fuciphaga, Collacalia esculenta&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;img src="http://karstaceh.com/wp-content/uploads/2008/05/banggareng.jpg" alt="Desa Naga Umbang" width="500" height="260" /&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Desa Naga Umbang yang terletak di Kecamatan Lhoknga setiap tahunnya memberikan kontribusi bagi PAD Pemkab Aceh Besar melalui asset daerah mereka yaitu gua sarang walet. Pengelolaan sarang walet dilakukan setiap bulan oktober di kota Jantho, setelah melalui proses pelelangan dengan pembukaan harga 600 juta maka gua sarang walet akan dikelola oleh pemenang tender yang memberikan harga tertinggi. Bagi masyarakat local keberadaan gua sarang walet di desa Naga Umbang adalah sebagai sebuah lapangan pekerjaan, dimana pengelolaan sarang burung walet ini menyerap 24 orang tenaga kerja sebagai penjaga, dan 22 orang tenaga kerja pemanenan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Burung walet merupakan satwa liar yang sangat sensitif dalam memilih lokasi membuat sarang dimana, hewan ini membutuhkan tempat bernaung dengan suhu 24-26 derajat celcius, serta kelembaban antara 85%-90 %, di daerah dataran rendah. Burung ini biasanya memilih lokasi bersarang di daerah gua di pesisir pantai, gua-gua di gunung dataran rendah, dan merupakan daerah yang jauh dari jangkauan manusia dengan kualitas lingkungan yang tinggi. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Lokasi gua sarang walet di desa Naga Umbang berjarak kurang lebih 1,5 km dari pemukiman penduduk pada ketinggian 150 Mdpl. Lokasi gua yang terletak di hutan adat, sangat jarang di akses oleh warga yang tidak memilki kepentingan.  Otomatis merupakan tempat berbiak yang sangat baik  bagi hewan yang sangat sensitive ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain tempat berbiak, burung walet membutuhkan air, dan lapangan luas yang mampu menyediakan suplai air untuk kelangsungan hidupnya, hewan ini memiliki kebiasaan minum setiap pagi dan sore. Fungsi hidrologi kawasan karst Naga Umbang yang menyuplai air ke permukaan melalui hulu sungai Krueng Raba merupakan komponen abiotik yang sangat berpengaruh terhadap terjaminnya lokasi hunian yang layak bagi burung walet.  Ketersediaan  serangga sebagai makanan bagi burung walet budidaya gua juga salah satu faktor yang sangat penting. Lahan pertanian dan perkebunan seluas 30 Ha menyuplai makanan setiap harinya bagi burung walet di desa Naga Umbang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Budidaya walet gua dan rumahan memiliki perbedaan pada masa-masa pemeliharaan,  dimana budidaya walet rumahan menuntut pemeliharaan yang lebih rumit dibandingkan budidaya walet gua. Budidaya walet rumahan menuntut pemiliknya untuk melakukan pemeliharaan ternak, yang dimulai dengan penetasan telur hingga pengawasan dan pemeliharaan kandang agar burung walet tetap menyukai lingkungan tempat tinggalnya. Sementara budidaya walet di gua sarang desa Naga Umbang hanya membutuhkan pengawasan yang dilakukan sepanjang masa pengelolaan. Pengawasan di gua sarang ini dilakukan oleh 24 orang yang terbagi dalam 3 kelompok, masing-masing kelompok bertugas menjaga selama 1 minggu dan akan digantikan kelompok berikutnya. Penjagaan hanya bersifat mencegah pencurian sarang walet oleh pihak asing, dan para penjaga gua sarang ini tidak diperkenankan untuk masuk ke dalam gua.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hama dalam budidaya walet biasanya berasal dari hewan pemangsa baik, masih berupa telur maupun anakan walet. Hama ini dapat mengganggu populasi burung walet dan membuat burung walet tidak betah. Beberapa jenis hewan yang kerap menggangu antara lain tikus, cicak maupu tokek, ular dan semut yang biasanya mengganggu telur walet. Budidaya walet di rumahan membutuhkan perhatian yang sangat besar untuk menjaga hunian burung walet agar bebas dari hama tersebut, antara lain dengan membersihkan rumah walet dari tempat bersarangnya hama tersebut. Hama tikus merupakan hama yang paling sering mengganggu dalam pengelolaan gua Sarang di desa Naga Umbang, dimana tikus-tikus tersebut memangsa anakan walet yang baru menetas. Tikus ini hanya memangsa anakan walet yang dapat di jangkaunya, dimana walet merupakan komunitas langit-langit gua. Pemberantasan hama tikus tidak perlu dilakukan karena interaksi di dalam sebuah ekosistem gua yang sangat besar. Ketidakseimbangan jaring dan rantai makanan dalam ekosistem gua berarti dapat merusak ekosistem gua secara keseluruhan, dimana gua adalah sebuah ekosistem yang sangat rentan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Selain hama tikus, penurunanan kuantitas roduksi walet juga dipercaya akibat aktivitas manusia di sekitar kawasan. Beberapa aktivitas ini antara lain penebangan liar, penggunaan insektisida untuk lahan pertanian dan ladan serta penambangan batu kapur dan aktivitas pabrik semen. Aktivitas penebangan liar menyebabkan pembusukan akar, dari pohon yang ditebang. Pembusukan akar ini menyebabkan rembesan air melalui celah dinding dan atap gua semakin besar, yang akhirnya walet enggan untuk bersarang ditempat yang telah dialiri air tersebut. Ekses dari hal ini akan berakhir dengan terjadinya kompetisi intra spesies untuk memperebutkan tempat bersarang yang lebih baik, sehingga sebagian walet akan pindah mencari tempat bersarang di lokasi lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Penggunaan insektisida untuk lahan pertanian untuk mengendalikan hama pada lahan pertanian dapat menyebabkan ketidakseimbangan dalam piramida makanan pada kawasan eksokarst. Menurunnya ketersediaan sumber makanan bagi burung walet juga mengakibatkan kompetisi intra dan antar species, dan setiap kompetisi di alam harus ada pemenangnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aktivitas penambangan dan eksploitasi alam oleh perusahaan semen secara umum dapat merusak struktur hidrologi pada kawasan karst. Kerusakan atau pengurangan kualitas pada tata air di kawasan karst dapat mengakibatkan pindahnya walet dari kawasan huniannya. Ketersediaan air bagi walet sangat penting dimana burung ini memiliki kebiasaan minum setiap pagi dan sore hari. Burung walet yang dibudidayakan di rumah, bahkan pembuatan kolam ini sangat dianjurkan agar burung ini betah untuk tinggal dan bersarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemanenan sarang burung walet dapat dilakukan dengan 2 metode yaitu: metode rampasan,dimana sarang walet dipanen setelah burung walet telah selesai membuat sarang dengan sempurna dan belum berisi telur. Metode kedua yang dapat digunakan adalah pemanenan dengan metode tetasan, dimana sarang walet dipanen setelah sarang walet telah selesai dibuat dengan sempurna dan telur yang terisi di sanga telah menetas dengan dan anakan walet mampu terbang dan mencari makan sendiri. Pemanenan dengan metode yang pertama sangat efektif untuk meningkatkan jumlah pemanenan, dimana panen bisa mencapai 4 kali dalam setahun. Pemanenan dengan metode pertama juga memiliki kekurangan, antara lain populasi burung walet akan menurun dengan cepat, karena kesempatan reproduksi walet yang rendah, serta kualitas sarang walet akan menurun menjadi tipis dan kecil, karena produksi air liur walet yang harus diimbangi dengan pemacuan waktu dalam pembuatan sarang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemanenan dengan metode ke dua memiliki memiliki kelebihan antara lain burung walet akan mampu memproduksi sarang yang yang tebal dan besar, serta reproduksi walet tidak terganggu dan populas walet akan meningkat. Kelemahan pemanenan dengan metode ini adalah mutu sarang walet akan menjadi turun, karena sarang walet mulai rusak dan sangat kotor penuh dengan bulu walet dan anakannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sesuai dengan SK menhutbun nomo 449 tahun 1999, pemanenan yang dilakukan d gua sarang di desa Naga Umbang dengan menggunakan metode pemanenan rampasan dan satu kali dalam setiap tahunnya dilakukan pemanenan dengan metode tetasan untuk menjaga populasi walet. &lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kuantitas produksi sarang walet di gua sarang di desa Naga Umbang dilaporkan telah menyusut, dibandingkan 10 tahun yang lalu.Kuantitas produksi sarang walet pada saat itu mencapai 400 kg per masa panen, sedangkan pada tahun-tahun belakangan hanya dapat mencapai 100-200 kg setiap musim panen.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pasca pemanenan oleh pihak pengelola, masyarakat di level lokal diberikan kesempatan selama 2 hari untuk  memanen sisa-sisa sarang walet. Sisa sarang walet yang dipanen oleh warga akan menjadi milik mereka masing-masing. Hal ini harga dari sebuah kontribusi akan eksistensi sarang walet di desa mereka di Naga Umbang. Jumlah yang bisa dikumpulkan oleh masing- masing warga adalah kurang lebih 1 kg. Menurunnya populasi walet yang notabene menurunkan kuantitas produksi sarang walet dibanding 10 tahun silam, berbanding lurus dengan menurunnya jumlah warga yang ikut memanen selama 2 hari tersebut. Apabila 10 tahun silam jumlah produksi sarang walet mencapai 400kg per masa panen, jumlah warga yang ikut pada masa pasca panen mencapai 100 orang. Sedangkan pada musim panen yang lalu dilaporkan hanya 20 orang yang mencoba peruntungan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berkurangnya kuantitas sarang walet, meningkatkan kesulitan pada masa pemanenan hal ini merupakan faktor penyebab terjadinya beberapa angka kecelakaan yang berakibat fatal maupun cacat permanen. Sesuai dengan kebijakan adat di Aceh Besar umumnya, begitu pula yang berlaku di desa Naga Umbang kecelakaan yang terjadi di Gua Sarang menjadi tanggung jawab pihak pengelola pada masa berjalan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemasaran sarang walet ditingkat eksportir untuk sarang sriti , seperti yang ditemui di gua sarang di desa Naga Umbang dapat mencapai  Rp.2,5 juta perkilogram sedangkan untuk sarang walet yang putih dapat mencapai 12 juta rupiah setiap kilogramnya. Setiap sarang walet yang akan diekspor dibagi berdasarkan kelas dan gradenya seperti bentuk, warna sarang, dan bahkan kadar airnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sarang walet dari desa Naga Umbang setelah selesai dipanen biasanya langsung di jual ke tingkat eksportir di pulau Jawa. Pembesihan, setelah sarang selesai dipanen pun biasanya dilakukan di level eksportir.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Daftar Pustaka&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nazaruddin &amp;amp; A. Widodo. Sukses Merumahkan Walet. Cet. 2. Jakarta:&lt;br /&gt;Penebar Swadaya, 1998.&lt;br /&gt;Tim Penulis PS. Budidaya dan Bisnis Sarang Walet. Cet. 4. Jakarta: Penebar&lt;br /&gt;Swadaya, 1994.&lt;br /&gt;KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN DAN PERKEBUNAN&lt;br /&gt;Nomor : 449/Kpts-II/1999&lt;br /&gt;Studi Potensi dan konservasi kawasan karst ( workshop kawasan karst TDMRC 23-24 November 2007)&lt;br /&gt;Cahyo rahmadi. Indonesian caves lives, Menggali potensi gua di pegunungan Muller Kalimantan Tengah, 2007)&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-5665227143991063628?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/5665227143991063628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-sarang-walet.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5665227143991063628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/5665227143991063628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-sarang-walet.html' title='Budidaya Sarang Walet'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-1250081516381676380</id><published>2009-10-26T17:59:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T18:00:45.180-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Burung Puyuh</title><content type='html'>&lt;p class="bg" style="font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;img src="http://warintek.bantulkab.go.id/basisdata/Budidaya_Peternakan/images/burung_puyuh.JPG" alt="BUDIDAYA BURUNG PUYUH" width="212" border="1" height="211" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;table class="isi" style="font-family: verdana;" width="100%" border="0" cellpadding="4" cellspacing="1"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="97%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SEJARAH SINGKAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puyuh merupakan jenis burung yang tidak dapat terbang, ukuran tubuh relatif kecil, berkaki pendek dan dapat diadu. Burung puyuh disebut juga Gemak (Bhs. Jawa-Indonesia). Bahasa asingnya disebut “Quail”, merupakan bangsa burung (liar) yang pertama kali diternakan di Amerika Serikat, tahun 1870. Dan terus dikembangkan ke penjuru dunia. Sedangkan di Indonesia puyuh mulai dikenal, dan diternak semenjak akhir tahun 1979. Kini mulai bermunculan di kandangkandang ternak yang ada di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;SENTRA PETERNAKAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sentra Peternakan burung puyuh banyak terdapat              di Sumatera, Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;J E N I S&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;table width="60%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="1"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kelas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Aves (Bangsa Burung)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Ordo &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="70%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Galiformes&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sub Ordo &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Phasianoidae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Famili &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Phasianidae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Sub Famili &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Phasianinae&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Genus&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Coturnix&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Species&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;: Coturnix-coturnix Japonica&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;MANFAAT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Telur dan dagingnya mempunyai nilai gizi dan                    rasa yang lezat&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi" height="15"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bulunya sebagai bahan aneka kerajinan atau perabot                    rumah tangga lainnya&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kotorannya sebagai pupuk kandang ataupun kompos                    yang baik dapat digunakan sebagai pupuk tanaman&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;PERSYARATAN LOKASI&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lokasi jauh dari keramaian dan pemukiman penduduk&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi" height="15"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lokasi mempunyai strategi transportasi, terutama                    jalur sapronak dan jalur-jalur pemasaran&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Lokasi terpilih bebas dari wabah penyakit&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Bukan merupakan daerah sering banjir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;5)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Merupakan daerah yang selalu mendapatkan sirkulasi                    udara yang baik.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Sebelum usaha beternak dimulai, seorang peternak wajib memahami 3 (tiga) unsur produksi yaitu: manajemen (pengelolaan usaha peternakan), breeding (pembibitan) dan feeding (makanan ternak/pakan) &lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;6.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Penyiapan Sarana dan Peralatan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Perkandangan&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;Dalam sistem perkandangan yang perlu diperhatikan adalah temperatur kandang yang ideal atau normal berkisar 20-25 derajat C; kelembaban kandang berkisar 30-80%; penerangan kandang pada siang hari cukup 25- 40 watt, sedangkan malam hari 40-60 watt (hal ini berlaku untuk cuaca mendung/musim hujan). Tata letak kandang sebaiknya diatur agar sinar matahari pagi dapat masuk kedalam kandang. &lt;p&gt;Model kandang puyuh ada 2 (dua) macam yang biasa diterapkan yaitu sistem litter (lantai sekam) dan sistem sangkar (batere). Ukuran kandang untuk 1 m2 dapat diisi 90-100 ekor anak puyuh, selanjuntnya menjadi 60 ekor untuk umur 10 hari sampai lepas masa anakan. Terakhir menjadi 40 ekor/m2 sampai masa bertelur.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Adapun kandang yang biasa digunakan dalam budidaya                              burung puyuh adalah:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="92%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kandang untuk induk pembibitan&lt;br /&gt;Kandang ini berpegaruh langsung terhadap produktifitas dan kemampuan menghasilkan telur yang berkualitas. Besar atau ukuran kandang yang akan digunakan harus sesuai dengan jumlah puyuh yang akan dipelihara. Idealnya satu ekor puyuh dewasamembutuhkan luas kandang 200 m2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kandang untuk induk petelur&lt;br /&gt;Kandang ini berfungsi sebagai kandang untuk induk pembibit. Kandang ini mempunyai bentuk, ukuran, dan keperluan peralatan yang sama. Kepadatan kandang lebih besar tetapi bisa juga sama.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kandang untuk anak puyuh/umur                                    stater(kandang indukan)&lt;br /&gt;Kandang ini merupakan kandang bagi anak puyuh pada umur starter, yaitu mulai umur satu hari sampai dengan dua sampai tiga minggu. Kandang ini berfungsi untuk menjaga agar anak puyuh yang masih memerlukan pemanasan itu tetap terlindung dan mendapat panas yang sesuai dengan kebutuhan. Kandang ini perlu dilengkapi alat pemanas.&lt;br /&gt;Biasanya ukuran yang sering digunakan adalah lebar 100 cm, panjang 100 cm, tinggi 40 cm, dan tinggi kaki 50 cm. (cukup memuat 90-100 ekor anak puyuh).&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kandang untuk puyuh umur grower                                    (3-6 minggu) dan layer (lebih dari 6 minggu)&lt;br /&gt;Bentuk, ukuran maupun peralatannya sama dengan kandang untuk induk petelur. Alas kandang biasanya berupa kawat ram.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Peralatan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Perlengkapan kandang berupa tempat makan, tempat minum,                              tempat bertelur dan tempat obat-obatan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;6.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Peyiapan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Yang perlu diperhatikan oleh peternak sebelum memulai usahanya, adalah memahami 3 (tiga) unsur produksi usaha perternakan yaitu bibit/pembibitan, pakan (ransum) dan pengelolaan usaha peternakan. &lt;p&gt;Pemilihan bibit burung puyuh disesuaikan dengan tujuan pemeliharaan, ada 3 (tiga) macam tujuan pemeliharaan burung puyuh, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="93%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk produksi telur konsumsi, dipilih bibit puyuh jenis ketam betina yang sehat atau bebas dari kerier penyakit.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk produksi daging puyuh, dipilih bibit                          puyuh jantan dan puyuh petelur afkiran.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Untuk pembibitan atau produksi telur tetas, dipilih bibit puyuh betina yang baik produksi telurnya dan puyuh jantan yang sehat yang siap membuahi puyuh betina agar dapat menjamin telur tetas yang baik. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;6.3.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Pemeliharaan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td class="isi" valign="top"&gt; &lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Sanitasi dan Tindakan Preventif&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Untuk menjaga timbulnya penyakit pada pemeliharaan puyuh kebersihan lingkungan kandang dan vaksinasi terhadap puyuh perlu dilakukan sedini mungkin. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pengontrolan Penyakit&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengontrolan penyakit dilakukan setiap saat dan apabila ada tanda-tanda yang kurang sehat terhadap puyuh harus segera dilakukan pengobatan sesuai dengan petunjuk dokter hewan atau dinas peternakan setempat atau petunjuk dari Poultry Shoup. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Pemberian Pakan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Ransum (pakan) yang dapat diberikan untuk puyuh terdiri dari beberapa bentuk, yaitu: bentuk pallet, remah-remah dan tepung. Karena puyuh yang suka usil memtuk temannya akan mempunyai kesibukan dengan mematuk-matuk pakannya. Pemberian ransum puyuh anakan diberikan 2 (dua) kali sehari pagi dan siang. Sedangkan puyuh remaja/dewasa diberikan ransum hanya satu kali sehari yaitu di pagi hari. Untuk pemberian minum pada anak puyuh pada bibitan terus-menerus. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Pemberian Vaksinasi dan Obat&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;Pada umur 4-7 hari puyuh di vaksinasi dengan dosis separo dari dosis untuk ayam. Vaksin dapat diberikan melalui tetes mata (intra okuler) atau air minum (peroral). Pemberian obat segera dilakukan apabila puyuh terlihat gejala-gejala sakit dengan meminta bantuan petunjuk dari PPL setempat ataupun dari toko peternakan (Poultry Shoup), yang ada di dekat Anda beternak puyuh.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;HAMA DAN PENYAKIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;7.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi" width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;1.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi" width="97%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Radang usus (Quail enteritis)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;: bakteri anerobik yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berk yang membentuk spora dan menyerang usus, sehingga timbul peradangan pada usus.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: puyuh tampak lesu, mata tertutup, bulu kelihatan kusam, kotoran berair dan mengandung asam urat.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;: memperbaiki tata laksana pemeliharaan, serta memisashkan burung puyuh yang sehat dari yang telah terinfeksi. &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;2.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Tetelo (NCD/New Casstle Diseae)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: puyuh sulit bernafas, batuk-batuk, bersin, timbul bunyi ngorok, lesu, mata ngantuk, sayap terkulasi, kadang berdarah, tinja encer kehijauan yang spesifik adanya gejala “tortikolis”yaitu kepala memutar-mutar tidak menentu dan lumpuh.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;: (1) menjaga kebersihan lingkungan dan peralatan yang tercemar virus, binatang vektor penyakit tetelo, ayam yang mati segera dibakar/dibuang; (2) pisahkan ayam yang sakit, mencegah tamu masuk areal peternakan tanpa baju yang mensucihamakan/ steril serta melakukan vaksinasi NCD. Sampai sekarang belum ada obatnya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;3.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;Berak putih (Pullorum)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          Kuman Salmonella pullorum dan merupakan penyakit menular.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: kotoran berwarna putih, nafsu makan hilang, sesak nafas, bulu-bulu mengerut dan sayap lemah menggantung.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          sama dengan pengendalian penyakit tetelo.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;4.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Berak darah (Coccidiosis)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: tinja berdarah dan mencret, nafsu makan kurang, sayap terkulasi, bulu kusam menggigil kedinginan.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;: (1) menjaga kebersihan lingkungaan, menjaga litter tetap kering; (2) dengan Tetra Chloine Capsule diberikan melalui mulut; Noxal, Trisula Zuco tablet dilarutkan dalam air minum atau sulfaqui moxaline, amprolium, cxaldayocox&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;5.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Cacar Unggas (Fowl Pox)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          Poxvirus, menyerang bangsa unggas dari semua umur dan                          jenis kelamin.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: imbulnya keropeng-keropeng pada kulit yang tidak berbulu, seperti pial, kaki, mulut dan farink yang apabila dilepaskan akan&lt;br /&gt;mengeluarkan darah.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          vaksin dipteria dan mengisolasi kandang atau puyuh yang                          terinfksi.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;6.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Quail Bronchitis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          Quail bronchitis virus (adenovirus) yang bersifat sangat                          menular.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: puyuh kelihatan lesu, bulu kusam, gemetar, sulit bernafas, batuk dan bersi, mata dan hidung kadang-kadang mengeluarkan lendir serta kadangkala kepala dan leher agak terpuntir.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          pemberian pakan yang bergizi dengan sanitasi yang memadai.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;7.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Aspergillosis&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          cendawan Aspergillus fumigatus.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;: Puyuh mengalami gangguan pernafasan, mata terbentuk lapisan putih menyerupai keju, mengantuk, nafsu makan berkurang.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          memperbaiki sanitasi kandang dan lingkungan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td class="isi"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Cacingan&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;enyebab&lt;/span&gt;:                          sanitasi yang buruk.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;G&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;ejala&lt;/span&gt;:                          puyuh tampak kurus, lesu dan lemah.&lt;br /&gt;&lt;span class="underline"&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt;P&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;engendalian&lt;/span&gt;:                          menjaga kebersihan kandang dan pemberian pakan yang terjaga                          kebersihannya.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;8.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;P A N E N&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;8.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Utama&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada usaha pemeliharaan puyuh petelur, yang menjadi hasil utamanya adalah produksi telurnya yang dipanen setiap hari selama masa produksi berlangsung.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;8.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Hasil Tambahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan yang merupakan hasil tambahan antara lain berupa daging                    afkiran, tinja dan bulu puyuh.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;9.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;PASCA PANEN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; —&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;10.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="0"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;10.1.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Analisis Usaha Budidaya&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;1) Investasi&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kandang ukuran 9 x 0,6 x 1,9 m&lt;br /&gt;(1 jalur + tempat makan dan minum) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Rp. 2.320.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;kandang besar &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 1.450.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;2) Biaya pemeliharaan (untuk umur 0-2 bulan)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="67%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;ay Old Quail (DOQ) x Rp 798 (Harga DOQ) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 1.596.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Obat (Vitamin + Vaksin) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 145.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakan (selama 60 hari)&lt;br /&gt;Jumlah biaya produksi&lt;br /&gt;Keadaan puyuh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="1"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jumlah anak 2000 ekor (jantan dan                                betina)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td height="15"&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Resiko mati 5%, sisa 1900&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Resiko kelamin 15% jantan, 85% betina (285 jantan,                                1615 betina)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Setelah 2 bulan harga puyuh bibit Rp 3.625,- betina                                dan Rp 725 jantan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt; &lt;div&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt; &lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Penjualan puyuh bibit umur 2 bulan &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Minus &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 2.981.200,-&lt;br /&gt;Rp. 4.722.200,- &lt;/span&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="1"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 4.408.000,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Rp. -314.200,-&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;strong&gt; 3) Biaya pemeliharaan (0-4 bulan)&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;200 DOQ x Rp 798,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 159.600,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Obat (vitamin dan Vaksinasi) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 290.000,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakan (sampai dengan umur 3 minggu) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 2.459.925,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Pakan (s/d minggu ke 4) betina 1615 ekor dan 71 ekor                          jantan (25% jantan layak bibit) &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 5.264.051,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Jumlah biaya produksi &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 8.173.576,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Keadaan puyuh:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Mulai umur 1,5 bulan puyuh bertelur setiap hari rata-rata                          85%, jumlah telur 1373 butir&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil telur 75 hari x 1373 x Rp 75,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 7.723.125,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puyuh betina bibit 1615 ekor @ Rp 3.625,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 5.854.375,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puyuh jantan bibit 75 ekor @ Rp 798,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="bottom"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 59.850,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puyuh jantan afkiran 214 ekor @ Rp 725,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 155.150,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;4)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keuntungan dari hasil penjualan&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp. 5.618.924,-&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;5) Biaya pemeliharaan (sampai umur 8 bulan)&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Biaya untuk umur 4-8 bulan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 1.625.137,-&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;br /&gt;6) Pendapatan&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; Hasil telur (0,5 bulan) 195 x 1373 x Rp                          75,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 20.080.125,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil puyuh afkir 1615 ekor @ Rp 798,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 1.288.770,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil jantan afkir 71 ekor @ Rp 725,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 51.475,-&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Hasil jantan afkir (2 bln) 214 ekor @ Rp 725,- &lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rp. 155.150,-&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt; &lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;table width="100%" border="0" cellpadding="2" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td width="3%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;7)&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="65%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Keuntungan beternak puyuh petelur                          dan afkiran jual&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="30%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Rp. 10.950.113,-&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;br /&gt;Jadi peternak lebih banyak menjumlah keuntungan bila beternak puyuh petelur, baru kemudian puyuh afkirannya di jual daripada menjual puyuh bibit. Analisa usaha dihitung berdasarkan harga-harga yang berlaku pada tahun 1999.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;10.2.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;Gambaran Peluang Agribisnis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;—&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;11.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td valign="top"&gt; &lt;table class="isi" width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beternak burung puyuh, 1981. Nugroho, Drh. Mayen 1 bk. Dosen umum Ternak Unggas Fakultas Kedokteran Hewan dan Peternakan, Universitas Udayana.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Puyuh, Tatalaksana Budidaya secara komersil, 1992. Elly Listyowati, Ir. Kinanti Rospitasari, Penebar Swadaya, Jakarta.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Memelihara burung puyuh, 1985. Muhammad Rasyaf, Ir. Penerbit                    Kanisius (Anggota KAPPI), Yogyakarta.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;4.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Beternak burung puyuh dan Pemeliharaan secara komersil, tahun 1985. Wahyuning Dyah Evitadewi dkk. Penerbit Aneka Ilmu Semarang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;12.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;KONTAK HUBUNGAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;table class="isi" width="100%" border="0" cellpadding="0" cellspacing="2"&gt; &lt;tbody&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td width="4%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td width="96%"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan                    – BAPPENAS&lt;br /&gt;Jl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021                    390 9829&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr class="isitabel" valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: &lt;a href="http://www.ristek.go.id/" target="_blank"&gt;http://www.ristek.go.id&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt; &lt;/table&gt; &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;/tr&gt; &lt;tr valign="top"&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Sumber :&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-1250081516381676380?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/1250081516381676380/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-burung-puyuh.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1250081516381676380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1250081516381676380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-burung-puyuh.html' title='Budidaya Burung Puyuh'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-1940052105972951619</id><published>2009-10-26T06:58:00.001-07:00</published><updated>2009-10-26T06:58:54.528-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Belut</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Empat Bulan Panen Belut&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Membesarkan belut hingga siap panen dari bibit umur 1-3 bulan butuh waktu 7 bulan. Namun, Ruslan Roy, peternak sekaligus eksportir di Jakarta Selatan, mampu menyingkatnya menjadi 4 bulan. Kunci suksesnya antara lain terletak pada media dan pengaturan pakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Belut yang dipanen Ruslan rata-rata berbobot 400 g/ekor. Itu artinya sama dengan bobot belut yang dihasilkan peternak lain. Cuma waktu pemeliharaan yang dilakukan Ruslan lebih singkat 3 bulan dibanding mereka. Oleh karena itu, biaya yang dikeluarkan Ruslan pun jauh lebih rendah. Selain menekan biaya produksi, panen dalam waktu singkat itu mampu mendongkrak ketersediaan pasokan, ujar Ruslan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pemilik PT Dapetin di Jakarta Selatan itu hanya mengeluarkan biaya Rp8.000 untuk setiap kolam berisi 200 ekor. Padahal, biasanya para peternak lain paling tidak menggelontorkan Rp14.000 untuk pembesaran jumlah yang sama. Semua itu karena Ruslan menggunakan media campuran untuk pembesarannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Media campuran&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Menurut Ruslan, belut akan cepat besar jika medianya cocok. Media yang digunakan ayah dari 3 anak itu terdiri dari lumpur kering, kompos, jerami padi, pupuk TSP, dan mikroorganisme stater. Peletakkannya diatur: bagian dasar kolam dilapisi jerami setebal 50 cm. Di atas jerami disiramkan 1 liter mikroorganisma stater. Berikutnya kompos setinggi 5 cm. Media teratas adalah lumpur kering setinggi 25 cm yang sudah dicampur pupuk TSP sebanyak 5 kg.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Karena belut tetap memerlukan air sebagai habitat hidupnya, kolam diberi air sampai ketinggian 15 cm dari media teratas. Jangan lupa tanami eceng gondok sebagai tempat bersembunyi belut. Eceng gondok harus menutupi ¾ besar kolam, ujar peraih gelar &lt;em&gt;Master of Management dari Philipine University&lt;/em&gt; itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bibit belut tidak serta-merta dimasukkan. Media dalam kolam perlu didiamkan selama 2 minggu agar terjadi fermentasi. Media yang sudah terfermentasi akan menyediakan sumber pakan alami seperti jentik nyamuk, &lt;em&gt;zooplankton&lt;/em&gt;, cacing, dan jasad-jasad renik. Setelah itu baru bibit dimasukkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Pakan hidup&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Berdasarkan pengalaman Ruslan, sifat kanibalisme yang dimiliki &lt;em&gt;Monopterus albus&lt;/em&gt; itu tidak terjadi selama pembesaran. Asal, pakan tersedia dalam jumlah cukup. Saat masih anakan belut tidak akan saling mengganggu. Sifat kanibal muncul saat belut berumur 10 bulan, ujarnya. Sebab itu tidak perlu khawatir memasukkan bibit dalam jumlah besar hingga ribuan ekor. Dalam 1 kolam berukuran 5 m x 5 m x 1 m, saya dapat memasukkan hingga 9.400 bibit, katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pakan yang diberikan harus segar dan hidup, seperti ikan cetol, ikan impun, bibit ikan mas, cacing tanah, belatung, dan bekicot. Pakan diberikan minimal sehari sekali di atas pukul 17.00. Untuk menambah nafsu makan dapat diberi temulawak &lt;em&gt;Curcuma xanthorhiza&lt;/em&gt;. Sekitar 200 g temulawak ditumbuk lalu direbus dengan 1 liter air. Setelah dingin, air rebusan dituang ke kolam pembesaran. Pilih tempat yang biasanya belut bersembunyi, ujar Ruslan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pelet ikan dapat diberikan sebagai pakan selingan untuk memacu pertumbuhan. Pemberiannya ditaburkan ke seluruh area kolam. Tak sampai beberapa menit biasanya anakan belut segera menyantapnya. Pelet diberikan maksimal 3 kali seminggu. Dosisnya 5% dari bobot bibit yang ditebar. Jika bibit yang ditebar 40 kg, pelet yang diberikan sekitar 2 kg.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;Hujan buatan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selain pakan, yang perlu diperhatikan kualitas air. Bibit belut menyukai pH 5-7. Selama pembesaran, perubahan air menjadi basa sering terjadi di kolam. Air basa akan tampak merah kecokelatan. Penyebabnya antara lain tingginya kadar amonia seiring bertumpuknya sisa-sisa pakan dan dekomposisi hasil metabolisme. Belut yang hidup dalam kondisi itu akan cepat mati, ujar Son Son. Untuk mengatasinya, pH air perlu rutin diukur. Jika terjadi perubahan, segera beri penetralisir.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kehadiran hama seperti burung belibis, bebek, dan berang-berang perlu diwaspadai. Mereka biasanya spontan masuk jika kondisi kolam dibiarkan tak terawat. Kehadiran mereka sedikit-banyak turut mendongkrak naiknya pH karena kotoran yang dibuangnya. Hama bisa dihilangkan dengan membuat kondisi kolam rapi dan pengontrolan rutin sehari sekali, tutur Ruslan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Suhu air pun perlu dijaga agar tetap pada kisaran 26-28&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Peternak di daerah panas bersuhu 29-32&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C, seperti Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi, perlu hujan buatan untuk mendapatkan suhu yang ideal. Son Son menggunakan &lt;em&gt;shading net&lt;/em&gt; dan hujan buatan untuk bisa mendapat suhu 26&lt;sup&gt;o&lt;/sup&gt;C. Bila terpenuhi pertumbuhan belut dapat maksimal, ujar alumnus Institut Teknologi Indonesia itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;em&gt;Shading net&lt;/em&gt; dipasang di atas kolam agar intensitas cahaya matahari yang masuk berkurang. Selanjutnya 3 saluran selang dipasang di tepi kolam untuk menciptakan hujan buatan. Perlakuan itu dapat menyeimbangkan suhu kolam sekaligus menambah ketersediaan oksigen terlarut. Ketidakseimbangan suhu menyebabkan bibit cepat mati, ucap Son Son.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Hal senada diamini Ruslan. Jika tidak bisa membuat hujan buatan, dapat diganti dengan menanam eceng gondok di seluruh permukaan kolam, ujar Ruslan. Dengan cara itu bibit belut tumbuh cepat, hanya dalam tempo 4 bulan sudah siap panen. (&lt;strong&gt;Hermansyah&lt;/strong&gt;) [copy paste / soe-soe]&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-1940052105972951619?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/1940052105972951619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-belut.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1940052105972951619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/1940052105972951619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-belut.html' title='Budidaya Belut'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-2056905826264437588</id><published>2009-10-26T05:51:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T06:48:11.505-07:00</updated><title type='text'>Budidaya  Ayam Pedaging</title><content type='html'>&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;strong style="font-family: arial;"&gt;I. Pendahuluan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;Ayam Pedaging (Broiler) adalah ayam ras yang mampu tumbuh cepat sehingga dapat menghasilkan daging dalam waktu relatif singkat (5-7 minggu). Broiler mempunyai peranan yang penting sebagai sumber protein hewani asal ternak. PT. NATURAL NUSANTARA berupaya membantu peningkatan produktivitas, kuantitas, kualitas dan efisiensi usaha peternakan ayam broiler secara alami (non-Kimia).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;II. Pemilihan Bibit&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Bibit yang baik mempunyai ciri : sehat dan aktif bergerak, tubuh gemuk (bentuk tubuh bulat), bulu bersih dan kelihatan mengkilat, hidung bersih, mata tajam dan bersih serta lubang kotoran (anus) bersih&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;III. Kondisi Teknis yang Ideal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;a. Lokasi kandang&lt;br /&gt;Kandang ideal terletak di daerah yang jauh dari pemukiman penduduk, mudah dicapai sarana transportasi, terdapat sumber air, arahnya membujur dari timur ke barat.&lt;br /&gt;b.Pergantian udara dalam kandang.&lt;br /&gt;Ayam bernapas membutuhkan oksigen dan mengeluarkan karbondioksida. Supaya kebutuhan oksigen selalu terpenuhi, ventilasi kandang harus baik.&lt;br /&gt;c.Suhu udara dalam kandang.&lt;br /&gt;Suhu ideal kandang sesuai umur adalah :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;table style="font-family: arial;" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;     &lt;col width="82" span="2"&gt;     &lt;tbody&gt;&lt;tr height="26"&gt;       &lt;td width="82" height="26"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Umur  (hari)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td width="82"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;Suhu ( 0C )&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;01 - 07&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;34 - 32&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;08 - 14&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;29 - 27&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;15 - 21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;26 - 25&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;21 - 28&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;24 - 23&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;tr height="20"&gt;       &lt;td height="20"&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;29 - 35&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;       &lt;td&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;23 - 21&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;     &lt;/tr&gt;     &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;d.Kemudahan mendapatkan sarana produksi&lt;br /&gt;Lokasi kandang sebaiknya dekat dengan poultry shop atau toko sarana peternakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;IV. Tata Laksana Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;4.1 Perkembangan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;   &lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;Tipe kandang ayam Broiler ada dua, yaitu bentuk panggung dan tanpa panggung (litter). Tipe panggung lantai kandang lebih bersih karena kotoran langsung jatuh ke tanah, tidak memerlukan alas kandang sehingga pengelolaan lebih efisien, tetapi biaya pembuatan kandang lebih besar. Tipe litter lebih banyak dipakai peternak, karena lebih mudah dibuat dan lebih murah.&lt;br /&gt;Pada awal pemeliharaan, kandang ditutupi plastik untuk menjaga kehangatan, sehingga energi yang diperoleh dari pakan seluruhnya untuk pertumbuhan, bukan untuk produksi panas tubuh. Kepadatan kandang yang ideal untuk daerah tropis seperti Indonesia adalah 8-10 ekor/m2, lebih dari angka tersebut, suhu kandang cepat meningkat terutama siang hari pada umur dewasa yang menyebabkan konsumsi pakan menurun, ayam cenderung banyak minum, stress, pertumbuhan terhambat dan mudah terserang penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.2. Pakan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;- Pakan merupakan 70% biaya pemeliharaan. Pakan yang diberikan harus memberikan zat pakan (nutrisi) yang dibutuhkan ayam, yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral, sehingga pertambahan berat badan perhari (Average Daily Gain/ADG) tinggi. Pemberian pakan dengan sistem ad libitum (selalu tersedia/tidak dibatasi).&lt;br /&gt;- Apabila menggunakan pakan dari pabrik, maka jenis pakan disesuaikan dengan tingkat pertumbuhan ayam, yang dibedakan menjadi 2 (dua) tahap. Tahap pertama disebut tahap pembesaran (umur 1 sampai 20 hari), yang harus mengandung kadar protein minimal 23%. Tahap kedua disebut penggemukan (umur diatas 20 hari), yang memakai pakan berkadar protein 20 %. Jenis pakan biasanya tertulis pada kemasannya. -Penambahan POC NASA lewat air minum dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum memberikan berbagai nutrisi pakan dalam jumlah cukup untuk membantu pertumbuhan dan penggemukan ayam broiler.&lt;br /&gt;- Dapat juga digunakan VITERNA Plus sebagai suplemen khusus ternak dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari, yang mempunyai kandungan nutrisi lebih banyak dan lengkap.&lt;br /&gt;- Efisiensi pakan dinyatakan dalam perhitungan FCR (Feed Convertion Ratio). Cara menghitungnya adalah, jumlah pakan selama pemeliharaan dibagi total bobot ayam yang dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Contoh perhitungan :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Diketahui ayam yang dipanen 1000 ekor, berat rata-rata 2 kg, berat pakan selama pemeliharaan 3125 kg, maka FCR-nya adalah :&lt;br /&gt;Berat total ayam hasil panen =&lt;br /&gt;1000 x 2 = 2000 kg&lt;br /&gt;FCR = 3125 : 2000 = 1,6&lt;br /&gt;Semakin rendah angka FCR, semakin baik kualitas pakan, karena lebih efisien (dengan pakan sedikit menghasilkan bobot badan yang tinggi). Penggunaan POC NASA atau VITERNA Plus dapat menurunkan angka FCR tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.3. Vaksinasi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Vaksinasi adalah pemasukan bibit penyakit yang dilemahkan ke tubuh ayam untuk menimbulkan kekebalan alami. Vaksinasi penting yaitu vaksinasi ND/tetelo. Dilaksanakan pada umur 4 hari dengan metode tetes mata, dengan vaksin ND strain B1 dan pada umur 21 hari dengan vaksin ND Lasotta melalui suntikan atau air minum.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.4.  Teknis Pemeliharaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;-  Minggu Pertama (hari ke-1-7).&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:130%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt; Kutuk/DOC dipindahkan ke indukan atau pemanas, segera diberi air minum hangat yang ditambah POC NASA dengan dosis + 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis + 1 cc/liter air minum/hari dan gula untuk mengganti energi yang hilang selama transportasi. Pakan dapat diberikan dengan kebutuhan per ekor 13 gr atau 1,3 kg untuk 100 ekor ayam. Jumlah tersebut adalah kebutuhan minimal, pada prakteknya pemberian tidak dibatasi. Pakan yang diberikan pada awal pemeliharaan berbentuk butiran-butiran kecil (crumbles).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Mulai hari ke-2 hingga ayam dipanen &lt;/strong&gt;air minum sudah berupa air dingin dengan penambahan POC NASA dengan dosis 1 - 2 cc/liter air minum atau VITERNA Plus dengan dosis 1 cc/liter air minum/hari (diberikan saat pemberian air minum yang pertama). Vaksinasi yang pertama dilaksanakan pada hari ke-4.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-   Minggu  Kedua  (hari  ke  8 -14). &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemeliharaan minggu kedua masih memerlukan pengawasan seperti minggu pertama, meskipun lebih ringan. Pemanas sudah bisa dikurangi suhunya. Kebutuhan pakan untuk minggu kedua adalah 33 gr per ekor atau 3,3 kg untuk 100 ekor ayam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-    Minggu Ketiga (hari  ke  15-21).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemanas sudah dapat dimatikan terutama pada siang hari yang terik. Kebutuhan pakan adalah 48 gr per ekor atau 4,8 kg untuk 100 ekor. Pada akhir minggu (umur 21 hari) dilakukan vaksinasi yang kedua menggunakan vaksin ND strain Lasotta melalui suntikan atau air minum. Jika menggunakan air minum, sebaiknya ayam tidak diberi air minum untuk beberapa saat lebih dahulu, agar ayam benar-benar merasa haus sehingga akan meminum air mengandung vaksin sebanyak-banyaknya. Perlakuan vaksin tersebut juga tetap ditambah POC NASA atau VITERNA Plus dengan dosis tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-   Minggu Keempat (hari ke 22-28).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemanas sudah tidak diperlukan lagi pada siang hari karena bulu ayam sudah lebat. Pada umur 28 hari, dilakukan sampling berat badan untuk mengontrol tingkat pertumbuhan ayam. Pertumbuhan yang normal&lt;br /&gt;mempunyai berat badan minimal 1,25 kg. Kebutuhan pakan adalah 65 gr per ekor atau 6,5 kg untuk 100 ekor ayam. Kontrol terhadap ayam juga harus ditingkatkan karena pada umur ini ayam mulai rentan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Minggu Kelima (hari ke  29-35).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pada minggu ini, yang perlu diperhatikan adalah tatalaksana lantai kandang. Karena jumlah kotoran yang dikeluarkan sudah tinggi, perlu dilakukan pengadukan dan penambahan alas lantai untuk menjaga lantai tetap kering. Kebutuhan pakan adalah 88 gr per ekor atau 8,8 kg untuk 100 ekor ayam. Pada umur 35 hari juga dilakukan sampling penimbangan ayam. Bobot badan dengan pertumbuhan baik mencapai 1,8 - 2 kg. Dengan bobot tersebut, ayam sudah dapat dipanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Minggu Keenam (hari ke-36-42).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Jika ingin diperpanjang untuk mendapatkan bobot yang lebih tinggi, maka kontrol terhadap ayam dan lantai kandang tetap harus dilakukan. Pada umur ini dengan pertumbuhan yang baik, ayam sudah mencapai bobot 2,25 kg.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.5. Penyakit&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;Penyakit yang sering menyerang ayam broiler yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Tetelo (Newcastle Disease/ND)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disebabkan virus Paramyxo yang bersifat menggumpalkan sel darah. Gejalanya ayam sering megap-megap, nafsu makan turun, diare dan senang berkumpul pada tempat yang hangat. Setelah 1 - 2 hari muncul gejala syaraf, yaitu kaki lumpuh, leher berpuntir dan ayam berputar-putar yang akhirnya mati. Ayam yang terserang secepatnya dipisah, karena mudah menularkan kepada ayam lain melalui kotoran dan pernafasan. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, maka untuk mengurangi kematian, ayam yang masih sehat divaksin ulang dan dijaga agar lantai kandang tetap kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Gumboro (Infectious Bursal Disease/IBD)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan penyakit yang menyerang sistem kekebalan tubuh yang disebabkan virus golongan Reovirus. Gejala diawali dengan hilangnya nafsu makan, ayam suka bergerak tidak teratur, peradangan disekitar dubur, diare dan tubuh bergetar-getar. Sering menyerang pada umur 36 minggu. Penularan secara langsung melalui kotoran dan tidak langsung melalui pakan, air minum dan peralatan yang tercemar. Belum ada obat yang dapat menyembuhkan, yang dapat dilakukan adalah pencegahan dengan vaksin Gumboro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Penyakit Ngorok (Chronic Respiratory Disease) &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Merupakan infeksi saluran pernapasan yang disebabkan oleh bakteri Mycoplasma gallisepticum Gejala yang nampak adalah ayam sering bersin dan ingus keluar lewat hidung dan ngorok saat bernapas. Pada ayam muda menyebabkan tubuh lemah, sayap terkulai, mengantuk dan diare dengan kotoran berwarna hijau, kuning keputih-keputihan. Penularan melalui pernapasan dan lendir atau melalui perantara seperti alat-alat. Pengobatan dapat dilakukan dengan obat-obatan yang sesuai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;-  Berak Kapur  (Pullorum).&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Disebut penyakit berak kapur karena gejala yang mudah terlihat adalah ayam diare mengeluarkan kotoran berwarna putih dan setelah kering menjadi seperti serbuk kapur. Disebabkan oleh bakteri Salmonella pullorum.&lt;br /&gt;Kematian dapat terjadi pada hari ke-4 setelah infeksi. Penularan melalui kotoran. Pengobatan belum dapat memberikan hasil yang memuaskan, yang sebaiknya dilakukan adalah pencegahan dengan perbaikan sanitasi kandang.&lt;br /&gt;Infeksi bibit penyakit mudah menimbulkan penyakit, jika ayam dalam keadaan lemah atau stres. Kedua hal tersebut banyak disebabkan oleh kondisi lantai kandang yang kotor, serta cuaca yang jelek. Cuaca yang mudah menyebabkan ayam lemah dan stres adalah suhu yang terlalu panas, terlalu dingin atau berubah-ubah secara drastis. Penyakit, terutama yang disebabkan oleh virus sukar untuk disembuhkan. Untuk itu harus dilakukan sanitasi secara rutin dan ventilasi kandang yang baik. Pemberian POC NASA yang mengandung berbagai mineral penting untuk pertumbuhan ternak, seperti N, P, K, Ca, Mg, Fe dan lain-lain serta dilengkapi protein dan lemak nabati, mampu meningkatkan pertumbuhan ayam, ketahanan tubuh ayam, mengurangi kadar kolesterol daging dan mengurangi bau kotoran. Untuk hasil lebih optimal, pemberian POC NASA dapat dicampur dengan Hormonik dosis 1 botol POC NASA dicampur dengan 1-2 tutup botol Hormonik, atau 1 botol POC NASA dicampur dengan 2-4 kapsul Asam Amino. Dapat juga menggunakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;VITERNA Plus yang merupakan suplemen khusus ternak dengan kandungan :&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;1. Mineral-mineral yang penting untuk pertumbuhan tulang, organ luar dan dalam, pembentukan darah dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. Asam-asam amino utama seperti Arginin, Histidin, Isoleucine, Lycine, Methionine , Phenylalanine, Threonine, Thryptophan, dan Valine sebagai penyusun protein untuk pembentukan sel, jaringan, dan organ tubuh&lt;br /&gt;3.  Vitamin-vitamin lengkap, yaitu A, D, E, K, C dan B Komplek untuk kesehatan dan ketahanan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4.6. Sanitasi/Cuci Hama Kandang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;  &lt;span style="font-family: arial;font-size:130%;" &gt;&lt;br /&gt;Sanitasi kandang harus dilakukan setelah panen. Dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu pencucian kandang dengan air hingga bersih dari kotoran limbah budidaya sebelumnya. Tahap kedua yaitu pengapuran di dinding dan lantai kandang. Untuk sanitasi yang sempurna selanjutnya dilakukan penyemprotan dengan formalin, untuk membunuh bibit penyakit. Setelah itu dibiarkan minimal selama 10 hari sebelum budidaya lagi untuk memutus siklus hidup virus dan bakteri, yang tidak mati oleh perlakuan sebelumnya. [copy paste / soe-soe]&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-2056905826264437588?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/2056905826264437588/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ayam-pedaging.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/2056905826264437588'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/2056905826264437588'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ayam-pedaging.html' title='Budidaya  Ayam Pedaging'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-27571427261446509</id><published>2009-10-25T23:33:00.000-07:00</published><updated>2009-10-26T00:02:23.979-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Ikan Lele</title><content type='html'>Ikan lele merupakan jenis ikan air Tawar yang dapat dibudidayakan. Alas an orang budidaya lele adalah dapat dibudidayakan di lahan dan sumber air yang terbatas, cara lebih mudah, pemasarannya relatif mudah dan modal dapat dijangkau. Budidaya lele semakin meningkat setelah masuk jenis lele dumbo. Keunggulan lele dumbo dibanding lele lokal antara lain cepat besar, telur lebih banyak dan lebih tahan terhadap penyakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan yang cepat tanpa memperhatikan pengelolaan induk menyebabkan kualitas lele menurun. Penurunan kualitas dapat karena perkawinan inbreeding. Ini menyebabkan penurunan derajat penetasan, pertumbuhan lambat, daya tahan penyakit menurun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan awal lele dapat memanfaatkan makan dari plankton, cacing, insekta dan lain – lain. Tetapi untuk pembesaran dianjurkan untuk memakai pellet karena akan meningkatkan effisiensi dan pruduktifitas. Budidaya lele dapat dilakukan di areal pada ketinggian 1 m - 800 m dpi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persyaratan lokasi, baik kualitas tanah maupun air tidak terlalu spesifik, artinya dengan penggunaan teknologi yang memadai terutama pengaturan suhu air budidaya masih tetap dapat dilakukan pada lahan yang memiliki ketinggian diatas &gt;800 m dpi. Namun bila budidaya dikembangkan dalam skala massal harus tetap memperhatikan tata ruang dan lingkungan sosial.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Budidaya lele dapat dilakukan di kolam tanah, bak permanent maupun bak plastic. Usahakan air dapat mengalir mengalir. Sumber air dapat berasal dari air sungai mapun air sumur. Suhu air yang ideal untuk pertumbuhan ikan lele berkisar antara 22-32°C. Suhu air mempengaruhi laju pertumbuhan, laju metabolisme ikan dan napsu makan ikan serta kelarutan oksigen dalam air. Keasaman air yang ideal antara 6-9.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bentuk kolam yang ideal untuk pemeliharaan ikan lele adalah empat persegi panjang dengan ukuran sesuai dengan lokasi. Kedalaman kolam berkisar antara 1,0-1,5 m dengan kemiringan kolam dari pemasukan air ke pembuangan 0,5%. Saringan dapat dipasang pada pintu pemasukan dan pengeluaran agar ikan-ikan jangan ada yang lolos keluar/masuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pelaksanaan budidaya lele :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;a. Persiapan kolam tanah (tradisional)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Siapkan kolam tanah. Lakukan pencangkulan tanah dasar kolam dan ratakan. Berikan kapur ke dalam kolam bertujuan untuk memberantas hama, penyakit dan memperbaiki kualitas tanah. Dosis yang dianjurkan adalah 20-200 gram/m2, tergantung pada keasaman kolam. Untuk kolam dengan pH rendah dapat diberikan kapur lebih banyak, juga sebaliknya apabila tanah sudah cukup baik, pemberian kapur dapat dilakukan sekedar untuk memberantas hama penyakit yang kemungkinan terdapat di kolam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemupukan dengan kotoran ternak ayam, berkisar antara 500-700 gram/m2; urea 15 gram/m2; SP3 10 gram/m2; NH4N03 15 gram/m2. Kolam dibiarkan selama ± 7 (tujuh) hari, guna memberi kesempatan tumbuhnya makanan alami.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;b. Persiapan kolam tembok&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Persiapan kolam tembok hampir sama dengan kolam tanah. Bedanya, pada kolam tembok tidak dilakukan pengolahan dasar kolam, perbaikan parit dan bak untuk panen, karena parit dan bak untuk panen biasanya sudah dibuat Permanen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;c. Penebaran Benih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Sebelum benih ditebarkan sebaiknya benih disuci hamakan dulu dengan merendamnya didalam larutan KM5N04 (Kalium permanganat) atau PK dengan dosis 35 gram/m2 selama 24 jam atau formalin dengan dosis 25 mg/l selama 5-10 menit. Penebaran benih sebaiknya dilakukan pagi atau sore hari atau pada saat udara tidak panas. Sebelum ditebarkan ke kolam, benih perlakuan penyesuaian suhu dengan cara memasukan air kolam sedikit demi sedikit ke dalam wadah pengangkut benih. Benih yang sudah teraklimatisasi akan dengan sendirinya keluar dari kantong (wadah) angkut benih menuju lingkungan yang baru yaitu kolam. Hal ini berarti bahwa perlakuan tersebut dilaksanakan diatas permukaan air kolam dimana wadah (kantong) benih mengapung diatas air. Jumlah benih yang ditebar 35-50 ekor/m2 yang berukuran 5-8 cm.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;d. Pemberian Pakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Selain makanan alami, untuk mempercepat pertumbuhan lele perlu pemberian makanan tambahan berupa pellet. Jumlah makanan yang diberikan sebanyak 2-5% perhari dari berat total ikan yang ditebarkan di kolam. Pemberian pakan frekuensinya 2 – 3 kali setiap hari. Sedangkan komposisi makanan buatan dapat dibuat dari campuran dedak halus dengan ikan rucah dengan perbandingan 1:9 atau campuran dedak halus, bekatul, jagung, cincangan bekicot dengan perbandingan 2:1:1:1 campuran tersebut dapat dibuat bentuk pellet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;e. Pemanenan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;   Ikan lele akan mencapai ukuran konsumsi setelah dibesarkan selama 130 hari, dengan bobot antara 200 - 250 gram per ekor dengan panjang 15 - 20 cm.  Budidaya lele di tingkat pembudidaya sering dihadapkan pada permasalahan timbulnya penyakit atau kematian ikan. Pada kegiatan pembesaran, penyakit banyak ditimbulkan akibat buruknya penanganan kondisi lingkungan. Predator yang biasanya menyerang antara lain ular, burung atau predator lainnya. Sedangkan organisme pathogen yang sering menyerang adalah Ichthiophthirius sp., Trichodina sp., Monogenea sp. dan Dactylogyrus sp. Penanggulangan hama insekta dapat dilakukan dengan pemberian insektisida yang direkomendasikan pada saat pengisian air sebelum benih ditanam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penanggulangan organisme pathogen dapat dilakukan dengan pengelolaan lingkungan budidaya yang baik dan pemberian pakan yang teratur dan mencukupi. Pengelolaan lingkungan dapat dilakukan dengan melakukan persiapan kolam dengan baik. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan kolam tanah, persiapan kolam meliputi pengeringan, pembalikan tanah, perapihan pematang, pengapuran, pemupukan, pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Pada kegiatan budidaya dengan menggunakan bak tembok atau bak plastik, persiapan kolam meliputi pengeringan, disenfeksi (bila diperlukan), pengairan dan pengkondisian tumbuhnya plankton sebagai sumber pakan. Perbaikan kondisi air kolam dapat pula dilakukan dengan penambahan bahan probiotik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghindari terjadinya penularan penyakit, maka hendaknya memperhatikan hal-hal sebagai berikut pindahkan segera ikan yang memperlihatkan gejala sakit dan diobati secara terpisah. Ikan yang tampak telah parah sebaiknya dimusnahkan. Jangan membuang air bekas ikan sakit ke saluran air. Kolam yang telah terjangkit harus segera dikeringkan dan dilakukan pengapuran dengan dosis 1 kg/5 m2. Kapur (CaO) ditebarkan merata didasar kolam, kolam dibiarkan sampai tanah kolam retak-retak. Kurangi kepadatan ikan di kolam yang terserang penyakit. Alat tangkap dan wadah ikan harus dijaga agar tidak terkontaminasi penyakit. Sebelum dipakai lagi sebaiknya dicelup dulu dalam larutan Kalium Permanganat (PK) 20 ppm (1 gram dalam 50 liter air) atau larutan kaporit 0,5 ppm (0,5 gram dalam 1 m3 air). Setelah memegang ikan sakit cucilah tangan kita dengan larutan PK. Bersihkan selalu dasar kolam dari lumpur dan sisa bahan organik. Usahakan agar kolam selalu mendapatkan air segar atau air baru. Tingkatkan gizi makanan ikan dengan menambah vitamin untuk menambah daya tahan ikan.                    [copy paste / soe-soe]&lt;!-- END: CONTENT --&gt;        &lt;!-- BEGIN: LEFT COLUMN --&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-27571427261446509?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/27571427261446509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ikan-lele.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/27571427261446509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/27571427261446509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-ikan-lele.html' title='Budidaya Ikan Lele'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-6572824513458237896</id><published>2009-10-25T20:31:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T22:54:47.819-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Lobster Air Tawar</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuUq_eqTCvI/AAAAAAAAAS0/owh0we3z7dU/s1600-h/1.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 107px; height: 125px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuUq_eqTCvI/AAAAAAAAAS0/owh0we3z7dU/s320/1.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396766998524005106" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=";font-family:arial,helvetica,sans-serif;font-size:100%;"  &gt;Budidaya lobster air tawar (&lt;em&gt;Cherax &lt;/em&gt;sp.) mulai berkembang sejak tahun 2000. Hewan ini bisa memijah secara alami atau tidak perlu pemijahan secara buatan. Karena itu budidaya ini berkembang cukup pesat, dan saat ini sudah berdiri sentra budidaya di beberapa propinsi, seperti Jakarta, Jawa Barat, DI Yogyakarta dan Jawa Timur.&lt;/span&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemeliharaan induk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemaliharaan induk dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; (jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seleksi induk&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; text-decoration: none;font-family:Arial;" &gt;Seleksi induk dilakukan dengan melihat tanda-tanda tubuh. Induk jantan yang matang kelamin dicirikan dengan genital pore berbentuk seperti selang kecil (petashma) yang terletak pada tangkai kaki jalan kelima, carapace (kepala) lebih besar dari abdomen (badan), warna lebih cerah dari induk yang belum matang atau induk betina.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; text-decoration: none;font-family:Arial;" &gt;Sedangkan induk betina dicirikan dengan genital pore (thelycum) seperti lubang antara kaki jalan kedua dan ketiga, carapace lebih kecil dari abdomen dan warna tubuh lebih kusam ari induk jantan atau sama dengan induk jantan yang belum matang. Pada umumnya ukuran tubuh dan capit jantan lebih besar dari betina. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemijahan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemijahan dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tebar induk sebanyak 10 – 15 ekor/m&lt;sup&gt;2&lt;/sup&gt; tebar 5 ekor induk betina; tebar 3 ekor induk jantan; beri 2 – 4 butit pelet udang setiap hari;&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;(jantan dan betina terpisah); beri pakan setiap hari berupa pelet udang dengan diameter 1 mm dan panjang 3 mm sebanyak 2 – 4 butir/ ekor; pemeliharaan induk dilakukan selama 2 – 3 minggu dan&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;setiap tiga hari air diganti ½ bagiannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Seleksi induk yang memijah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; text-decoration: none;font-family:Arial;" &gt;Seleksi induk yang sudah memijah dilakukan dengan melihat tanda-tanda tubuh. Caranya, keringkan bak hingga ketinggian 6 cm; tangkap induk-induk betina yang sudah berisi telur berwarna kuning tua atau coklat; masukan ke dalam waskom besar yang diberi aerasi; lakukan seleksi ulang agar mendapatkan induk yang betul-betul matang gonad; masukan ke dalam waskom lain. Catatan : jangan menangkan dengan sekup net, karena bisa menyebabkan induk kaget dan telurnya jatuh. Tangkap dengan kedua tangan, satu untuk memegang kepala satu lagi untuk memegang ekor.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pengeraman telur dan penetasan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pengeraman telur dilakukan di akuarium. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Caranya : siapkan sebuah akuarium ukuran panjang 60 cm, lebar 40 cm dan tinggi 40 cm; keringkan selama 2 hari; isi air setinggi 30 cm; pasang dua buah titik aerasi dan hidupkan selama pengeraman; masukan 1 ekor induk yang sudah bertelur; beri 2 – 4 butir pelet udang setiap hari; ganti air ½ bagiannya setpa tiga hari sekali.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Perontokan telur&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoTitle"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal; text-decoration: none;font-family:Arial;" &gt;Perontokan telur dilakukan setelah masa pengeraman berlangsung selama 40 – 42 hari. Caranya, surutkan air hingga 20 cm, tangkap &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: normal; text-decoration: none;font-family:Arial;" &gt;induk dengan sekup net dan angkat ke atas akuarium, tangkap induk dengan tangan, celupkan induk ke dalam air akuarium itu berkali-kali hingga larva dalam tubuh habis; kembalikan induk ke tempat pemeliharaan; isi air akuarium tadi hingga mencapai ketinggian semula; biarkan selama seminggu. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemeliharaan larva&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pemeliharaan dilakukan dalam bak fibre atau bak beton. Caranya, siapkan bak fibre glass atau bak beton berukuran panjang 2 m, lebar 1 m dan tinggi 1 m; keringkan selama 3 – 5 hari; isi air setinggi 30 – 35 cm; masukan pelindung berupa potongan pipa paralon berdiameter 4 inchi dengan panjang 15 - 20 cm; tangkap larva dari akuarium perontokan, masukan ke dalam baskom; hitung jumlahnya; tebar 350 ekor larva/m2; beri 100 gram tepung pelet/1.000 ekoer larva; lakukan panen sebulan kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendederan I&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendederan pertama dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 5.000 ekor larva pada pagi hari; setelah 2 hari, beri 0,5 – 1 tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur 3 minggu.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendederan II&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendederan kedua juga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 3.000 ekor benih dari pendederan I (telah diseleksi); beri 1 - 2 kg tepung pelet atau pelet yang telah direndam setiap hari; panen benih dilakukan setelah berumur sebulan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendederan III&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pendederan ketiga dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan kolam ukuran 100 m2; keringkan 4 – 5 hari; perbaiki seluruh bagiannya; buatkan kemalirnya; ratakan tanah dasarnya; tebarkan 2 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 cm dan rendam selama 5 hari (air tidak dialirkan); tebar 2.000 ekor hasil dari pendederan II (telah diseleksi); beri 3 – 5 kg pelet kecil (khusus udang); panen benih dilakukan sebulan kemudian.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pembesaran&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;"&gt;Pembesaran lobster air tawar dilakukan di kolam tanah. Caranya : siapkan sebuah kolam ukuran 200 m2; perbaiki seluruh bagiannya; tebarkan 4 karung kotoran ayam atau puyuh; isi air setinggi 40 - 60 cm dan rendam selama 5 hari; masukan 6.000 ekor benih hasil seleksi dari pendederan III; beri pakan 3 persen setiap hari, 3 kg di awal pemeliharaan dan bertambah terus sesuai dengan berat ikan; alirkan air secara kontinyu; lakukan panen setelah 3 bulan. Sebuah kolam dapat menghasilkan konsumsi beukuran 20 – 30 gram 80 – 100 kg. [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-6572824513458237896?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/6572824513458237896/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-lobster-air-tawar.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6572824513458237896'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/6572824513458237896'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-lobster-air-tawar.html' title='Budidaya Lobster Air Tawar'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://4.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuUq_eqTCvI/AAAAAAAAAS0/owh0we3z7dU/s72-c/1.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-3634756386115381784</id><published>2009-10-25T19:21:00.000-07:00</published><updated>2009-10-25T19:36:04.504-07:00</updated><title type='text'>Budidaya Jamur Tiram</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;strong&gt;I. PENDAHULUAN&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;p style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Jamur merupakan tanaman &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD2"&gt;yang&lt;/span&gt; berinti, berspora, tidak berklorofil berupa sel atau benang-benang bercabang. Karena tidak berklorofil, kehidupan jamur mengambil makananyang sudah dibuat oleh organisme lain yang telah mati &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuUK3kDbWSI/AAAAAAAAASk/07MU-MaQZSg/s1600-h/images.jpeg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 131px; height: 166px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuUK3kDbWSI/AAAAAAAAASk/07MU-MaQZSg/s320/images.jpeg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5396731678160541986" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Jamur tiram bila kita budidayakan &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD3"&gt;akan&lt;/span&gt; mendapat manfaat berganda. Selain rasanya lezat mengandung gizi yang cukup besar manfaatnya bagi kesehatan manusia sehingga jamur tiram dapat dianjurkan sebagai bahan makanan bergizi tinggi dalam menu sehari- hari. Berdasarkan penelitianyang dilakukan pakar jamur di Departemen Sains Kementrian Industri Thailand bebarapa zat yang terkandung dalam jamur tiram atau  &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD1"&gt;Oyster mushroom&lt;/span&gt; adalah &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD11"&gt;protein&lt;/span&gt; 5,94 %; karbohidrat 50,59 %; serat 1,56 %; lemak 0,17 % &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD7"&gt;dan&lt;/span&gt; abu 1,14 %. Selain kandungan ini, Setiap 100 gr jamur tiram segar ternyata juga mengandung 45,65 kalori; 8,9 mg kalsium: 1,9 mg besi; 17,0 mg fosfor. 0,15 mg &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD4"&gt;Vitamin B1&lt;/span&gt;; 0,75 mg &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD5"&gt;vitamin B2&lt;/span&gt; dan 12,40 ing &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD6"&gt;vitamin C&lt;/span&gt;. Dari hasil penelitian kedokteran secara klinis, para ilmuwan mengemukakan bahwa kandungan senyawa kimia khas jamur tiram berkhasiat mengobati berbagai penyakit manusia seperti tekanan darah tinggi, diabetes, kelebihan kolesterol, anemia, meningkatkan daya tahan tubuh terhadap serangan poliodan influenza  &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD10"&gt;serta&lt;/span&gt; kekurangan gizi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Secara social budaya, jamur tiram, merupakan bahan pangan bergizi, berkhasiat obat yang lebih murah dibandingkon obat modern. Secare ekonomis merupakan komoditas yang tinggi harganya dan dapat meningkatkan pendapatan petani serta dapat dijadikan makanan olahan untuk konsumsi dalam upaya peningkatan gizi masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;II. SYARAT TUMBUH &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Tempat tumbuh Jamur tiram termasuk dalam jenis jamur kayu yang dapat tumbuh baik pada kayu lapuk dan mengambil bahan organic yang ada didalamnya. Untuk membudidayakan jamur jenis ini dapat menggunakan kayu atau serbuk gergaji sebagai &lt;span class="IL_AD" id="IL_AD9"&gt;media&lt;/span&gt; tanamnya. Serbuk kayu yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis kayu yang keras sebab kayu yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu kayu yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis. Kayu atau serbuk kayu yang berasal dari kayu berdaun lebar komposisi bahan kimianya lebih baik dibandingkan dengan kayu berdaun sempit atau berdaun jarum dan yang tidak mengandung getah, sebab getah pada tanaman dapat menjadi zat ekstraktif yang menghambat pertumbuhan misellium. Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan serbuk kayu sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu serbuk kayu yang digunakan ticlak busuk dan tidak ditumbuhi jornur jenis lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Untuk meningkatkan produksi jamur tiram, maka dalam campuran bahan media tumbuh selain serbuk gergaji sebagai bahan utama, perlu bahan tambahan berupa bekatul dan tepung jagung. Dalam hal ini harus dipilih bekatul dan tepung jagung yang mutunya baik, masih baru sebab jika sudah lama disimpan kemungkinan telah menggumpal atau telah mengalami fermentasi serta tidak tercampur dengan bahan-bahan lain yang dapat mengganggu pertumbuhan jamur. Kegunaan penambahan bekatul dan tepung jagung merupakan sumber karbohidrat, lemak dan protein. Disamping itu perlu ditambahkan bahan-bahan lain seperti kapur (Calsium carbonat) sebagai sumber mineral dan pengatur pH meter&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya. Kadar air diatur 60 - 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuhdan menyerap makanan dari media tanam dengan baik Penambahan air yang tidak bersih dapat menyebabkan media terkontaminasi dengan mikroorganisme &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tingkat keasamon ( pH)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tingkat keasaman media sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram. Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat. bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri. Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6-7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Suhu udara&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pada budidaya jamur tiran suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal. Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22-28 OC dengan kelembabon 60-70% dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16-22 OC.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cahaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam, keadaan gelap/tanpa sinar, Sebaiknya selama masa pertumbuhan misellium ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar. Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buch tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran ? 60 - 70 %&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;strong&gt;III. TAHAPAN DALAM KEGIATAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. Persiapan Media Tanam&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum dilakukan penanaman ( inokulasi ) bibit kedalam media tanam, perlu dilakukan persiapan-persiapan antara lain: Menyiapkan bahan dan alat yang digunakan.&lt;br /&gt;Mencampur serbuk kayu dengan bahan-bahan lain seperti bekatul, tepung jagung dan kapur sampai merata ( homogen ) kemudian diayak. Menambah air hingga kandungan air dalam media menjadi 60?-65 % lalu tentukan pH-nya dengan kertas lakmus.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Memasukkan media tanam kedalam kantung plastik polypropilene dan memadatkannya lalu bagian atas kantung plastik diberi cincin paralon kemudian dilubangi 1/3 bagian dengan kayu dan ditutup dengan kertas lilin serta diikat dengan karet pentil. Melakukan sterilisasi pada suhu 95 OC selama 7 - 8 jam Mendinginkan media tanam selama 8 - 12 jam dalam ruangan inokulasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2. Penanaman (Inokulasi)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Inokulasi dilakukan setelah media tanam dingin dengan suhu antara 22-28 OC. Menyiapkon alat dan bahan yang diperlukan dalam proses penanaman (inokulasi). Sterilisasi semua alat dan bahan yang akan digunakan Membuka penutup/ kertas lilin dan memasukkan bibit dari dalam botol kedalam media tanam dengan menggunakan stik inokulasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;Menutup kembali penutup/kertas lilin dan mengikat dengan karet pentil. Memindahkan media tanam yang telah ditanami bibit tersebut kedalam ruangan inkubasi sampai tumbuh misellium jamur, Lamanya penumbuhan misellium jamur antara 45 - 60 hari. Setelah misellium memenuhi kantong plastik dipindahkan ke ruang produksi dengan membuka tutup kontong plastik dan menyemprot air secara teratur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;span style="font-size:small;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3. Panen&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Setelah 10 - 15 hari kemudian dapat dipanen untuk pertama kali, panen berikutnya setiap dua hari sekali secara teratur selama 6 bulan. [copy paste/soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-3634756386115381784?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/3634756386115381784/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-jamur-tiram.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3634756386115381784'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/3634756386115381784'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/budidaya-jamur-tiram.html' title='Budidaya Jamur Tiram'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuUK3kDbWSI/AAAAAAAAASk/07MU-MaQZSg/s72-c/images.jpeg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-793861913616891567</id><published>2009-10-22T18:28:00.000-07:00</published><updated>2009-10-22T18:36:09.414-07:00</updated><title type='text'>Lagu Cari Jodoh Di Bajak Di Malaysia</title><content type='html'>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuEIZFXFQLI/AAAAAAAAAR8/bG2bUyYUecM/s1600-h/3087918476-cari-jodoh-dibajak-malaysia-wali-tak-tinggal-diam.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer; width: 254px; height: 129px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuEIZFXFQLI/AAAAAAAAAR8/bG2bUyYUecM/s320/3087918476-cari-jodoh-dibajak-malaysia-wali-tak-tinggal-diam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5395603055595307186" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Setelah banyak kasus pencurian / pengakuan barang-barang milik Indonesia mulai dari tarian, produk tradisional sampe lagu-lagu Indonesia diperdagangkan tanpa ijin.&lt;br /&gt;Terakhir, beberapa waktu lalu kasus penjualan lagunya Afgan - Bukan Cinta Biasa, yang walaupun ampe sekarang belon ada kabar apakah jadi dituntut secara pidana atau tidak.&lt;br /&gt;Tapi kejadian lagi, lagu beken dan jadi anthem untuk orang-orang yang nggak laku-laku yaitu lagunya Wali "Cari Jodoh".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tampaknya Malaysia benar-benar ingin membuat masalah dengan Indonesia. Atau karena mereka menganggap bahwa Indonesia sudah pasti tidak akan berani bertindak apa-apa terhadap hal yang dilakukan oleh Malaysia? Secara banyak orang Indonesia yang menggantungkan kehidupannya dari bekerja di Malaysia? Kenapa Malaysia selalu membuat masalah dengan Indonesia? &lt;blockquote&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sekali lagi pencurian hak cipta dilakukan oleh negara tetangga, Malaysia. Kali ini, lagu populer milik Wali, Cari Jodoh, kabarnya dibajak oleh Malaysia. Mengenai hal itu, Wali berjanji tak akan tinggal diam.&lt;br /&gt;&lt;span id="more-790"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Iya, memang lagu kami yang judulnya Cari Jodoh diaransemen ulang oleh musisi Malaysia,” kata Apoy, gitaris Wali, membenarkan kabar tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Itu berita yang sangat mengejutkan karena lagu kami dibajak di Malaysia. Kita tidak akan tinggal diam karena mereka mencuri lagu kami,” janji Apoy mewakili bandnya saat ditemui Studio Penta, Selasa (13/10) kemarin.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dilanjutkannya, dengan kejadian ini, mereka menuntut Malaysia untuk meminta maaf. Namun begitu, Wali juga akan terus melakukan tindak lanjut pengusutannya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Negara Malaysia harus meminta maaf kepada kami. Tapi bukan hanya permintaan maaf karena kami akan melakukan tindak lanjut,” kata Apoy.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Lalu, apakah tindak lanjut yang akan mereka ambil itu? “Ini tidak kami biarkan karena kalau kami diam, lagu Indonesia pasti akan dibajak lagi. Kita, manajemen, dan pemerintah akan mengusut orang yang membajak lagu kami,” terangnya.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;Wali pun mengaku telah mengirimkan orang untuk mengecek kebenaran kabar pembajakan tersebut. Dan rupanya itu telah terbukti. Barang bukti pun sudah berada di tangan mereka.&lt;/p&gt; &lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Bulan depan kita ada jadwal manggung di Malaysia. Di sana, kami akan mengecek di toko kaset. Setelah itu kami akan berbincang dengan manajemen, mau diapakan nanti kasus ini. Lagunya sendiri diubah menjadi lagu remix seperti lagu koplo,” pungkasnya. [copy paste / soe-soe]&lt;br /&gt;&lt;/p&gt; &lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/3333435544438815105-793861913616891567?l=soe-soe-soe-soe.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/feeds/793861913616891567/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/lagu-cari-jodoh-di-bajak-di-malaysia.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/793861913616891567'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3333435544438815105/posts/default/793861913616891567'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://soe-soe-soe-soe.blogspot.com/2009/10/lagu-cari-jodoh-di-bajak-di-malaysia.html' title='Lagu Cari Jodoh Di Bajak Di Malaysia'/><author><name>soe-soe</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10179194663792014927</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://2.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/TAX-kH5mHpI/AAAAAAAAAWc/HgiUhzqCNEI/S220/hitam_putih.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_FSTo2JKm1qo/SuEIZFXFQLI/AAAAAAAAAR8/bG2bUyYUecM/s72-c/3087918476-cari-jodoh-dibajak-malaysia-wali-tak-tinggal-diam.jpg' height='72' width='72'/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3333435544438815105.post-1300081657109421433</id><published>2009-10-17T05:46:00.000-07:00</published><updated>2009-10-17T05:47:51.521-07:00</updated><title type='text'>Perjalanan Hidup Manusia</title><content type='html'>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Oleh: Iman Santoso, Lc&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 0in 5pt 6pt 0in; text-align: justify;"&gt;Kehidupan manusia merupakan perjalanan panjang, melelahkan, penuh liku-liku, dan melalui tahapan demi tahapan. Berawal dari alam arwah, alam rahim, alam dunia, alam barzakh, sampai pada alam akhirat yang berujung pada tempat persinggahan terakhir bagi manusia, surga atau neraka. &lt;span lang="ES"&gt;Al-Qur’an dan Sunnah telah menceritakan setiap fase dari perjalanan panjang manusia itu. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;&lt;span lang="ES"&gt;Al-Qur’an diturunkan Allah swt. kepada Nabi Muhammad saw. berfungsi untuk memberikan pedoman bagi umat manusia tentang perjalanan &lt;em&gt;(rihlah) &lt;/em&gt;tersebut. Suatu &lt;em&gt;rihlah&lt;/em&gt; panjang yang akan dilalui oleh setiap manusia, tanpa kecuali. &lt;/span&gt;Manusia yang diciptakan Allah swt. dari tidak ada menjadi ada akan terus mengalami proses panjang sesuai rencana yang telah ditetapkan Allah swt.&lt;/p&gt; &lt;p class="MsoNormal" style="margin-bottom: 6pt; text-align: justify;"&gt;Saat ini ada dua teori yang menyesatkan orang banyak. Al-Qur’an dengan tegas membantah teori itu. Pertama, teori yang mengatakan manusia ada dengan sendirinya. Dibantah Al-Qur’an dengan &lt;em&gt;hujjah&lt;/em&gt; yang kuat, bahwa manusia ada karena diciptakan oleh Allah s
